MAKNA SIMBOL UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU LEMBAK DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI KEISLAMAN (STUDI TRADISI DI DESA KEMBANG SERI KECAMATAN TALANG EMPAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH)

Ahmad Fikram Ahmad

Abstract


The  results  of the  study  explained,  Firstceremonial procession  namely:  consensus night,  the ceremony, the  bride  besanding, bridal  becampur, menyalang, and  keduri  disband the  committee. Both forms of symbolsKetan fry, Lenguai,4-5 rice dishes,  all existing side dishes,  umbrellas, fans, Sarafal Anam, seven  bars cigarette, cigarette case  (where cigarettes), limes letter (lemon), flowers, water,  a small basin, saffron  rice  portion,Chicken.Third In the  implementation wedding ceremony tribal Lembak  raised  many Islamic values  which  contain  values  of divinity, the value of deliberation, the value of mutual  help and  the value of moral education in life married to each  other along together, love one another and help each  other to live a married life.


Keywords


Symbol;Wedding Ceremony;Traditional Lembak

Full Text:

PDF

References


Sudarto, Makna Filosofi BOBOT, BIBIT, BEBET Sebagai kriteria untuk menentukan jodoh pernikahan menurut adat jawa ,(DIPA IAIN Walisongo Semarang, 2010), h. 2.

Artatie Agoes, Kiat Sukses Menyelengarakan Pesta Pernikahan Adat Jawa (Gaya Surakarta & Yogyakarta), (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2001), h. 1.

Hasil observasi awal peneliti dengan masyarakat suku Lembak desa Kembang Seri Kecamatan Talang Empat pada Minggu, 18 Oktober 2016 pukul 15.00 WIB.

Hamidin, Buku Pintar Pernikahan Nusantara, (Yogyakarta: DIVA Press, 2002), Cet. 1, h. 5-6. George Ritzer, Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda, Yogyakarta: Kanisius,

, h.11

Sanapiah Faisal, Format-format Penelitian Sosial, Jakarta: Raja Grafindo persada,1999, h.67

Tjiptadi Bambang, Tata Bahasa Indonesia, Jakarta: Yudistira, Cet II 1984, h.19

Achmad Fedyani Saefuddin, Antropologi Kontemporer: Suatu Pengantar Kritis Mengenai Paradigma, (Jakarta kencana, 2005), h. 289-

Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial, (Jakarta: Dian Rakyat, 1992), h. 93

Wawancara Yusuf, berusia 35 tahun, bertempat tinggal di Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, jabatan sebagai Khotib Masjid Desa Kembang Seri, ditemui di rumah, Pukul 13.00 WIB, tanggal 16 Juni 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

  


_______________________________________________

Creative Commons License
Jurnal Manthiq ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

MANTHIQ: JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia