Refleksi Ketidakadilan Gender dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban: Persfektif Gender dan Feminisme

Maria Botifar, Heny Friantary

Abstract


Ketidakadilan gender dalam novel Perempuan Berkalung Sorban tergambar jelas dalam setiap tahapan peristiwa fisik dan batin, komunikasi verbal dan nonverbal antar pelaku, hubungan sebab-akibat yang mengharuskan tokoh mengalami perubahan nasib serta gerakan perubahan yang dilakukan tokoh dalam mengubah nasib hidupnya. Tujuan artikel ini adalah memaparkan ketidakadilan gender dalam novel melalui perspektif gender dan feminisme. Analisis novel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi analisis. Hasil penelitian menunjukkan ketidakadilan gender berada dalam tiga lingkaran, yaitu (1) lingkaran kekuasaan dari garis patriarki yang mengatur perempuan dari berbagai sisi, (2) lingkaran anggapan yang memandang perempuan kaum yang lemah sehingga berbagai akses untuk memperoleh kesetaraan tidak berfungsi, dan (3) lingkaran patriarki yang menjadi dasar untuk mengontrol, menindas dan mengeksploitasi perempuan di ranah publik dan privat. Untuk itu, sikap feminisme dalam novel ini tergambar dalam perilaku tokoh berupa: a) pembentukkan konsep diri perempuan, b) kemandirian perempuan, c) perjuangan kebebasan atas penentuan tubuh sendiri.


Keywords


gender, novel, perempuan berkalung sorban, feminisme

Full Text:

PDF

References


Agustinus, L. (2007). Perihal Ilmu Politik: Sebuah Bahasan Memahami Ilmu Politik. Yogyakarta: Graha.

Alimatu’sadiah, & Nuryatim, A. (n.d.). Inferioritas Tokoh Perempuan dalam Novel Bumi Cinta. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju.index.php/seloka

Arimbi, H. (2007). Percakapan tentang Feminisme VS Neoliberalisme. Jakarta: Debt Watch Indonesia.

Bhasin, K., & Khan. (1995). Feminisme dan Relevansinya. Jakarta: Gramedia.

Caplan, P. (1987). The Cultural Construction of Sexuality. London: Routledge.

Djajanegara, S. (2000). Kritik Sastra : Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia.

Fakih, M. (2001). Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Farah, D. dkk. (2013). Refresentasi Ideologi Patriarki dalam Novel Tanah Tabu Kajian Feminisme Radikal. Jurnal Sastra Indonesia, 2. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju.index.php/jsi

Fayumi, B. (2001). Keadilan dan Kesetaraan Gender (perspektif Islam). Jakarta: Tim Pemberdayaan Perempuan Bidang Agama DEPAG RI.

M.Lips, H. (2010). Sex and Gender : An Introduction. Radford University: Radford VA.

Malti-Douglas, F. (2007). Encylopedia of Sex and Gender. Detroit: Macmillan. Retrieved from http://en.wikipedia.org/wiki/patriarcgy.

Oakley. (1985). Sex, Gender, anda Society. London: Templesmith Repointed with New Introduction: Gower.

Sigihastuti. (2002). Kajian sastra Feminis Teori dan aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Siswanto, W. (2008). Pengantar teori Sastra. Jakarta: Grasindo.

Tong, R. P. (1998). Feminist Thoight:Pengantar Paling Komprehensif Kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis. Yogyakarta: Jalasuta.

Moelino dalam Sugihastuti dan Suharto.2001. Teori dan Apresiasi sastra, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Oakley. 1985.Sex, Gender, anda Society. London: Templesmith Repointed with New Introduction: Gower.

Siswanto, wahyudi.2008. Pengantar teori sastra. Jakarta: Grasindo.

Tong, Resemarie Putnam. 1998. Feminist Thoight:Pengantar Paling Komprehensif Kepada Aliran Utama Pemikiran Feminis. Terj.Yogyakarta:Jalasutra.

Weedon dalam Sigihastuti. 2002. Kajian sastra Feminis Teori dan aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v3i1.3559

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 Indexed by: 

                Hasil gambar untuk academia.edu    

 

View My Stats