ANALISIS PEMBAGIAN WARIS BERDASARKAN AKTA YANG DIBUAT DIHADAPAN NOTARIS PERSPEKTIF SADD ADZ-DZARI'AH (STUDI DI KANTOR NOTARIS KOTA BENGKULU)

Rizfitriani Alamsyah

Abstract


Abstrak

Pembagian harta warisan berdasarkan hukum Kewarisan Islam merupakan suatu kewajiban yang harus dijalankan, karena ini merupakan suatu bentuk keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, pada kenyataannya ada masyarakat Bengkulu yang melakukan pembagian  warisan dengan menggunakan prinsip kekeluargaan dan kesepakatan bersama antara ahli waris, kemudian dibuatlah Akta nya di hadapan Notaris. Adapun rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah : 1) Bagaimana pembagian harta warisan yang dilakukan oleh ahli waris berdasarkan akta yang dibuat dihadapan notaris?, 2) Bagaimana kedudukan akta pembagian warisan yang dibuat dihadapan notaris perspektif Sadd Adz-Dzari'ah?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data menggunakan  Metode Dokumen (Documentation). Hasil kesimpulan menyatakan bahwa, 1) Ahli waris dalam membagi harta peninggalan tersebut tidak menggunakan sistem kewarisan Islam tetapi dibagi secara kekeluargaan yaitu dengan cara masing-masing pihak saling bermusyawarah mencari jalan keluar dari masalah kewarisan yang dihadapi. 2) Pelaksanaan pembagian warisan secara kekeluargaan, bukan dimaksudkan untuk menghindar dari furudhul muqaddarah (bagian yang sudah diatur jelas dalam nash),tetapi tidak lain demi kemaslahatan bagi semua ahli waris dan menghindari kemudharatan. Untuk mencegah terjadinya kemudharatan tersebut, maka dibuatlah Akta Pembagian Waris di hadapan notaris. Sehingga dalam perspektif sadd adz dzari’ah, kedudukan pembuatan akta pembagian waris hukumnya sunnah.

Kata kunci : Warisan, Akta Notaris, Sadd Adz-Dzari’ah.

Abstract

The distribution of inheritance based on Islamic inheritance law is an obligation that must be carried out, because this is a form of faith and piety to Allah and His Messenger. However, in fact there are Bengkulu people who do the distribution of inheritance using the principle of kinship and mutual agreement between heirs, then the Deed is made before the Notary. The formulation of the problem in this research are: 1) How is the distribution of inheritance made by the heirs based on the deed made before the notary perspective of Sadd Adz-Dzari'ah?, 2) What is the position of the inheritance distribution deed made before the notary perspective of Sadd Adz-Dzari’ah?. This type of research is library research. Data collection techniques using the Document Method. The conclusion states that, 1) The heirs in dividing the inheritance do not use the Islamic inheritance system but are divided in a family manner by means of each party discussing each other looking for a way out of the inheritance problem being faced. 2) The implementation of the distribution of inheritance in a family, not intended to avoid furudhul muqaddarah (the part that is clearly set out in the text), but is nothing but for the benefit of all heirs and avoid kemudharatan. To prevent this kemudharatan, then made the Deed of Inheritance before the notary public. So in the perspective of sadd adz dzari'ah, the position of making the deed of distribution of legal inheritance is sunnah.

Keywords: Inheritance, Notarial Deed, Sadd Adz-Dzari'ah.


Keywords


Warisan, Akta Notaris, Sadd Adz-Dzari’ah.

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Beni Ahmad Saebani, Fiqih Mawaris, Bandung:Pustaka Setia, 2012.

Effendi Perangin, Hukum Waris, Jakarta: Rajawali Pers,2008.

Gibtiah, Perubahan Sosial Dan Pembaruan Hukum Islam Perspektif Sadd Al-Dzari’ah, Jurnal Nurani, Vol. 15, No. 2, Desember 2015.

Mohammad Athoillah, Fikih Mawaris, Bandung: Yrama Widya, 2013.

Suryo Sukamto, Pengantar Penelitian Hukum, Yogyakarta: UII Press,1986.

Notaris H. Mufti Nokhman, Akta Pembagian Warisan No.19, h.3

Notaris H. Kuswari Ahmad, Akta Pernyataan Nomor 33, h.2

Notaris H. Kuswari Ahmad, Akta Pernyataan Nomor 33, h.3

Notaris Rizfitriani Alamsyah, Akta Pernyataan Nomor 69, h.3

Notaris H. Kuswari Ahmad, Akta Pernyataan Nomor 95, h.3




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/qys.v5i2.3755

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing oleh :
 

  

   free web stats Qiyas Visitors