PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA INGGRIS YANG BERWAWASAN SOSIOKULTURAL DI MI KOTA BENGKULU

Risnawati Risnawati

Abstract


Pembelajaran Bahasa Inggris pada tingkat MI sebagai mata pelajaran muatan lokal bertujuan untuk memberikan ketrampilan berbahasa (bercakap) menggunakan kalimat-kalimat sederhana. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana materi ajar mulok bahasa Inggris yang digunakan oleh guru Madrasah Ibtidaiyah di Bengkulu? (2) Bagaimana kondisi kemampuan guru bahasa Inggris MI dalam mengembangkan model materi ajar mulok bahasa Inggris di MI Bengkulu? dan (3) Bagaimana desain model materi ajar yang dihasilkan dalam pengembangan materi ajar mulok bahasa Inggris yang berwawasan sosiokultural sebagai pengembangan materi ajar mulok bahasa Ingggris MI Bengkulu? Desain penelitian ini dirancang dengan menggunakan pendekatan Research and Development. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dijabarkan dalam 3 (tiga) langkah kegiatan, yakni tahap eksplorasi, tahap pengembangan model, dan tahap pengujian model. Pengumpulan data tahap I dilakukan dengan menggunakan angket, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 21 orang guru bahasa Inggris MI di kota Bengkulu. Model analisis yang dilakukan pada tahap ini adalah analisis interaktif. Penelitian tahap II dilakukan uji coba model yang dilakukan dengan metode action research dan  expert. Berdasarkan materi ajar yang digunakan guru, banyak ditemukan materi  ajar yang tidak sesuai dengan kurikulum yang ada di Bengkulu. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya guru bahasa Inggris menggunakan materi ajar dari penerbit yang belum mengusung pada tujuan pembelajaran bahasa Inggris di MI, khususnya di Bengkulu. Untuk itu, dalam penelitian ini dirancang pengembangan model materi ajar Mulok bahasa Inggris yang berwawasan sosiokultural yang dapat dimanfaatkan oleh guru-guru bahasa Inggris di MI. Pengembangan materi ajar ini dikembangkan dengan mempertimbangkan: (1) acuan pengembangan (dasar pemikiran), (2) isi materi, (3) organisasi materi, (4) pengembangan materi, (5) penyajian, dan (6) evaluasi. Materi ajar dalam pengembangannya meliputi kegiatan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta memasukkan unsur-unsur sosiokultural setempat (adat-istiadat, kebiasaan). Meskipun dalam organisasi materi disebutkan bahwa buku ini disusun berdasarkan beberapa keterampilan atau skills yakni; listening (menyimak), speaking (bicara), reading (membaca) dan writing (menulis), namun dalam penyajiannya bersifat integratif. Model pengembangan materi ajar yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kerangka acuan guru bahasa Inggris MI dalam mengembangkan materi ajar.

 

Kata Kunci: Materi Ajar Muatan Lokal, Pendekatan Sosiokultural, Madrasah Ibtidaiyah.

References


Alwasilah, A. Chaedar. 1997. "Bahasa Inggris di Sekolah Dasar". Dalam Politik Bahasa dan Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.

Bloor, T. dan Bloor, M., 1995. The Functional Analysis of English: A Hallidayan Approach. London: Arnold.

Bogdan, Robert, S. dan Binklen. 1982. Qualitative Research for Education: An Introduction to Thory and Metdhodds. Boston: Ally and Bacon, Inc.

Borg, Walter R, Meredith Damin Gal. 1983. Educational Recearch : An Introduction. New York & London : Longman

Brown, H.D. 1980. Classrrom Interaction. New Jersey: Practice Hall Inc. Brown, H.D. 1987 Principles of Language Learning and Teaching. Englewood Cliffs: Prentice Hall Regents.

Brown, H.D. 2000. Teaching by Principles. New Jersey: Practice Hall Inc

Charbonneau, M.P. dan Reider, B.E. (1995). The Integrated Elementary Classroom: A Developmental Model of Education for the 21st Century. Boston: Allyn & Bacon.

Cunningsworth. 1995 Choosing Your Course Book Oxford : Heineman

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Pedoman Pengembangan Buku Pelajaran. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Standar Mutu Buku Pelajaran Bahasa Inggris. Jakarta: Pusat Perbukuan.

Departmen Pendidikan Nasional . 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Inggris untuk Kelas IV, V, dan VI SD/MI Kurikulum 2006. Jakarta: Departmen Pendidikan Nasional.

Dubin, Fraida and Olshtain Elite. 1997. Developing Programs and Materials for Language Learning. New York. Cambridge University Press.

Halliday, M..K, dan J.R. Martin 1993. Writing Science: Literary and Discursive Power. London: The Palmer Press.

Halliday, M.A.K, 1994. Introduction to Functional Grammar. London: Arnold.

Hammond, J. et al. 1992. English for Social Purposes: A handbook for teachers of adult literacy. Australia: National Centre for English Language Teaching and Research, Macquary University.

Hymes, Dell. 1972. “On Communicative Competence”. In J.B. Pride and J. Holmes (eds): Sosiolinguistics. Harmondsworth: Penguin.

Jacob, H.H., Ed. (1989). Interdisciplinary Curriculum: Design and Implementation. Alexandria, V.A.: ASCD

Johnson, Keith. 1982. Communicative Syllabus, Design and Methodology. Oxford: Pergamon.

Khashen, Stephen D. 1988. Secoud Language Acquisition and Second Language Learning. New York: Prentice Hall.

Littlewood, W. 1994. Foreign and Second Language Learning: Language Acquisition Research and Its Aplications for The Classroom. Cambridge: Cambridge University Press.

Mey, Jacob L. 1993. Pragmatics: An Introduction. Oxford UK & Cambridge USA: Blackwell.

Moleong, Lexy J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rodakarya.

Nababan, Wri Utari Subyakto. 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: PT Gramedia.

Nunan, David. 1991. Design Task for Communicative Classroom. New York: Cambridge Languange Teaching Library.

Parera, J.D. 1996. Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa: Landas pikir landas teori. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Pattern, T. 1988. Systemic Text Generation as Problem Solving. Cambridge: Cambridge University Press.

Purwo, Bambang Kaswanti. 1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa: Menyibak Kurikulum 1984. Yogyakarta: Kanisius

Robinson-Stuart, Gail and Nocon, Honorine. 1996. Second Culture Acquistion: Ethnography in the foreign language classroom. Modern Language Journal 80: 431-449.

Savignon, Sandra. 1983. Communicative Competence: Theory and Classroom Practice. Massachusetts: Addison Wesley Publishing.

Sumadi. 2000. Panduan Penelitian, Pemilihan, Penggunaan, dan Penyusunan: Buku Pelajaran Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Grasindo.

Tarigan, Henry Guntur. 1991. Metodologi Pengajaran Bahasa 1 dan 2. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tarigan, Henry Guntur. 1998. Pengajaran Pemerolehan Bahasa . Jakarta: Dirjen Dikti.

Templeton, S. 1988. Teaching the Integrated languange Art. Boston: Houghton Mifflin Company.

Thomas. J. 1995. Meaning in Interaction: An Introduction to Pragmatics. Addison Wesley Longman: London.

Wood, Patricia. 1988. "Action Research: A Field Perspective". Journal of Education for Teaching, Vol. 14 (2): 135-150

Zornada, I. dan S. Bojanic. 1988. Strategies Used in Competent Language Learners. Adelaide, Australia: Language & Multicultural




DOI: http://dx.doi.org/10.1161/.v5i3.756

DOI (PDF (Bahasa Indonesia)): http://dx.doi.org/10.1161/.v5i3.756.g673

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

    

_______________________________________________

Creative Commons License
Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

MANHAJ: JURNAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia