KEDUDUKAN GUBERNUR SEBAGAI WAKIL PEMERINTAH PUSAT DI DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA

M. Arafat Hermana, Arie Elcaputera

Abstract


Abstract: Aside from being located as an autonomous region, it is also located as an administrative area; therefore, in addition to regulating the autonomous region, the Governor as the regional head also acts as the central representative in the regions. However, as the head of the region, the Governor is also responsible for regulating his autonomous region and also responsible to the people who elect him. The research objective is to discuss the constitutionality of the Governor's position as the representative of the central government in the region based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The type of research used in this Studi is normative. The results showed that the Governor in carrying out his government in accordance with the mandate of the constitution performed its duties as regional head based on autonomy and assistance tasks. Based on the conclusions that can be drawn about whether the task is interpreted and the authority of the Governor is based on the principle of Deconcentration, the Position of the Governor is the Central Representative in the region and is an expansion of government in the administration of government.

Keywords : Governor; Autonomy; Government


Full Text:

PDF

References


Pustaka Acuan

A. Buku

Ardilalafiza, Rekonseptualisasi Negara kesatuan RI berdasarkan UUD NRI 1945, Desertasi, Universitas Brawijaya Malang, 2012.

Agussalim Andi Gadjong, Pemerintahan Daerah : Kajian Politik dan Hukum, Ghalia Indonesia, Bogor, 2007.

Amrah Muslimin, Beberapa Asas-asas dan Pengertian-pengertian Pokok tentang Administrasi dan Hukum Administrasi, Alumni, Bandung, 1980.

Bahan ajar Hukum Administrasi Negara Fakultas HukumUnib.

Halim HS dan Erlies Septiana Nurbani, Penerapan Teori Hukum Pada Penelitian Tesis dan Desertasi, PT Raja Grapindo Persada, Jakarta, 2013.

Hanif Nurcholis, Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Gramedia Widiasarana, Jakarta, 2007.

Jimly Asshiddiqie, perkembangan dan konsolidasi lembaga Negara pasca reformasi, sinar grafika, Jakarta, 2012.

JimmlyAsshiddiqiedan M, Ali Safa‟at, Teori Hans KelsenTentangHukum, SekretariatdanKepaniteraanMahkamahKonstitusi: Jakarta, 2006.

Joeniarto, Perkembangan Pemerintahan Lokal, Bumi Aksara, Jakarta, 1992.

Mahfud MD, Perdebatan Hukum Tata negara Pasca Amandemen Konstitusi, Rajawali Press, Jakarta, 2011.

Ni’matul Huda, Hukum Tata Negara, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005.

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2010.

Philipus M. Hadjon, “Tentang Wewenang”, YURIDIKA, No.5&6 Tahun XII, September -Desember, 1997.

Sirajudin Dkk, Hukum Administrasi Pemerintahan Daerah,Setara Press, Malang, 2016.

Ramlan Subakti, Memahami ilmu politik, cetakan 7 jakarta, Grasindo 2010.

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, Jakarta,Rajawali Pers, 2006.

RiantoAdi,Metodelogi Penelitian Sosial dan Hukum, Granit; Jakarta,2004.

Ronny Hanitijo Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri, Ghalia Indonesia: Jakarta.1990.

Rusdianto Resung, Hukum Otonomi Daerah, Negara Kesatuan, Daerah Istimewa, Dan Daerah Otonomi Khusus, Pt refika Aditama, Bandung, 2013.

SoerdjonoSoekanto, dan Sri Mamuji, PenelitianHukumNormatifSuatuTinjauanSingkat,RajawaliPers, Jakarta, 2003.

Suratman dan Phlips Dillah, Metode Penelitian Hukum, Alfabeta, Bandung, 2015.

Siswanto Sunarno, Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia, Sinar Grafika, Cetakan kelima, 2014, Jakarta.

Titik Triwulan Taufik, Konstruksi Tata Negara Indonesia Pasca Amandeman Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Kencana Prenada Media Grup, Jakarta, 2015.

Y.W. Sunindhia, Praktik Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah, PT. Bina Aksara, Jakarta, 1987.

B. Artikel

Mahfud MD, Makalah: Negara Konstitusi. Makalah disampaikan dalam Acara Orientasi Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan 2009-2014 pada Selasa, 8 September 2009 di Ball Room Hotel Harris Tebet. Jakarta.

Faisal Akbar Nasution, Pengawasan Dan Pembatalan Terhadap Peraturan Daerah, Jurnal Konstitusi, PKK FH Universitas Bengkulu, Volume III Tanggal 1 Juni 2010.

Jimly Asshiddiqie, Struktur Ketatanegaraan Indonesia Setelah Perubahan Keempat UUD Tahun 1945, Makalah Disampaikan dalam Simposium yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman dan HAM, 2003.

Jimly Asshidiqie, Paradigma Baru Pembangunan Daerah, Disampaikan pada Ceramah dalam forum yang diselenggarakan oleh Pemda Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda, 23 Maret, 2015.

Jurnal Konstitusi, PKK FH Universitas Bengkulu, Volume III Tanggal 1 Juni 2010.

C. Internet

Jimmly Asshiddiqie, 2004, Cita Negara Hukum Indonesia Kontemporer dalam www. pemantau peradilan.com.

Jimmly Asshiddiqie yang berjudul Demokrasi dan Hak Asasi Manusia dalam www.constitutions.com.

Jimly Asshiddiqie, Artikel gagasan Negara Hukum, PDF,

D. Peraturan

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/imr.v5i2.3482

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

This journal is indexed by:

     
 

Creative Commons License

Jurnal Al Imarah ini diterbitkan oleh Fakultas Syariah IAIN Bengkulu dan disebarluaskan dengan perizinan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

JURNAL AL IMARAH: JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia