Peningkatan Kemampuan Berfikir Kritis Mahasiswa Tadris IPA Melalui Pendekatan Saintifik Pada Mata kuliah IPA Terpadu

Raden Gamal Tamrin Kusumah

Abstract


Abstrak

Mata kuliah IPA Terpadu di IAIN Bengkulu merupakan mata kuliah baru bagi mahasiswa Tadris IPA. Hal ini dikarenakan pada tahun 2017/2018 baru ada tiga angkatan. Sehingga, hasil belajar mata kuliah ini tidak terlalu baik. Menurut wawancara dengan salah satu mahasiswa, salah satu penyebabnya adalah kesulitan mengintegrasikan komponen kimia, fisika, biologi secara bersamaan pada satu materi tertentu. Lebih spesifiknya, mahasiswa kesulitan untuk menjelaskan satu materi tertentu yang penjabarannya harus dijelaskan secara komprehensif baik dari segi mata kuliah kimia, fisika, biologi.  Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbaikan pembelajaran dan meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa melalui pendekatan saintifik pada mata kuliah IPA Terpadu. Metode penelitian ini menggunakan penelitan tindakan kelas. Pembelajarannya terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari beberapa tahapan, yaitu; perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Waktu dilakukan pada semester genap tahun akademik 2017/2018. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi Tadris IPA semester dua tahun akademik 2017/2018 yang sedang menempuh matakuliah IPA Terpadu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang dilakukan selama 2 siklus pembelajaran telah meningkat pada siklus yang ke-dua. Selain itu juga kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran di matakuliah IPA Terpadu melalui pendekatan saintifik dapat terukur dan telah berhasil berdasarkan indikator keberhasilan.

 

Increasing the Critical Thinking Ability of Tadris IPA Students through a Scientific Approach in Integrated Science Courses

 

Abstract

The Integrated Science course at IAIN Bengkulu is a new subject for Tadris IPA students. This is because in 2017/2018 there were only three generations. So, the learning outcomes of this course are not very good. According to an interview with one of the students, one of the reasons is the difficulty of integrating chemical, physical, biological components simultaneously on one particular material. More specifically, students find it difficult to explain one particular material whose translation must be explained comprehensively both in terms of chemistry, physics, biology courses. Therefore, this study aims to improve learning and improve students' critical thinking skills through a scientific approach to Integrated Science courses. This research method uses classroom action research. Learning consists of two cycles. Each cycle consists of several stages, namely; planning, action, observation and reflection. Data collection techniques used are observation and learning outcomes tests. Time is carried out in the even semester of the 2017/2018 academic year. The research subjects were students of the 2017/2018 academic year Tadris IPA study program who were taking the Integrated Science course. The results showed that student learning outcomes carried out during the 2 learning cycles had increased in the second cycle. In addition, students' critical thinking skills in the implementation of learning in the Integrated Science course through a scientific approach can be measured and have been successful based on indicators of success.


Keywords


Penelitian Tindakan Kelas; Pendekatan Saintifik; Berpikir Kritis; IPA Terpadu

Full Text:

PDF

References


Abidin, Y. (2014). Desain Sistem Pembelajaran dalam Kontekss Kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Asrori, M. (2007). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung; CV Wacana Prima.

Brown, A. L., & Campione, J. C. (1994). Guided discovery in a community of learners. In K. McGilly (Ed.), Classroom lessons: Integrating cognitive theory and classroom practice (pp. 229–270). Cambridge, MA: MIT Press.

Cromley, J., & Azevedo, R. (2005). What do reading tutors do? A naturalistic study of more and less experienced tutors in reading. Discourse Processes, 40(2), 83–113.

Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.

Dinsi, M., (2014). Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Sd Negeri 113 Bengkulu Selatan. Bengkulu: PPG Universitas Bengkulu (skripsi).

Engin, M. (2013). Questioning to scaffold: an exploration of questions in pre-service teacher training feedback sessions. European Journal of Teacher Education, 36(1), 39-54

Elfira, R. (2015). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Prestasi Belajar. Bengkulu: FKIP-TP Universitas Bengkulu (tesis).

Fisher, A. (2008). Berpikir Kritis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Gunawan, A.W. (2003). Genius Learning Strategy Petunjuk Praktis untuk Menerapkan Accelarated Learning. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hammond, J. & P. Gibbons. (2005). Putting scaffolding to work: The contribution of scaffolding in articulating ESL education. Prospect, 20, 6-30.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia

Hassoubah, Z. I. (2004). Developing Creative & Critical Thinking Skills (Cara Berpikir Kreatif dan Kritis). Bandung: Yayasan Nuansa Cendekia.

Kurinasih, I. & Sani, B. (2014). Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013. Kata Pena.

Kusumah, R. G. T., & Munandar, A. (2017). ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF EFFICACY AND HEALTHY LIVING ‎CONCIOUSNESS TOWARD SCIENCE LEARNING OUTCOME‎. EDUSAINS, 9(2), 132–138. https://doi.org/10.15408/ES.V9I2.2183

Mackiewicz, J., & Thompson, I. (2013). Motivational scaffolding, politeness, and writing center tutoring. Writing Center Journal, 33(1), 38–73.

Mercer, N. (1995). The guided construction of knowledge: Talk amongst teachers and learners. Clevedon: Multilingual Matters Ltd.

Mercer, N. & K. Littleton. (2007). Dialogue and the development of children's thinking. London: Routledge.

Morcom, V. (2016). Scaffolding Peer Collaboration through Values Education: Social and Reflective Practices from a Primary Classroom. Australian Journal of Teacher Education,41 (1), 81-99

Myhill, D. & P. Warren. (2005). Scaffolds or straitjackets? Critical moments in classroom discourse. Educational Review, 57(1), 55-69

Nordlof, J. (2014). Vygotsky, Scaffolding, and the Role of Theory in Writing Center Work. The Writing Center Journal, 34 (1), 45-64

Puntambekar, S., & Hübscher, R. (2005). Tools for scaffolding students in a complex learning environment What have we gained and

Rahmat. (2010). Pengukuran Ketrampilan Berpikir Kritis. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rahmat, A. (2015). Penerapan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Kemandirian Dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Pada Mata Pelajaran Ipa Kelas Iv Sd Negeri 14 Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara). Bengkulu: FKIP-TP Universitas Bengkulu (tesis).

Rahmi, F. (2017). Penerapan Pendekatan Saintifik Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN 19 Koto Tinggi. Jakarta : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1 (2), 1-15.

Reiser, B. J. (2004). Scaffolding Complex Learning: The Mechanisms of Structuring and Problematizing Student Work. The Journal Of The Learning Sciences, 13(3), 273–304

Rusindrayanti, & Santoso, R. H. (2015). Implementasi Pendekatan Saintifik Mapel Matematika Kelas VII Tahun Pelajaran 2013/2014 pada Kurikulum 2013 DIY. PYTHAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika. 10 (1), 80-94.

Said, I.M., Sutadji, E., Sugandi, M. (2016). The Scientific Approach-Based Cooperative Learning Tool for Vocational Students Vocation Program of Autotronic (Automotive Electronic) Engineering. IOSR Journal of Research & Method in Education,6 (3), 67-73

Susanti, (2015). Penerapan Pembelajaran Tematik Terpadu Dengan Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar. Bengkulu: FKIP-TP Universitas Bengkulu (tesis).

Wardhani,I.G.A.K. (2003). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Webb, N. M., & Palincsar, A. S. (1996). Group processes in the classroom. In D. C. Berliner & R. C. Calfee (Eds.), Handbook of educational psychology (pp. 841–873). New York: Macmillan.

Wells, G. (1999). Dialogic Inquiry: Towards a Sociocultural Practice and Theory of Education. New York: Cambridge University Press.

Wijaya, A. (1995). Melatih Anak Berpikir Analitis, Kritis, dan Kreatif. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Zafri, Berpikir Kritis Pembelajaran Sejarah. Padang. Jurnal Diakronika FIS UNP. 24 Mei 2012.

Zurek, A., Torquati., & Acar, I. (2014).Scaffolding as a Tool for Environmental Education in Early Childhood. International Journal of Early Childhood Environmental Education, 2(1), 27-57 what have we missed? Educational Psychologist, 40(1), 1–12


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education
ijis.edu@iainbengkulu.ac.id

 

Lantai 2 Fakultas Tarbiyah dan Tadris
Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu

 

  Creative Commons License
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Google ScholarBielefeld Academic Search Engine (BASE)Garuda