EKSISTENSI DAN FUNGSI KESENIAN SARAPAL ANAM DI KOTA BENGKULU

Ajalon Tarmizi

Abstract


Penelitian ini berupaya mengobservasi Eksistensi Dan Fungsi Kesenian Sarapal Anam Di Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan bahan dokumentasi agar bentuk kesenian Sarapal Anam tetap dapat dipertahankan dan dilestarikan. Gagasan pelestarian warisan budaya sebagai produk nilai-nilai budaya daerah termasuk didalamnya adat istiadat tradisi kebiasaan menjadi sangat urgent agar indentitas jati diri kebudayaan masyarakat agar tidak luntur atau bahkan tidak punah serta mengetahui pandangan Islam terhadap kesenian Sarapal Anam dan mendapatkan keterangan peristiwa Musikologis seni Sarapal Anam yang sebenarnya dimasyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analisis. Responden dalam penelitian ini yaitu tokoh-tokoh kesenian Sarapal Anam yang ada di Kota Bengkulu, khususnya yang pernah atau masih terlibat sebagai pelaku kesenian Sarapal Anam, Seniman-seniman tradisi dan took-toko agama yang mengerti tentang kesenian Sarapal Anam, serta Budayawan yang mengerti tentang Sarapal Anam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Dalam penganalisaan kesenian Sarapal Anam ini terdiri dari dua unsure yaitu unsure internal dan eksternal. Analisis musikologis kesenian Sarapal Anam yang termasuk kedalam unsur internal adalah : segala hal yang berkaitan langsung dengan materi musik seperti syair atau sastra dan beberapa unsur musikologis yang terkait yaitu : melodi, kalimat, tempo, dinamika, timbre dan motif. Sedangkan unsur eksternal dalam kesenian Sarapal Anam terdiri dari peristiwa musikologis yang berlangsung pada waktu, tempat dan suasana tertentu seperti halnya peristiwa musik Sarapal Anam dalam upacara pesta perkawinan di Kota Bengkulu.

Full Text:

PDF

References


Ariyora Suyono, Kamus Antrapologi, (Jakarta : akademika presindo, 1985) P. 277).

Alam P. Merriam, The Antropologi Of Music, (Chicago: Nort Westen University Press, 1964), P. 227.

Ariyono Suyono, kamus Antropologi (Jakarta : Akademi Presindo,1985),PP. 327 328

Bruno Netll, Music in Primitiveculture (University Pres, 1956)P.7

Bambang marhijanto, kamus Lengkap Bahasa Indonesia Popular, (Surabaya:Bintang Timur, 1995)P.143

Budiono Herusatoto, simbolisme dalam budaya jawa (Yogyakarta:PT.

Bambang Marhijanti, Kamus lengkap bahasa Indonesia popular, (Surabaya Bintang Timur,1995), P.268

Bambang Martijanto, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Populer, (Surabaya :Bintang Timur,1995), P.197

Bruno Netell, Music In Primitu Culture, (Cambridge: University

Press,1956),P.147

Clifford Gertz, Kebudayaan dan Agama, (Yogyakarta : Mizan, 1994 ), PP 3.4

Daryusti dalam Dr. Y.Sumandyo Hadi : Hegemoni penghulu dalam Persepektip Budaya, (Yogyakarta :Pustaka,2006),P.5

Hadawi Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, ( Yogyakarta : Gajah Mada Universitas pres, 1993 ) P63.

Haryono suyono, Kamus Antropologi. (Jakarta : Bulan Bintang, 1977, P260 ).

hamid Abdulah, Manusia Bugis Makasar, (Jakarta: Inyi Idaya Press,1985), P.7

Hanindita Graha Widya, 1991)P.27

Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah,1984),P.4

I Wayan Senen, Metode Perancangan Musim Etnis Sebuah Alternatip.“Makalah Seminar Dalam Langkah Ceramah Ilmiah Dijurusan Etnomusikologi” (FSP ISI Yogyakarta, tanggal 25 April), P.9

I Wayan Senen, Pengetahuan Musik Tari Sebuah Pengantar (Yogyakarta: Asti Yogyakarta, 1983),P.19

Karl-Edmund Prier S, Sejarah Musik Jilid I, Yogyakarta : Pusat Musik (Iturgi 1991), P.52.

Kuntowijoyo,et al, Tema Islam dalam pertunjukan rakyat jawa: kajian aspek sosial keagamaan dan kesenian (Jakarta:Depdikbud, Direktorat Jenderal Kebudayaan,1987),P.25

Khaerudin, kesenian Rate ( Yogyakarta: ISI Yogyakarta, 1997),P.102

Khaerudin, aktualisasi dan fungsi kesenian Ratek (Yogyakarta :ISI Yogyakarta, 1997), P.115.

Khaerudin, Aktualisasi Kesenian rate, ( Yogyakarta: ISI Yogyakarta,1997),P.26

Lazmihfa. Pergeseran Tradisi Tabot di Provinsi Bengkulu pada masa Orde Baru dan Reformasi, (Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta, 2013). P2

Murtadha, Prespektif Al-Qur’an tentang manusia dan agama, (Bandung:Mizan, 1990), P. 118.

Mulyadi et al,- Upacara Tradisional Sebagai Kegiatan Sosialisasi Daerah

M.Soharto, Kamus musik (Jakarta:Gramedia,1992),P.80 Karl-Edmund Prier Sj, Ilmu bentuk musik (Yogyakarta: Pusat music litungi,1996),P.2

Salim Muqodar. Eksitensi Kesenian Tari Baduy Di Tengah Budaya Masa Kini (Yogyakarta:Universitas Sunan kalijaga, 2015), P1

Santosa, et al,-Etnomusikologi definisi dan perkembangannya, (Surakarta:yayasan musikologis Indonesia,1992),P.143

Seyyed Hozein Nars, Islamic art and Spirituality, diterjemahkan oleh sutejo, spiritualitas Sn seni Islam, (Bandung : Mizan, 1993), P. 163

Sidi Gazalba, pandangan islam tentang kesenian, (Jakarta :Bulan bintang,1977), P.45 Ibid . , P. 45

Sidi Gazalba, Asas Kebudayaan Islam, (Jakarta:Bulan Bintang,1977),P.299. Sidi Gazalba, Op.Cit, P.5

Soedarso Sp, Tinjauan Seni Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni (Yogyakarta : Saku Dayar Sana, 1987), P.5

Umar Kayam, Seni Tradisi Masyarakat, (Yogyakarta : Sinar Harapan, 1981),PP.38-39.

Pak Kyai DG. Bani, Dialog Ramadhan, Fajar Kolom I, 1998, P.12

W.J.S Poewardarminto, kamus umum bahasa Indonesia, (Jakarta: PN Balai Pustaka,1989), P.916




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/nz.v4i3.2699

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Annizom



  

 

View My Stats