Optimalisasi Model ARCS Dalam Pembelajaran Saintifik Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Peminatan Mata Pelajaran Geografi Di Kelas Matematika Ilmu Alam

Mekka Madaina Jamil

Abstract


Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi salah satunya strategi pembelajaran. Motivasi merupakan salah satu faktor yang turut serta menentukan hasil belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran. Motivasi belajar seringkali menjadi aspek yang diabaikan dari strategi pembelajaran. Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang direkomendasikan untuk digunakan di setiap mata pelajaran dan pada semua jenjang. Tujuan penulisan makalah ini adalah; Menjelaskan optimalisasi model pembelajaran ARCS sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik khususnya dalam pembelajaran saintifik pada peminatan mata pelajaran geografi di kelas Matematika Ilmu Alam. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Kesimpulan penulisan makalah ini adalah Model ARCS dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik baik digunakan sebagai model pembelajaran dan alat ukur tingkat motivasi belajar peserta didik. Mempertahankan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.


Keywords


Model ARCS; Pembelajaran Saintifik; Motivasi Belajar

Full Text:

PDF

References


Ababio, B. T. (2013). Motivation and Classroom Teaching in Geography. International Journal For Innovation Education and Research. Vol. 1, No. 3, 2013

Cruickshank D.R., Jenkins D.B., & Metcalf K.K. (2009). The act of teaching. 5th edition. Boston: McGraw Hill.

Fitri, Aliningsih Ahmad Sofyan (2015) English Teacher Perseptions and Practices Of Authentik Assessment. Journal Lof Language and Literature.

Gagne, R. (1974). The Condition Of Learning. New York: Holt, Rinehart & Winston.

Keller, J. M. (1983). Motivational design of instruction. In C.M Reigeluth (Ed), Instructional-design theories and models: An overview of their current status. Hillsdale, NJ: Lawrence Earlbaum Associates.

(1987). Development and use of the ARCS model of motivational design. Journal of Instructional Development, 10(3), 2-10.

(2006). Development of two Measure of learner Motivation. Draft In Progress, version 060222.

Keller, J. M., & Kopp, T. W. (1987). Application of the ARCS model of motivational design. In C. M. Reigeluth (Ed.), Instructional theories in action: Lessons illustrating selected theories and models. Hillsdale, NJ: Lawrence Earlbaum Associates.

Kosasih. (2014) Strategi Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Yrama Widya

Kurniasih, Imas & Sani, Berlin. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena.

Lie, A (2003). Cooperatif Learning: Mempraktekkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Gramedia.

Liu, Meihua. (2007). Chinese Students Motivation to Learn English at the Tertiary Level: Asian Journal of Distance Education. Vol 9.

Machin, A. (2014). Implementasi Pendekatan Saintifik, Penanaman Karakter dan Konservasi pada Pembelajaran Materi Pertumbuhan. Vol 3 No 1

McCombs, B. L. (1984). Processes and skills underlying continuing intrinsic motivation to learn: Toward a definition of motivational skills training. Educational Psychologist, 4, 190-218.

Muhajir & Khatimah., Y.R. (2013). Buku pendoman pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud RI Unit Implementasi Kurikulum 2013.

Qismina, Q. (2009). Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswi Prodi Kebidanan Cipto Mangunkusumo Semester III Umum Pada Mata Kuliah Farmakologi Tahun 2009. Karya Tulis Ilmiah pada POLTEKES DEPKES JAKARTA III: Tidak diterbitkan.

Roestiyah. (2012). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rusyan, Tabrani. (1989). Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: CV. Remaja Rosda Karya.

Sardiman, A.M. (2009) ”Interaksi&Motivasi Belajar Mengajar”, Jakarta: Rajawali Pers.

Savage & Armstrong. (1996). Effective Teaching in Elementary Social Studies. America: Prentice-Hall, Inc.

Schmitt, M. C., & Newby, T. J. (1986). Metacognition: Relevance to Instructional design. Journal of Instructional Development, 9(4), 29-33.

Semiawan, Conny. (1991) ”Mencari Strategi Pengembangan Pendidikan Nasional Menjelang Abad 21”, Jakarta, PT. Gramedia.

Slavin, R. E. (1991). Educational Psychology: Theory into Practice 3rd. Johns Hopkins University: Allyn and Bacon

Sudjana, Dj. (2000). Strategi Pembelajaran. Bandung; Falah Production.

Supardan, Dadang. (2015). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Persfektif Filosofi dan Kurikulum. Bandung. Bumi Aksara

Suriasumantri, Jujun S. (2009) Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (2008), Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustak

Yani, A dan Ruhimat, M (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013, Bandung: PT Refika Aditama

Zamroni. (2002). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Biografi Publishing


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
ijis.edu@iainbengkulu.ac.id

 

Lantai 2 Fakultas Tarbiyah dan Tadris
Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu

 

  Creative Commons License
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Google ScholarBielefeld Academic Search Engine (BASE)Garuda