MEMAHAMI MANUSIA MELALUI DIMENSI FILSAFAT (Upaya Memahami Eksistensi Manusia)

Azizah Aryati

Abstract


Filsafat manusia atau antropologi filsafat merupakan bagian integral dari sistem Filsafat yang secara spesifik menyoroti hakikat atau esensi manusia. Sebagai bagian dari sistem filsafat, secara metodis ia memiliki kedudukan yang kurang lebih setara dengan cabang-cabang filsafat lainnya seperti; etika, kosmologi, epistemologi, filsafat sosial dan estetika. Semua cabang filsafat tersebut pada prinsipnya bermuara pada esensi manusia dengan menyoroti gejala dan kejadian manusia secara sintesis dan reflektif, serta memiliki ciri-ciri ekstensif, intensif dan kritis. Kalau demikian, maka dengan mempelajari filsafat manusia bererti kita dibawa ke dalam panorama pengetahuan yang sangat luas, dalam dan kritis, yang menggambarkan esensi manusia. Panorama pengetahuan seperti itu, paling tidak memiliki manfaat ganda yakni manfaat praktis dan teoritis.


Keywords


filsafat manusia, esensi manusia, intensif dan kritis.

Full Text:

PDF

References


Al. Qur’an Surat Ad-Dariyat ayat; 56. وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون

Kasdin Sihotang, Filsafat Manusia Upaya Membangkitkan Humanisme, (Yogyakarta: Pustaka Filsafat, 2009), hlm. 19.

Bdk. Andre Ata Ujan, Filsafat Hukum: Membangun Hukum, Memebela Keadilan, (Yogyakarta: Kanisius, 2008), hlm. 15-16. Dalam Kasding Sihotang, Filsafat Manusia... hlm. 20.

Ibid.., hlm. 21.

Pengertian ini sejalan dengan pengertian kata “kritik” yang sebenarnya. Secara etimologis kata kritik berasal dari bahasa Yunani “kritikos”, yang berarti mampu membedakan dan mengambil keputusan. Dalam bahasa Latin terdapat kata “criticus” yang diturunkan dari kata kerja “cernere”, yang berarti membedakan, mengerti dan memutuskan.

Ibid.., hlm. 21.

Suparlan Suhartono, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007), hlm. 37-38.

Jalaludin dan Abdulloh, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), hlm. 11.

Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia, 2007), hlm.9.

Ibid, hal 13.

Acuan tulisan ini terdapat dalam Brettal R., 1947, A Kiergegaard Anthology, Princeton: Princeton University Press, Mary Warnock, 1979, Existentialism, Ocxfard University Press, dan E.L. Allen, 1953, Existentialims From Within, London: Routledge & Kegan Paul, Ltd. Dalam Zaenal Abidin, Fulsafat Manusia Memahami Manusia Melalui Filsafat, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hlm. 143.

Zaenal Abidin, Filsafat Manusia Memahami Manusia Melalui Filsafat, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), 148-149.

Ibid.., hlm. 150.

Ibid.., hlm. 151.

Ibid, hal. 49.

Jalaludin dan Abdulloh, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), hlm. 107.

Ibid.., hlm.107.

Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988 cet.4), hlm. 163.

Jalaludin dan Abdulloh, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997) hlm. 107.

Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988 cet.4), hlm. 164.

Jalaludin dan Abdulloh, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997) hlm. 108.

Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988 cet.4), hlm. 165.

Ibid. hlm. 166.

Jalaludin dan Abdulloh, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), hlm. 108.

Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988 cet.4), hlm. 170.

Ibid.., hlm. 175.

Ibid.., hlm. 175-176.

Ibid.., hlm. 158-160.

Suparlan Suhartono, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007), hlm. 61-62.

Ibid.., hlm. 62.

Ahmad Janan Asifudin, Mengungkit Pilar-pilar Pendidikan Islam (Tinjauann Filosofis), (Yogyakarta: Suka Press, 2009), hlm. 49-50.

Zaenuddin Ali, Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), hlm. 18.

Ibid.., hlm. 19.

Harun Nasution, Islam Rasional, (Bandung: Mizan, 1995), hlm. 38. Dalam Zaenuddin, ibid.., hlm. 19.

Ibid.., hlm. 22.

Pengertian dari Ibu Susilaningsih, Dosen Pengampu Mata Kuliah Psikologi, ketika proses belajar mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Hamdani Ihsan dan Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka setia, 2007), hlm. 59.

Suparlan Suhartono, Filsafat Pendidikan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007), hlm. 62.

Ibid.., hlm. 56.

Mohammad Noor Syam, Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila, (Surabaya: Usaha Nasional, 1988 cet.4), hlm. 160-161.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :