FUNGSI SURAU DALAM KEHIDUPAN SOSIAL KEAGAMAAN MASYARAKAT MINANG PERANTAUAN DI KOTA BENGKULU

Irwan Satria

Abstract


Surau merupakan salah satu bangunan yang cukup penting bagi masyarakat Minangkabau. Keberadaan Surau bahkan sudah ada sejak Islam masuk ke wilayang Minangkabau, yaitu pada zaman Hindu-Budha. Surau digunakan sebagai bangunan kebudayaan  dan  adat,  yang  juga  dimanfaatkan sebagai  tempat  ritual  agama  Hindu-Budha. Surau menjadi  tempat  untuk  mempelajari adat, musyawarah,  dan  membahas  hal-hal yang dapat memberikan  solusi  ideal  terhadap  problem  sosial yang  terjadi  dalam  masyarakat. Sebelum  datangnya  Islam,  surau telah  menempati  struktur  sosial  yang  sangat penting  dalam  masyarakat  Minangkabau sehingga bangunan surau tidak diganti dengan bangunan simbol Islam, yaitu masjid. Surau ternyata tidak hanya ada di Minang, surau kemudian dibawa oleh perantau-perantau Minang ke tempat tinggal mereka yang baru. Ini dikarenakan surau merupakan institusi  yang  berfungsi  untuk mengembangkan  nilai-nilai  moral  agama  dan budaya  di  Minangkabau.


Keywords


Surau, Sosial Keagamaan, Perantauan Minang

References


Agus, Bustanuddin, Sosiologi Agama. Padang: Andalas University Press. 2003.

Bandaro, Sofjan.Dt, dkk, Curai Paparan Adat Minangkabau. Bandung: Remadja Karya. 1984.

Barker, Chris.,Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana. 2004.

Esten, Mursel, Minangkabau Tradisi dan perubahan. Padang: Angkasa Raya. 1993.

Hamka, Islam dan Adat Minangkabau. Jakarta: Pustaka Panjimas. 1985.

Naim, Moctar, Merantau Pola Migrasi Suku Minangkabau. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 1984.

Navis, A.A, Alam Takambang Jadi Guru: Adat Kebudayaan Minangkabau. Jakarta: Grafiti Press. 1984.

Yakub, Nurdin., Minangkabau Tanah Pusaka. Bukit Tinggi: Pustaka Indonesia. 1986.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :