PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PAI BERWAWASAN ISLAM WASATIYAH : UPAYA MEMBANGUN SIKAP MODERASI BERAGAMA PESERTA DIDIK

Kasinyo Harto, Tastin Tastin

Abstract


Abstract: Development of PAI Learning with Islamic Wasatiyah Insight: Efforts to Build Moderation Attitude Religious Learners. The human dignity of the Indonesian people has fallen to the deepest abyss, the violence and crime that occurred is an indication that our society has shifted into a society that has lost national identity. The motive for terror is carried out over and over again about jihad fisabilillah in order to achieve a degree of martyrdom, which is a noble degree in upholding the religion of Allah. The meaning of jihad is understood literally-textualist, that is only limited to war (qital) in the physical sense by taking up arms aimed at people both individually and institutionally. Such a textual-literary understanding implies rigid, exclusive and intolerant social-religious attitudes and behaviors to people who are different from them so that there is some kind of belief that people who are outside their group are not right (kafir) and are required fought. Our religious education seems to still be trapped in the teaching of the cognitive dogmatic realm which is teaching the knowledge of rules and religious law with fiqh oriented (fiqh oriented), so the fiqh is considered as religion itself. Departing from these problems, it is necessary to reconstruct a scientific-doctrinaire-based modern learning approach. The students are allowed to inner and intellectual encroachment, so they will find maturity in religion, both in terms of their religious affections and intellectual dimensions. This research includes library research, therefore the steps to be taken are the exploration of a number of data from various literature, both primary data, and secondary data. The method of data collection is done by collecting books, articles, journals, scientific opinions in which it reveals and examines the wasatiyah. The data analysis techniques using descriptive-analytic methods. The data that has been analyzed presented with the deductive method which departs from general theory to lead to conclusions to answers to the research problem. The results of the study show that applying a contextual scientific approach is a must because the approach touches three domains: attitudes, knowledge, and skills. The result is an increase and balance between the ability to be a good human being and have the skills and knowledge to live properly. Learning about Islamic wasatiyah insight is expected to be: first, students become more aware of their own religious teachings and aware of the reality of the teachings of other religions. Second, students are able to develop an understanding and presentation of other people's religions. Third, encourage students to participate in social activities which involve various adherents of different religions. Fourth, students can develop all of their own potential including their diversity potential, so they can control their own lives and more empowered.

Abstrak: Pengembangan Pembelajaran PAI Berwawasan Islam Wasatiyah : Upaya Membangun Sikap Moderasi Beragama Peserta Didik. Martabat kemanusiaan bangsa Indonesia sudah terpuruk ke jurang paling dalam, kekerasan-kekerasan dan tindak kriminal yang terjadi merupakan sebuah indikasi bahwa masyarakat kita telah bergeser normanya menjadi masyarakat yang kehilangan jatidiri kebangsaan yang ramah. Motif teror yang dilakukan lagi-lagi soal jihad fisabilillah dalam rangka mencapai derajat syahid, yang dalam agama merupakan derajat yang mulia dalam menegakkan agama Allah. Makna jihad dipahami secara literalis-tekstualis, yakni hanya sebatas perang (qital) dalam arti fisik dengan mengangkat senjata yang ditujukan kepada orang baik secara perorangan maupun kelembagaan. Pemahaman yang tekstual-literal semacam itu, berimplikasi kepada sikap dan perilaku sosial keagamaan yang rigid, eksklusif dan intoleran  kepada orang yang berbeda paham dengan mereka, sehingga ada semacam keyakinan, bahwa orang yang diluar dari kelompok mereka  adalah tidak benar (kafir) dan wajib untuk diperangi. Pendidikan agama kita nampaknya masih terjebak dalam pengajaran ranah kognitif dogmatis yang sibuk mengajarkan pengetahuan peraturan dan hukum agama dengan disiplin ilmu fiqh yang menjadi orientasinya (fiqh orientid) sehingga fiqh dianggap sebagai agama itu sendiri. Berangkat dari problematika tersebut, Maka perlu melakukan rekonstruksi pendekatan pembelajaran modern berbasis scientific-doktriner dengan demikian, peserta didik dibiarkan melakukan perambahan batin dan intelektual, sehingga kelak menemukan dalam dirinya kedewasaan dalam beragama, baik dalam hal afeksi religiusnya maupun dimensi intelektualnya. Penelitian ini termasuk library research, karena itu langkah-langkah yang akan dilakukan adalah eksplorasi terhadap sejumlah data dari berbagai literatur, baik data primer, maupun data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku, artikel, jurnal, opini ilmiah yang didalamnya mengungkap dan mengkaji wasatiyah. Adapun teknik analisa data dengan menggunakan metode deskriptif-analytic. Data yang telah dianalisis kemudian dipaparkan dengan metode deduktif yang berangkat dari teori umum untuk menuju pada kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan pendekatan saintifik kontekstual merupakan suatu keharusan, karena dengan pendekatan tersebut menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hasilnya adalah peningkatan dan keseimbangan anatara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik dan memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak. Pembelajaran PAI berwawasan Islam wasatiyah diharapkan dapat: pertama, peserta didik menjadi lebih sadar terhadap ajaran agama mereka sendiri dan sadar terhadap adanya realitas ajaran agama lain. Kedua, peserta didik mampu mengembangkan pemahaman dan paresiasi terhadap agama orang lain. Ketiga, mendorong peserta didik untuk berpartipasi dalam kegiatan sosaial yang di dalamnya terlibat berbagai penganut agama yang berbeda. Keempat, peserta didik dapat mengembang seluruh potensi mereka sendiri termasuk potensi keberagaman mereka sehingga mereka dapat mengontrol kehidupan mereka sendiri, dan dengan cara demikian mereka lebih berdaya.

 


Keywords


PAI Learning, Wasatiyah, Religious Moderation

Full Text:

PDF

References


Abd al-Baqi, Fuad Muhammad (1992). Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz al-Qur’an al-Karim. Beirut: Dar al-Fikr.

Abou El-Fadl, Khaled M (2006). Selamatkan Islam dari Muslim Puritan, terj. Helmi Mustofa. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Abdullah, Amin (2008). “Desain Pengembangan Akademik IAIN menuju UIN Sunan Kalijaga: dari penekatan Dikotomis-Atomistis ke arah integratif-interdisiplinary” dalam Zainal Abidin Bagir, Integrasi Ilmu dan Agama, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agustriana, N. (2019). PENGARUH METODE EDUTAINMENT DAN IDENTITAS DIRI TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL ANAK. Al-Fitrah, 1(2), 216–228. Retrieved from http://ejournal.iainbengkulu.ac.id/index.php/alfitrah/article/view/1517

Ali, Muhammad, (2007). “Moderate Islam Movement in Contemporary Indonesia,” in Islamic Thoughts and Movements in Contemporary Indonesia, ed. oleh Rijal Sukma dan Clara Joewono Jakarta: Center for Strategic and International Studies.

Amal, Adnan Taufik, (1994). Islam dan Tantangan Modernitas (Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman). Bandung: Mizan.

Al Asfahani Ragib. Mufradat Alfaz al Qur’an. Damaskus: Dar al Qalam, jilid. II

Al Barry dan Partonto, (2001). Kamus Ilmiah Populer. Surabaya, Arkola.

Purwadarminto, W.J.S., (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Al-Maragi, Mustafa Ahmad. Tafsir al-Maraghi Jilid V, (t.t.: Dar al-Fikr, 1974/1394

Al Qaradawi, Yusuf, (1983). al Khasa’is al ‘Ammah li al Islam. Bairut: Mu’assasah al-Risalah.

Al Tabari, Ibnu Jarii, (1389). Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wibal-Qur’an Tafsir al-Tabari, Jilid, II.

Azra, Azyumardi, (2003). “Bali and Southeast Asian Islam: Debunking the Myths,” in After Bali: The Threat of Terrorism in Southeast Asia, ed. oleh Kumar Ramakrishna dan See Seng Tan (Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.

Badruzaman, Ahmad (2006). Strategi dan Pendekatan dalam Pembelajaran. Yogyakarta, ar-Ruzz.

Burhani, Najib Ahmad. “Al-Tawassuṭ wa-l I‘tidāl: The NU and Moderatism in Indonesian Islam,” Asian Journal of Social Science 40, no. 5–6 (2012): 564–581.

Burhani, Najib Ahmad (2007). “Pluralism, Liberalism and Islamism: Religious Outlook of the Muhammadiyah Islamic Movement in Indonesia” Tesis, Faculty of Humanities, University of Manchester.

Daradjat, Zakiah (1996). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta,Bumi Aksara.

Depdiknas. (2002). Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.

Dimyati dan Mudjiono (1994). Belajar dan Mengajar. Jakarta; Rineka Cipta

Esposito, L. John and Voll O. John. (2001). Tokoh-tokoh Gerakan Islam Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Harto, Kasinyo, (2004). Model Pengembangan Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural. Palembang: Excellent.

____________, Rekonstruksi Metodologi Pendidikan Agama Islam ; Upaya Membangun Karakter Keberagamaan Peserta Didik Yang Wasathiyah., Orasi Ilmiah Dalam Rangka Pengukuhan Guru Besar Dalam Bidang Metodologi Pendidikan FITK UIN Raden Fatah Palembang. 10 Mei 2017.

Hanafi, M. Muchlis (2013). Moderasi Islam: Menangkal Radikalisasi Berbasis Agama. Jakarta: Ikatan Alumni al-Azhar dan Pusat Studi al-Qur‘an.

Hamalik, Oemar (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Hilmy, Masdar “Whither Indonesia’s Islamic Moderatism? A Reexamination on the Moderate Vision of Muhammadiyah and NU,” Journal of Indonesian Islam 7, no. 1 Juni 2013: 25.

Jokowi, “Indonesia Sumber Pemikiran Islam Dunia,” diakses 9 September 2016, https://www.kemenag.go.id/berita/387579/presiden-jokowi-indonesia-sumber-pemikiran-islam-dunia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2005). Jakarta: Balai Pustaka, Edisi Ketiga.

Kementrian Agama RI, (2010). Syaamil al-Qur’an: Miracle The Reference, 22 Keunggulan Yang Memudahkan dalam 1 al-Qur’an Dengan Referensi yang Sahih, Lengkap, dan Komprehensif. Bandung: Sygma Publishing.

Kuntowijoyo, (2004). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi dan Etika. Yogyakarta: Teraju

Madjid, Nurcholis (2008). Islam Doktrin dan Peradaban, cet. Ke-6 Jakarta: Paramadina Bekerjasama dengan Dian Rakyat.

Madjid, Abdul dan Andayani, Dian (2005). Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Mashadi, Imron (2009). Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Multikulturalisme, “Reformasi PAI di Era Multikultural”. Jakarta: Balai Litbang Agama.

Mujiburrahman, (2008). Mengindonesiakan Islam: Representasi dan Ideologi, I. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mulyasa, E (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhith, Faizin Nur. Menguak Rahasia Cinta Dalam Al-Qur’an. Surakarta: Indiving Publishing.

Nata, Abuddin (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana.

Nashir, Haedar. Gerakan Islam Syari’at (Reproduksi Salafiyah di Indonesia). Qardhawi, Yusuf 1993. Islam Ekstrem (Analisis dan Pemecahannya). Bandung: Mizan.

Nasution, Harun (1995). Islam Rasionalis (Gagasan dan Pemikiran). Bandung: Mizan.

Nurdin, Ali (2006). Qur’anic Society; Menelusuri Konsep Masyarakat Ideal dalam Al-Qur’an. Jakarta: Erlangga.

Nuh, bin Abdullah, (1993). Kamus Baru Jakarta: Pustaka Islam.

Pidato SBY di depan peserta APEC CEO Summit 2011 di Honolulu Maktab I’lamiy Hizbut Tahrir Indonesia NO: 214/11/11 18 November 2011/22 Dzulhijjah 1432 H

Qardhawi, Yusuf. (1994). Memahami Karakteristik Islam: Kajian Analitik, Surabaya: Risalah Gusti.

Qasim, Syarif Aun, (1980). Fi al-Tariq ila al-Islam. Beirut: Dar al-Qalam

Qutb, Sayyid, Fi Zilal al-Qur’an, Jilid V, Bairut: Dar al-Ihya al-Turasal-‘Arabi.

Sabiq, Sayyid, (2000). al-Fiqh al-Sunnah. Jilid II, Qahirah:, Dar al-Fath Lil I’lam al-‘Arabiy.

Sagala, Syaiful (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Salim, Abd. Muin, (1994). Fiqhi Siyasah Konsep Kekuasaan Politik Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan.

Suprayogo, Imam Paradigma Pengembangan Keilmuan pada Perguruan Tinggi: Konsep Pendidikan Tinggi yang Dikembangkan UIN Malang. Malang: UIN Malang Press.

Shihab, Quraish, (2006). Wawasan Al-Quran Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat.

Sirry A. Mu’nim, (2003). Membendung Militansi Agama (Iman dan Politik dalam Masyarakat Modern). Jakarta: Erlangga.

Syu‘aibi, Ali (2010). Meluruskan Radikalisme Islam Terj. Muhtarom tp: Duta Aksara Mulia.

Taher, S. Lukman. Damai untuk Kemanusiaan, Strategi dan Model Komunikasi Antara Umat Beragama di Sulawesi Tengah. Palu: USAID-FKUB Sulteng.

Tillman, Diane. (2010). Living Values Activities for young adults Pendidikan Nilai Untuk Kaum Dewasa Muda. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/attalim.v18i1.1280

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 At-Ta'lim : Media Informasi Pendidikan Islam



At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam
Lantai 2 Fakultas Tarbiyah dan Tadris
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra, Indonesia

ISSN 1693-2161 (print)
ISSN 2621-1955 (online)

INDEXED BY:

   GarudaIndonesia One SearchROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources 

Creative Commons License
At-Ta'lim: Media Informasi Pendidikan Islam is Published by Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.