MENELUSURI JIN DALAM AL-QUR’AN

Ahmad Farhan

Abstract


Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa Allah telah menciptakan alam raya ini sebagai bukti kebesaran-Nya. Alam raya ini ditempati oleh berbagai makhluk ciptaan-Nya, baik makhluk yang berjasad maupun makhluk halus, makhluk yang berakal, makhluk hewani, nabati dan lain sebagainya. Jin dan manusia diciptakan Allah dengan misi penghambaan dan beribadah kepada Allah (QS. Al-Zariyat: 56). Sedangkan malaikat diciptakan Allah semata-mat auntuk taat kepada perintah-Nya dan tidak pernah durhaka terhadap perintah-Nya. (QS. Al-Nahl/16: 50), (QS. Al-Tahrim/50: 66). Pada awal penciptaan dan kejadiannya sama seperti manusia dengan mendapat mandat dan tugas untuk mengabdi kepada Allah. Secara fisik diciptakan dari api yang panas dan merupakan makhluk halus. Sebagai makhluk yang mendapat beban taklif, maka dalam kenyataannya jin itu terbagi kepada dua kelompok, yaitu jin muslim dan jin kafir. Jin kafir adalah iblis yang nantinya disebut dengan syaithan (Setan).


Keywords


Jin, Makhluk, al-Quran, Syaitan

Full Text:

PDF

References


Ensiklopedia Islam, Jilid 2, (PT. Ikhtiar Baru Van Hoove, Jakarta: 1996), hal. 318.

Al-Raghib al-Isfahaniy, Mu’jam al-Mufahras li Alfa>z al-Qur’a>n, (Dar al-Fikr, Beirut: 1982), hal. 176.

Abi Hayyan, al-Bahr al-Muhi>t }fi al-Tafsir>, Juz I, (Da>r al-Kutub al Hadi>sah, Beirut: 1992), hal. 244.

Ensiklopedia Hukum Islam, hal. 319.

Ensiklopedia Hukum Islam, hal. 318.

Sayyid Sabiq, al-Aqa>’id al-Isla>miyah,, Da>r al-Kutub al Hadi>sa, terj. Rathoni, (Semarang: CV. Diponegoro, 1996), hal. 25. Lihat juga M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi: Jin, Iblis, Setan, Malaikat, (Jakarta: PT. Lentera Hati, 2004), hal. 21.

Wahbah Zuhaily dkk, al-Mausu’ah al-Quraniyyah al-Muyassarah, ter. Imam Ghazali Masykur, cet. II, (Jakarta: PT. Al-Mahira, 2009) Dalam buku ini dimaksudkan bahwa nenek moyang jin dan iblis diciptakan dari kobaran api yang sangat panas dan tak berasap sebelum penciptaan Adam. Dengan demikian iblis termasuk golongan jin yang disebut juga dengan setan (syaithon) yang tidak hanya membangkang terhadap perintah Allah, tetapi juga menggoda manusia untuk menjadi pembangkang kepada Allah, seperti dalam QS. Al-A’raf/7: 20 yang artinya: “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)."

M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi…, hal. 24.

Wahbah Zuhaily dkk, al-Qur’an Seven in One,… hal. 145.

Muh}ammad Fuad Abd al-Ba>qi>, Mu’jam Mufahras li Alfa>z al-Qur’a>n, hal. 600.

Wahbah Zuhaily dkk, al-Qur’an Seven in One,… hal. 573.

Ah}mad Mus}t}afa> al-Mara>ghi, Tafsi>r al-Mara>ghi, (Mustafa> al-Bab al-Halaby>: 1974), hal. 159.

Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i>, Tafsi>r al-Da>r al-Mansu>r fi> Tafsi>r al-Ma’su>r, Juz 3, (Beirut: Da>r al-Fikr, 1988), hal. 359.

Hamka, Tafsi>r Azha>r, Juz 30, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983), hal. 156.

Lihat Wahbah Zuhaili, dkk, al-Qur’an Seven in One,… hal. 507.

Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.

Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

Lihat Wahbah Zuhaili, dkk, al-Qur’an Seven in One…, hal. 574.

Lihat Wahbah Zuhaili, dkk, al-Qur’an Seven in One…, hal. 430.

Lihat Wahbah Zuhaili, dkk, al-Qur’an Seven in One…, hal. 175.

Jala>l al-Di>n al-Suyu>t}i>, Ja>mi’ al-Ah}a>dis, Juz 12, (tnp, tt), hal. 287 dalam Maktabah Sya>milah

Sujudnya malaikat kepada Adam bukanlah sujud ibadah, sebagaimana halnya sujud Ya’qu>b kepada anaknya nabi Yu>suf tatkala beliau berkunjung ke Mesir. Adapun sujud sesame makhluk dalam pengertian ibadah, hukumnya terlarang. Lihat al-Mawardi, al-Nuqad wa ‘Uyu>n fi> Tafsi>r al-Mawardi>, (Beirut: Da>r al-Kutub al-Alamiyah, tt), hal. 102.

Lihat QS. al-Baqarah/2: 34, QS. al-A’ra>f/7: 11, QS. al-Kahfi>/18: 50, QS. T}a>ha>/21: 116 dan QS. al-Hijr/15: 31.

Lihat M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi…, hal. 75.

Hasbi ash Shiddiqy, Tafsi>r al-Nu>r, Juz I, (Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1995), hal. 80.

Hasbi ash Shiddiqy, Tafsi>r al-Nu>r…, hal. 80.

Lihat M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi…, hal. 76.

Lihat Ensiklopedia Islam, jilid 2,.. hal. 146.

Lihat Ensiklopedia al-Qur’an, ..hal. 164.

Al-Raghib al-Asfaha>ni>, Mufrad fi Ghari>b al-Qur’a>n…, hal. 235.

Lihat M. Quraish Shihab, Yang Tersembunyi…, hal. 72


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :