WACANA PENGUBURAN SECARA BERDIRI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Efrial Susanto

Abstract


Abstrak

Untuk mengatasi krisis lahan pemakaman di kota-kota besar maka salah satu solusinya adalah dengan merubah tatacara peletakkan jenazah di dalam kubur pada prosesi pemakaman yaitu di letakkan secara berdiri, tidak di baringkan seperti biasanya. Apa yang menjadi sebab adanya wacana penguburan secara berdiri di pemakaman kota-kota besar?. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penguburan secara berdiri?. Untuk mengetahui apa permasalahan-permasalahan pemakaman yang terjadi di kota-kota besar. Untuk mengetahui bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap penguburan secara berdiri. Jenis penelitian yang dilakukan berupa penelitian library research yaitu penelitian yang menggunakan buku dan literatur sebagai objek utama. Penelitian ini didesain dalam bentuk penelitian kepustakaan (library research). Adapun hasil penelitian menyimpulkan Penyebab adanya wacana penguburan secara berdiri adalah Perkembangan penduduk, dan tingkat kematian yang tinggi yang tidak di barengi dengan ketersediaan lahan pemakaman serta prosesi pemakaman yang biasa dilakukan membuat tanah makam semakin hari semakin menipis. Penguburan secara berdiri boleh dilakukan bila kondisi pemakaman tersebut sudah dalam keadaan sulit dan darurat, berdasarkan dalil istihsan bidharurah, kaedah fiqhiyyah Ad-Dhararu Yuzalu (Kemudharatan dihilangkan) dan kaedah fiqhiyyah Ad-Dharurat Tubihu al-Mahzhurat (darurat itu membolehkan larangan).

Kata kunci : Penguburan Berdiri, Hukum Islam

 

Abstract

To overcome the burial land crisis in big cities, one solution is to change the procedure for placing the body in the grave during the funeral procession, which is to put it standing up, not lying down as usual. What are the reasons for the discourse on standing burials in the cemeteries of big cities? How does Islamic law review standing burials? To find out what funeral problems that occur in big cities. To find out how Islamic law reviews stand for burial. This type of research is in the form of library research, namely research using books and literature as the main object. This research was designed in the form of library research (library research). The results of the research conclude that the cause of standing burial discourse is population development, and a high mortality rate which is not accompanied by the availability of burial land and funeral processions that are usually carried out making the burial ground increasingly depleted. Standing burial may be carried out when the condition of the burial is already in a difficult and emergency situation, based on the proposition of bidharurah istihsan, the ad-Dhararu Yuzalu fiqhiyyah principle (Kemudharatan is removed) and the ad-Dharurat law of fiqhiyyah Tubihu al-Mahzhurat (emergency allows prohibition).

Keywords: Standing Burial, Islamic Law


Keywords


Penguburan Berdiri, Hukum Islam

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Abdul Karim Zaidan, Al-Wajiz fi Ushul al-fiqh. Beirut: Muassasah al-Risalah, 1996.

Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009.

Ibnul Mulaqqin Umar bin Ali Al-Mishri, Tuhfatul Muhtaj ila Adillatil Minhaj, Makkah: Darul Harra, 1985.

Iskandar Usman, Istihsan dan pembaharuan Hukum Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994.

Mustafa Al-khan, Dkk.,Al-Fiqh Al-Manhaji Ala Al-Madzhab Asy-Syafi'i, Damaskus: Darul Qolam, 1992.

Nasrun Haroen, Ushul Fiqh I. Jakarta: Logos, 1997.

Muhammad Abu Zahrah, Ushul al-Fiqh, (tanpa tempat: Dar al-Fikr al-Arabi, 1958.

Muhammad khalid Mas’ud, Filsafat Hukum Islam; Studi tentang Hidup dan Pemikiran Al-Syatibi, terj. Ahsin Muhammad, Cet I. Bandung: Pustaka, 1996.

Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah jilid 1, Kairo: Dar al-Fath, 1999.

Sugiyono, Metodologi PenelitianPendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif, dan R&D, Bandung: Alfabeta, 2012.

Suwarjin, Ushul Fiqh, Yogyakarta: Teras, 2012.

Yahya Ibnu Syarf an-Nawawi, Riyadhusshalihin min kalamin sayyidil mursalin, Kairo: Maktabah as-Saffah, 2004.

Zulham Wahyudani “Perubahan Sosial dan Kaitannya dengan Pembagian Harta Warisan dalam persfektif Hukum Islam” Jurnal Ilmiah Islam Futura, Vol: 14 Nomor 02, Februari 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v5i2.3754

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing oleh :
 

  

   free web stats Qiyas Visitors