PENAFSIRAN AYAT-AYAT GENDER ( Telaah atas Pemikiran Muhammad Izzat Darwazah dalam Kitab Tafsir al-Hadis)

Rindom Rindom

Abstract


Konsep relasi gender yang dikenalkan oleh Islam lebih dari sekedar mengatur keadilan gender dalam masyarakat, tetapi secara teologis dan teleologis juga mengatur pola relasi mikrokosmos (manusia), makrokosmos (alam), dan Tuhan. Hanya dengan cara ini   manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai khalifah, dan hanya khalifah sukses yang dapat mencapai derajat ‘abid sesungguhnya. Untuk kepentingan ini, Islam telah memperkenalkan konsep dan penilai ideologis yang fundamental menyangkut relasi gender yang mengacu kepada ayat-ayat Alquran yang secara substantif  sekaligus menjadi tujuan utama syari’ah (maqashid al-syari’ah), antara lain mewujudkan keadilan dan kebaikan (QS. 16:90), keamanan dan ketenteraman (QS. 4:58), dan menyeru kepada kebaikan dan mencegah kejahatan (QS. 3:104). Ayat-ayat inilah yang seharusnya dijadikan frame work dalam menganalisa relasi jender dalam Alquran, terutama ketika memahami pesan-pesan normatif yang terdapat tema-tema ayat yang secara spesifik dapat dipahami sebagai ayat-ayat gender

Keywords


Kerukanan, Umat Beragama, dan Manajemen Konflik.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Syahid, Peta Kerukunan Umat Beragama Propinsi Bengkulu” dalam Riuh Di Beranda Satu Peta Kerukunan Umat Beragama Di Indonesia, Jakarta: Depag RI, 2002.

Al Munawar, Said Agil Husin, Fikih Hubungan AntarAgama, Jakarta : Ciputat Press, 2005, cet. III

Bhikhu Parekh, Politics, Religion & Free Speech in Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory, Cambridge, Massachutts: Harvard University Press, 2002

Fisher, Simon et all, Mengelola Konflik: Ketrampilan & Strategi untuk Bertindak (edisi bahasa Indonesia), Jakarta: The British Council. Indonesia, 2000.

Hendriks, William, Bagaimana Mengelola Konflik. Jakarta: Bumi Aksara, 2001.

Horton B. Paul dan Chaster L. Hunt, Sosiologi Jilid I, Jakarta: Erlangga, 1996.

Imam Priyo Handoko, “Upaya Menjadikan Dunia Lebih Indah,” Kompas, Rabu 15 Februari 2006.

Jamhari, Organisasi Keagamaan dan Penguatan Sipil Society, Harmoni: Jurnal Multikultural dan Multi Religius, Vol. 1, No. 03, Juli- Agustus 2002.

Judy Carter dan Gordon S. Smith, Religious Peacebulding: From Potential to action, within Harold Coward nad Gordon S. Smith (Eds), Religion and peace Building Albany: State University on New York Press, 2004

Lederach, Jhon Paul, Conflict Transformation, USA: Good Book, 2003.

Luthans F, Organizational Behavior. Singapore: Mc Graw Hill, 1981.

Minnery, John R., Conflict management in urban planning. England: Gower Publishing Company Limited, 1985.

Nurhayati Djamas, “Pluralisme Agama dalam Komunitas Islam-Katholik: Studi Kasus di Kelurahan Pinang, Cipondoh, Tangerang” Harmoni Jurnal Multikultural dan Multireligious, Volume I, Nomor 2, April-Juni 2002.

Parson, Talcott, “Religion and The Problem of Meaning” dalam Rolan Roberston (ed) Sociology of Religion London- Middlesex: Penguin

Robbins, SP, Organizational Behaviour. Siding: Prentice Hall, 1979

Ross, Marc Howard Ross, The management of conflict: interpretations and interests in comparative perspective. Yale University Press, 1993.

Said Agil Husin Al Munawar, Fikih Hubungan AntarAgama, Jakarta : Ciputat Press, 2005, cet. III.

Wahyudi, Manajemen Konflik dalam Organisasi: Pedoman Praktis bagi Pemimpin Visioner. Bandung: Alfabeta, 2006.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :