LI’AN DALAM PERSPEKTIF YURIDIS, PSIKOLOGIS, SOSIOLOGIS DAN EKONOMIS

Suryani Suryani

Abstract


Makna dasar dari sebuah  perkawinan adalah suatu ikatan, dengan konsekwensi sebuah ikatan itu dapat lepas, yang kemudian itu disebut thalaq.  makna dasar thalak itu adalah melapaskan ikatan atau melepaskan perjanjian. Putusnya suatu perkawinan telah diatur baik dalam fiqih maupun dalam undang-undang dengan adanya thalaq, Para ulama telah membahas tentang masalah terputusnya perkawinan, dan sebab-sebabnya, dan di antara sebab tersebut adalah li’an. Memperhatikan sebab li’an di atas maka, yang menjadi bahasan dalam tulisan ini adalah Sebab-sebab terjadinya li’an , tujuan li’an,  ketentuan li’an, syarat syahnya li’an, akibat-akibat yang ditimbulkan oleh adanya li’an serta li’an dalam Perspektif Yuridis, Psikologis, Sosiologis dan Ekonomis.

Keywords


Li’an, Perspektif,Yuridis, Psikologis, Sosiologis dan Ekonomis

Full Text:

PDF

References


Totok Jumantoro dan Samsul Munir Amin, Kamus Ilmu Ushul Fikih, (Jakarta: AMZAH, 2009), h. 172.

Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Shahih Fiqh al-Sunnah (Mesir, Kairo: Maktabah al-Taufiqiyah, 2003/1424), Juz IV, h. 519

Lihat ibid.,

Wahbah az-Zuhaili: Fikih Islam wa adillatuhu, (Damaskus: Darul Fikr, 2007), Juz IX, h. 481.

Lihat Ibid., h. 485-486, .

Maksud darimemberi kesaksian di sini adalah merdeka, baligh, berakal, muslim, mampu berbicara dan belum pernah dikenakan hukuman had karena menunduh. Lihat ibid., lihat lebih lnajut Abu Malik Kamal bin as-Syayyid Salim, Op. cit., h. 523-529.

lihat Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Mesir: Dar al-Fikr, t.th), h. 4745, Muslim, Shahih Muslim, (Mesir: Dar al-Fikr, t. th), h. 1492. :

al-Bukhari, Op. cit., Abu Daud, Sunan Abi Daud, (Mesir: Dar al-Fikr, t.th), h, 2237, al-Tirmizi, Sunan al-Tirmizi, (Mesir: Dar al-Fikr, t.th), h. 3229, Ibnu Majah. Sunan Ibnu Majah, (Mesir: Dar al-Fikr, t. th), h. 2067.

Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, Op. cit., h. 785.

Ibn Ruysd, Op. cit., h. 687, Muslim, Op.cit., h., Abi Daud, Op. cit., h.

Lihat, Ibn Rusyd, Op. cit., h. 687

Bukhari, Op. cit., h.4747

Sayyid Salim, Juz IV, Op. cit., h. 538-539, Sayyid Sabiq, Juz IV, Op. cit., Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Syarh ‘Umdaal-Ahkam, terjemahan Suharlan dan Suratman, (Darus Sunnah press, 2012), h. 783 -784.

al-Bukhari , Op. cit., h. 4745, 5315, Muslim, Op. cit., h. 1492, h 1494..

Sayyid Salim, Loc. Cit., Sayyid Sabiq, Loc. Cit.

Bukhari, Op. cit., h. 5314, Ibn Hajar al-Asyqalani, Fath al-bari’, (Beirut: Dar al-Fikr, t.th), Juz , IX, h. 458, Muslim, Op. cit., juz. II, h. 1133 dan 1494.

‘Aun al-Ma’bud, Juz VI, h. 337. ???

Al-Asyqalany, Op. cit.,, juz IX, h.456, Muslim, Op.cit., Juz II, h. 1130, Aunul Ma’bud, ibid, 347.

Lihat Sayid Salim, Op. cit., h. 541.

Lihat, al-Bukhari, Op. cit., h. 4745, Muslim, Op. cit., h. 1492, Abu daud, Op. cit., h. 2906, al-Tirmizi, Op. Cit., h. 2115.

UU. Perkawinan, No. 1, Tahun 1974, dalam Mardani, Hukum Islam: Kumpulan Peraturan Tentang Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: Prenada Media Group, 2013), h. 94.

Libih lanjut lihat, ibid., h. 170-171.

Ahmad bin Hanbal, Ibid., Juz II, h. 216.

Lihat Sayyid Sabiq, Op. cit., h. 116, lihat lebih lanjut, Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di, Op. cit., h. 787-796.

Abu Daud, Op. cit, Juz II, h. 690 (dalam kitab ath-thalaq, bab fi al-li’an, 2256). Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, (Kairo: Dar al-Fikr, t. th), Juz II, h. 239-245.Syekh Syakir menganggap sanadnya shahih.athThayalisi,2667,

Lihat Mardani, dalam Kompilasi Hukum Islam, Loc. Cit.

Lihat al-Asyqalany,Op. cit., Juz IX, h. 456, Muslim,Op. cit., juz II, h. 1130, Aunil Ma’bud, Op. cit., Juz VI, h. 347, al-Nasa’I,Op. cit., Juz V, h. 177.

lihat Wahbah Zuhaili, Op. cit., h. 503-505


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :