Globalisasi Sebagai Keniscayaan Dan Reorientasi Pendidikan Pesantren

Alimni Alimni

Abstract


This paper aims to analyze how the reorientation of pesantren in the midst of globalization as a necessity. The existence of pesantren has been tested in every successive era dynamics. However, it does not mean that pesantren can remain silent or indifferent and indifferent to globalization. Conversely, pesantren must respond by doing reevaluation and reorientation of their business charity for this nation. The reorientation of pesantren that can be chosen is to strengthen the existence of itself as an Islamic educational institution that concerns on the development of the resources of Indonesian Muslims. As described above, Indonesia's human resources are still low compared to some neighboring countries. Since the majority of Indonesians embrace Islam, the real low-resource is Muslims. Therefore, the development of people's resources is an important and urgent task to be undertaken by pesantren. In addition, for pesantren who have madrasah / school, debriefing santri in the form of live skill is positioned as the perfect curriculum in the madrasah/school, because the curriculum of madrasah / school is largely a package of the national education system. Meanwhile, pesantren who do not have madrasah / schools can design ready-to-use skills in their education independently without government intervention. Adjusting to the global era of pesantrants seeks to reconstruct aspects of modern educational methods, curricula and management.

References


A.Qodri Azizy, “Kata Pengantar”, dalam Abdul Rachman Shaleh, Madrasah dan Pendidikan Anak Bangsa (Visi, Misi dan Aksi), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Abd. Rachman Assegaf, “Membangun Format Pendidikan Islam di Era Globalisasi”, dalam Imam Mahalli dan Musthofa (ed.), Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi, Yogyakarta: Ar-Ruz, 2004.

Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan; Individu, Masyarakat dan Pendidikan, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013).

Abdurrahman Mas’ud, Dari Haramain Ke Nusantara: Jejak Inteteltual Pesantren, Jakarta: Kencana, 2006.

______, Menuju Paradigma Islam Humanis, Yogyakarta: Gama Media, 2003.

Abdurrahman Mas’ud, “Sejarah dan Budaya Pesantren,” dalam Ismail SM, et.al., Dinamika Pesantren dan Madrasah,Yogyakarta: IAIN Walisongo Semarang dan Pustaka Pelajar, 2002.

Amin, Alfauzan, Sistem Pendidikan Pesantren dalam pembinaan Sikap Kemandirian Santri, Tesis IAIN SU (Medan: 2002).

http://repository.uinsu.ac.id/view/creators/Amin=3AAlfauzan=3A=3A.html diunduh 18 Mei 2017.

, “Teori Potensi Pencarian Jati Diri Sebagai Daya Serap Dalam Proses Pendidikan Karakter Anak Didik”, At-Ta’lim, Volume 15 No 1 – Januari - Juni 2016. http://journal.iainbengkulu.ac.id/wp-content/uploads/2016/10/12-ALFAUZAN-AMIN-TEORI-POTENSI-PENCARIAN-JATI-DIRI-SEBAGAI-DAYA-SERAP-DALAM-PROSES-PENDIDIKAN-KARAKTER-ANAK-DIDIK.pdf

Azra, Azyumardi, Pendidikan Islam, Tradisi dan Modernisasi Menuju Millenium, Ciputat: Kalimah, 2001.

Bruinessen, Martin Van, Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat, Bandung: Mizan, 1999.

Cliffort Geertz, Abangan, Santri dan Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya, 1983.

Darmaningtyas, Pendidikan Rusak-Rusakan, Yogyakarta, LKiS, 2005.

Depag RI, Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah: Pertumbuhan dan Perkembang-annya, Jakarta: 2003.

Djohar, Pendidikan Strategik: Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan, Yogyakarta: LESFI, 2003.

Francis Wahono, Teologi Pembebesan, Sejarah, Metode, Praksis dan Isinya, Yogyakarta: LKiS, 2000.

Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode, Yogyakarta, Andi Offset, 1994.

Kuntowidjojo, Paradigma Islam, Bandung: Mizan, 1991.

Mahmud Yunus, Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Hidakarya Agung, 1993.

Mastuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, Jakarta: INIS, 1994.

Madjid, Nurcholish, “Islam dan Politik Suatu Tinjauan atas Prinsip-prinsip Hukum danKeadilan”, Jurnal Pemikiran Islam PARAMADINA, Vol. I, 1, Juli-Desember, Jakarta: Paramadina, 1998.

______, Bilik-Bilik Pesantren Sebuah Potret Perjalanan, Jakarta, Paramadina, 1997.

______, Cita-cita Politik Islam Era Reformasi, Jakarta: Paramadina, 1999.

Muhtarom, Reproduksi Ulama di Era Globalisasi: Resistensi Tradisi Pesantren, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Ridlwan Nasir, Mencari Tipologi Format Pendidikan Ideal: Pondok Pesantren di Tengah Arus Perubahan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Said Agil Husein Al-Munawar, Aktualisasi Nilai-Nilai Qur’ani dalam Sistem Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Press, 2005.

Soedjoko Prasodjo, Profil Pesantren, Jakarta: LP3ES, 1982.

Steenbrink, Karel A., Pesantren, Madrasah, Sekolah: Pendidikan Islam dan Kurun Modern, Jakarta: LP3ES, 1983.

Wahid, Abdurrahman, “Principles of Pesantren Education, dalam Manfred Oepen and Wolfgang Karcher (eds.), The Impact of Pesantren, Jakarta: P3M, 1988.

Wahjoetomo, Perguruan Tinggi Pesantren: Pendidikan Alternatif Masa Depan, Jakarta: Gema Insani Press, 1997.

Zamachsyari Dhofier, Tradisi Pesantren, Jakarta: LP3ES, 1994.

Ziemek, Manfred, Pesantren dalam Perubahan Sosial, terj. Butche B. Soendjono, Jakarta: LP3ES, 1985.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :