COVID 19 DALAM PERSFEKTIF FIQIH (STUDI KASUS TRAPI COVID TENTANG KEBERSIHAN)

Sahmiar Pulungan

Abstract


Abstrak

Tujuan tulisan ini adalah untuk menjawab persoalan terhadap musibah yang menimpa dunia pada umumnya, khususnya Indonesia dengan adanya pandemi  covid 19. Pandangan Islam menyatakan bahwa menjaga kebersihan agar tidak terserang penyakit adalah upaya terbaik. Banyak ayat dan hadis menganjurkan agar memperhatikan kebersihan, baik secara khusus atau yang terkait langsung dengan syarat sahnya ibadah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research. Instrument penelitian ini adalah hadis, al-quran, kitab-kitab fikih. Menurut kedokteran, cara yang paling baik untuk mengobati penyakit berjangkit dan penyakit-penyakit lainnya adalah adalah dengan cara menjaga kebersihan. Menjaga kebersihan adalah suatu langkah untuk mengantisipasi diri dari terkena penyakit  termasuk pandemi covid 2019. Sesungguhnya antisipasi lebih baik dari mengobati.

Kata kunci: Fiqh, Covid 19, Kebersihan

Abstract:

The purpose of this paper was to answer the problem of the disaster came to the world in general, especially Indonesia with the covid pandemic 19, in line with that view according to Islamic perspective that maintaining cleanliness is the best effort so we will not be attacked by disease. Many verses and traditions suggest paying attention to cleanliness, either specifically or directly related to the legal requirements for worship. This study uses a qualitative method with a library research approach. The instrument of this research was Hadith, Al-Qur'an, Fiqh Books. According to medicine, the best way to treat infectious diseases and other diseases was to maintain cleanliness. The health solution to overcome cobid 19 was to keep cleanliness. Maintaining cleanliness was a step to anticipate from getting sick, including the covid pandemic 2019. Indeed, anticipation is better than cure.

Keywords: Fiqh, Covid 19, Cleaness


Keywords


Fiqh, Covid 19, Kebersihan

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Ahmad Mubarok. 2001. Panduan Akhlak Mulia: Cet I. PT. Bina Rena Pariwara

Al-Lubab syarhul. Kitab jilid I, Dan ad-Durul Mukhtar, jilid I.

Al-‘Asqalani,Ibnu Hajar, Tahzib al-Tahzib, juz 1, Cet.

Al-Shan’ani Subulas Salam, jilid I

al-saukani ,Nailul Author. Jilid I.

Az-Zuhaili, Wahbah.2014. “At-Tafsirul-Munir: Fil „Aqidah wasy-Syarii‟ah wal manhaj”, Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Tafsῑr al-Munῑr al-‘Aqῑdah wa al-Syari’ah wa al-Manhaj, Jakarta: Gema Insani.

Departemen Agama RI. 2003. Islam untukDisiplin ilmu Kesehatan Dan Kedokteran 2 (Fiqh Kontemporer).

Faried Fsaenong, dkk. 2020. Fikih Pandemi Beribadah Di Tengah Wabah. Nuo Publishing

Fatwa MUI no 14Tahun 2020.

Mukharm, Havis Aravik. 2020. Kebijakan Nabi MuhammadSAW Menangani Wabah Penyakit Menular danImplementasinya Dalam Konteks Menanggulangi Coronavirus Covid-19, Jakart. Jurnal Sosial &Budaya Syar-I, FSH UIN Syarif Hidayatullah, Vol. No. 3, pp.239-246, DOI:10.15408/sjsbs.v7i3.15096

Rahmat AW. 2015. Implementasi Konsep Kebersihan Sebagian Dari Iman Di Iain Raden Fatah Palembang. Tadrib Vol. 1 No. 1

Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020.

Wahbah Az-Zuhaili. 1991. Al-Fiqhu Islam Wa Adilatuhu (terj). Darul Fikir jilid I

Tasri. 2020. Hikmah Di Tengah Wabah Virus Corona Dalam Tinjauan Hukum Islam. Jurnal Tasri Vol. 5, No. 1,




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v5i2.3752

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing oleh :
 

  

   free web stats Qiyas Visitors