KEHUJAHAN HADIS AHAD MENURUT MUHAMMAD AL-GHAZALI (Suatu Kajian terhadap Otoritas Hadis Ahad sebagai Sumber Ajaran Islam)

Syahidin Syahidin

Abstract


Kajian terhadap kehujahan hadis ahad sebagai sumber ajaran Islam tidaklah sederhana. Ia merupakan salah satu masalah pokok yang penting diketahui, terlebih lagi sebagian besar hadis adalah berstatus ahad dan logika yang bisa kita tangkap dari itu adalah, bahwa sebagian besar ajaran Islam bersandar kepada hadis ahad, jika hadis ahad tidak dapat dijadikan hujah, maka konsekuensinya adalah banyak ajaran Islam yang dipahami dan diyakini mayoritas muslim selama ini akan tergusur. Kemudian pada sisi lain ketokohan Muhammad al-Ghazali dalam dunia keilmuaan Islam, bukanlah sosok yang asing, baik yang mendukung maupun yang menentangnya habis-habisan. Dengan kenyataan tersebut, penulis mencoba membahas pemahaman hadis Muhammad al-Ghazali terutama yang berkaitan dengan masalah hadis ahad.


Keywords


Kehujahan, Hadis ahad, Al-GhazaLi

Full Text:

PDF

References


Abdul Ghani Abdul Kha>liq, Difa’ ‘An al-Sunnah wa Rad Shubhah al-Mustashriqi>n wa al-Kutta>b al-Mua>’s}iri>n (Bairut: Da>r al-Jail, 1991), 13.

Lihat lihat Ibn S{ala>h, Muqaddimah Ibn S{ala>h Fi> ‘Ulu>m al-H>{adi>ts (Bairut: Da>r al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003), 241.

Muhammad Al-Ghazali, Dustu>r al-Wah}dah al-Saqa>fiyah baina al-Muslimin (Damaskus: Da>r al-Qalam, 1996), 67.

Lihat Ali Mustafa Yaqub, Kritik Hadis (Jakarta: Pustaka Pirdaus, cet. Ke-5, 2008), 133.

Muhammad Shalabi, al-Shaikh al-Ghaza>li> wa Ma‘raka>t al-Mus}h}af fi al-‘Alam al-Isla>mi> (Kairo: Da>r S}awah, 1987), 23. Lihat juga Abdulah al-Aqil, Mereka yang Telah Pergi; Tokoh-Tokoh Pembangunan Pergerakan Islam Kontemporer, ( Jakarta: al-I’tishom Cahaya Umat, 2003), 16-17.

Oktarizal Fiardi, “Syaikh Muhammad al-Ghazali; Dai yang Berjiwa reformis,” http://www.sinaimesir.com/cetak.php?id=151. Diakses pada 18 Juli 2013.

Rumaizuddin Ghazali, 10 Tokoh Sarjana Islam Paling Berpengaruh; Mengungkap Sejarah Perjuangan dan Kegemilangan Tokoh Abad ke-20&21 (Slangor: PTS Islamika, 2009), 77.

Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam; Sejarah Pemikiran dan Gerakan (Jakarta: Bulan Bintang, 1975), 64.

Muhammad Shalabi, al-Shaikh al-Ghaza>li> wa Ma’raka>t al-Mus}h}af fi al-‘Alam al-Isla>mi> (Kairo: Da>r S}awah, 1987), 20.

Muhammad Shalabi, al-Shaikh al-Ghaza>li> wa Ma’raka>t al-Mus}h}af fi al-‘Alam al-Isla>mi>¸ 23.

Rumaizuddin Ghazali, 10 Tokoh Sarjana Islam Paling Berpengaruh; Mengungkap Sejarah Perjuangan dan Kegemilangan Tokoh Abad ke-20&21 (Slangor: PTS Islamika, 2009), 80.

Muhammad Imarah, al-Shaikh al-Ghaza>li>; al-Mauq‘i al-Fikri> wa al-Ma’a>rik al-Fikriyyah (Kairo: al-Hai’ah al-Mis}riyah al-‘Ammah, 1992), 12.

Muhammad al-Ghazali, Laisa Min al-Isla>m (Kairo: Da>r al-Shuru>q, 1998), 34-35.

Muhammad al-Ghazali,Laisa Min al-Isla>m, 35.

Muhammad Imarah, al-Shaikh al-Ghaza>li>; al-Mauq‘i al-Fikri> wa al-Ma’a>rik al-Fikriyyah (Kairo: al-Hai’ah al-Mis}riyah al-‘Ammah, 1992), 3.

al-Qarad}a>wi>, al-Shaikh al-Ghaza>li> Kama> ‘Araftuhu, 127.

Muhammad al-Ghazali, Al-Sunnah al-Nabawiyah bayn Ahl al-Fiqh wa Ahl al-H}adi>th (Kairo: Da>r al-Shuru>q, 2005),101

Sa>lim ‘Ali al-Bahanasa>wi>, al-Sunnah al-Muftara’ ‘Alaiha (Kuwait: Da>r al-Buh}u>th al-‘Ilmiyah, 1992), 140. Lihat juga Lihat Ali Mustafa Yaqub, Kritik Hadis (Jakarta: Pustaka Pirdaus, cet. Ke-5, 2008), 134.

Muhammad bin Idrsi al-Sha>fi‘I, al-Risa>lah. Ed. Ahmad Muh}ammad al-Sha>kir (Kairo: Da>r al-Tura>th, 1979), 369-375.

Abdul Majid Khon, Pemikiran Modern dalam Sunnah; Pendekatan Ilmu Hadis (Jakarta: Pranada Media Grop, 2011), 58.

Al-H{a>fiz} Ibn Kathi>r, Al-Ba>‘ith al-H{athi>th Sharh} Ikhtis{a>r ‘Ulu>m al-H{adir al-Tura>th, 2003), 30.

Bustamin dan M. Isa H. A. Salam, Metodologi Kritik Hadis (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), 109-110.

Muhammad al-Ghazali, Al-Sunnah al-Nabawiyah bayn Ahl al-Fiqh wa Ahl al-H}adi>th (Kairo: Da>r al-Shuru>q, 2005), 67.

Muhammad al-Ghazali, Ha>dha> Di>nuna (Damaskus: Da>r al-‘Ilm, 1983), 14. Lihat juga Muhammad al-Ghazali, Humu>m al-Da>‘iyyah (Kairo: Nahd}at al-Mis}ra li al-T{aba>‘ah wa al-Tauzi>‘, 2006), 84.

“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim”. (Qs. Al-Maidah: 45).

Muhammad al-Ghazali, Al-Sunnah al-Nabawiyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-H{adi>th (Kairo: Da>r al-Shuru>q, 2005), 24.

Muhammad al-Ghazali, Humu>m al-Da>‘iyyah (Kairo: Nahd}at al-Mis}ra li al-T{aba>‘ah wa al-Tauzi>‘, 2006), 84.

Muahammad al-Ghaza>li>, Mi’at Sua>l ‘An al-Isla>m (Kairo: Nahd}ah al-Mis}ra li al-T}aba>‘ah wa al-Nas}r wa al-Tauz‘i>, 2005), 170.

Muhammad al-Ghazali, Al-Sunnah al-Nabawiyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-H{adi>th (Kairo: Da>r al-Shuru>q, 2005), 65-66.

Yusuf al-Qarad}a>wi>, al-Shaikh al-Ghaza>li> Kama> ‘Araftuhu: Rih}lah Nis}f Qarn (Bairut: Da>r Shuru>q, 2004), 123.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :