PERUBAHAN STATUS DAN AKIBAT HUKUM PELAKU TRANSGENDER TERHADAP KEWARISAN DALAM PERSPEKTIF FIKIH EMPAT MAZHAB

Agususanto Agususanto, Toha Andiko, Iim Fahima

Abstract


Permasalahan transgender menjadi polemik tersendiri. Pemahaman yang salah terhadap pemaknaan transgender berakibat salah dalam pemahaman hukum yang mengikutinya terutama dalam hal kewarisan karena menyangkut gender. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penetapan perubahan status pelaku transgender dalam perspektif Hukum Islam. Selain itu juga untuk mengetahui akibat hukum atas perubahan status pelaku transgender terhadap kewarisan dalam perspektif fikih empat mazhab. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sedangkan metode pendekatannya yang digunakan bersifat yuridis-normatif dan cara pengumpulan data dengan penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah, perubahan status transgender dengan tanpa alasan yang dibenarkan agama, tidak memiliki kekuatan hukum dalam syari’at Islam meski ditetapkan oleh Pengadilan Negeri sekalipun. Lain halnya dengan perubahan setatus transgender dengan alasan yang dibenarkan agama memiliki akibat hukum dan dalam penetapan hukumnya, dikedepankan sikap kehati-hatian dan penuh ketelitian agar tidak terjadi dzalim-mendzalimi karena ketidaktahuan. Sikap itulah yang menjadi pondasi imam empat mazhab fikih dalam ijtihad pengambilan hukum tentang kewarisan transgender. Kehadiran transgender dalam ahli waris tidak membuat rusaknya kewarisan, sehingga transgender tetap menerima bagian waris namun dengan beberapa pendekatan yang dirumuskan oleh imam-imam empat mazhab.

Keywords


Transgender, waris, kuntsa, fikih empat mazhab

Full Text:

PDF

References


Abu Abdillah Muhammad bin Abd Al-Rahman Al-Dimasyqi, Rahmat Al-Ummah Fi Al-Ikhtilaf Al-Ummah, Beirut, Daar Al-kutub Al-Ilmiyyah, 1986.

Al–Suyuti, Al-Jami’ al Shaghir vol. II, (Kairo: Mustafa al Babi al Halabi wa Auladuh, 1954).

Abu Bakar Mas'ud bin Ahmad al-Kasani, Bada'i as-Shana'i fi Tartibi as-Syara'i juz VII, Bairut, Darul kutub al-'alamiyah, 1986.

Ali As-Shabuni Muhammad, Hukum Waris Dalam Syariat Islam, Bandung: Cv Diponegoro, 1995).

Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Akademika Pressindo, 1995).

Djamil Faturahman, Filsafat Hukum Islam, Cet. ke-1, (Ciputat: logos wacana ilmu, 1997).

Gibtiah, Fikih Kontemporer, Jakarta: Kencana, 2016.

Hanitijo Soemitro Rony , Metodolohi Penelitian Hu-kum dan Jurimetri, (Jakarta, Ghalia Indonesia, 1994).

Hazairin, Hukum Kewarisan Bilateral Menurut Al-Quran dan Hadits, Jakarta: Tinta Mas, 19939.

Muhammad Amin Suma Muhamad, Hukum Keluarga Islam Di Dunia Islam, Ed. Revisi 2, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005.

M. Quraish Shihab, M Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, Tanggerang: Lentera Hati, 2011.

Muhammad bin ahmad bin muhammad alushi, Minha al-Jalil Syarhu Mukhtashar khalil juz IX, Beirut: Dar al-fikr, 1989.

Mansyur bin Yunus al-Bahuti, Kasyaf al-Qina' 'an Matan al-Iqna' Juz IV, Bairut, Dar el-Fikr, 1982.

Rahman I Doi, Syari‟ah II: Hudud dan Kewarisan, terj. Zaimuddin dan Rusydi sulaiman, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.

Soekanto Soerajono, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: UI Press, 2007.

Usman Muchlis, Kaidah-Kaidah Ushuliyah dan Fiq-hiyah Pedoman Dasar Dalam Istinbat Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo, 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v5i1.3022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing oleh :
 

  

   free web stats Qiyas Visitors