MENUMBUHKAN RASA MALU (SHAME)DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJADI LEMBAGA PENDIDIKAN

Fitri Yunizar

Abstract


Tulisan ini berangkat dari fenomena kenakalan remaja yang kian hari dirasakan sangat meresahkan, mulai dari tindakan yang ringan hingga berat. Kondisi ini dilatari oleh berbagai faktor dimana salah satunya adalah faktor lingkungan pendidikan. Remaja usia sekolah yang dinamakan siswa harus ditumbuhkan dalam diri mereka budaya malu akan perbuatan yang menyimpang tersebut.  Proses pembentukan budaya malu dapat dilakukan dengan mengadopsi teori reintegratif shaming yang dikemukakan oleh Braithwaite, namun demikian tetap berpegang pada proses dan program yang terintegrasi antara guru, orang tua, dan masyarakat sehingga dapat terhindar dari kesalahfahaman terutama mengenai hak perlindungan anak dalam konteks undang-undang.

Keywords


Rasa Malu, Kenakalan Siswa, Lembaga Pendidikan

Full Text:

PDF

References


Ali, Muhammad dan Asrori, Muhammad.Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Bumi Aksara, 2012)., hlm. 9

Baron, RA dan Byrne, D. Psikologi Sosial, alih bahasa Ratna Djuwita dkk, Jakarta: Erlangga, 2005) jilid-10

Braithwaite, John.Crime, Shaming and Reintegrative, Melbourne: Cambridge University Press, 1989

G Myers, Psikologi Sosial, Salemba: Humanika, 2012

Gaycar, Adam. Dalam Australian Institute of Crimonology, trends and Issues in crime and criminal justice, Bullying and Victimisation In School: A Restorative Justice Approach, No. 219, Pebruari 2002, hal.2-3. http://www.aic.gov.au.

Hawari, Dadang. Psikiater, al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yasa, 2005

Hidayati, Novi Wahyu.Hubungan Harga Diri Dan Konformitas Teman Sebaya Dengan Kenakalan Remaja, Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI), Vol. 1, No. 2, April 2016

http://manaberita.com/2018/01/malu-hamil-diluar-nikah-remaja-15-tahun-bunuh-bayinya-dengan-gunting-di-toilet-rumah-sakit/ diakses tanggal 25 Mei 2018

http://manado.tribunnews.com/2018/05/25/abg-usia-15-tahun-bunuh-bocah-lima-tahun-ibunda-grace-bantu-polisi-lewat-mimpi diakses tanggal 25 Mei 2018

https://plus.kapanlagi.com/fenomena-klitih-potret-kenakalan-remaja-yang-mengkhawatirkan-f90439.html diakses tanggal 25 Mei 2018

Keeler. W. 'Shame and Stage Fright in Java" , 1983. ETHOS 11:3 Society For Psychological Antrophology. Fall KOMPAS. 24-12-1986.

Kugler K. & Jones. W.H.On conceptualizing and assessing guilt, Journal of Personality and Social Psychology, 1992.

Mas’ud, Abdurrahman. “Reward and Punishment dalam Pendidikan Islam”, Jurnal Media, Edisi 28, Th. IV, November, 1999

Meliala, Adrianus. Antara Menghukum Atau Mempermalukan: Suatu Upaya Memodifikasi Perilaku (Pengalaman 6 SMU di Depok, Jawa Barat), Jurnal MAKARA, Sosial Humaniora, Vol. 8, No. 3, Desember 2004

Sulaeman, Dadang. Psikologi Remaja, Dimensi-Dimensi Perkembangan, Bandung: Penerbit Mandar Maju, 1995)., hlm.1

Ulwan, Abdullah Nashih. Tarbiyatul Aulad Fil Islam, terj. Jamaluddin Mirri, "Pendidikan Anak dalam Islam" Jilid 1, Bandung: PT-Rosdakarya, 1992

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003

Widiyanti. Ninik dan Waskita, Yullus. Kejahatan dalam Masyarakat dan Pencegahannya, (Jakarta: PT. Bina Aksara, 2005), hlm. 139




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/btu.v4i2.2678

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by :

   Garuda

 

free web stats al-bahtsu Visitors