Rekonstruksi dan Manipulasi Simbol Kecantikan

Intan Permata Sari

Abstract


Setiap wanita pastinya bermimpi memiliki kecantikan yang dapat diagung-agungkan oleh kaum adam. Hanya saja saat ini makna kecantikan alami seolah terhapus oleh iklan-iklan kapitalis. Cantik itu putih, rambut lurus, bermata lebar, berhidung mancung, dan lain sebagainya. Hal ini menyebabkan para wanita berlomba-lomba mengubah apa yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan. Konstruksi makna dan simbol kecantikan tidak begitu saja diterima oleh masyarakat. Harus ada proses-proses yang dilewatinya. Berger mengatakan bahwa ada tiga proses, yaitu : 1) proses eksternalisasi yang menjadi bagian dari proses penciptaan realitas dalam berbagai bentuk. 2) Proses objektivasi yang merupakan proses integrasi nilai ke dalam fakta sosial objektif yang dapat diterima oleh publik. 3)  Proses  konstruksi  terkait  dengan  proses  internalisasi  yang  merupakan  tahapan untuk menjadikan pengetahuan, nilai dan tindakan menjadi milik individu yang melahirkan komitmen sikap dan perilaku individual (Berger dan Luckmann, 1979). Konstruksi besar ini secara tidak langsung disepakati oleh industri-industri kecantikan seluruh dunia.


Keywords


rekonstruksi kecantikan; manipulasi simbol kecantikan

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Irwan. 2001. Seks, Gender & Reproduksi Kekuasaan. Yogyakarta. Terawang Press.

---------------------. 2009. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Allen, A.H.B. 1995. The Meaning of Beauty. Philosophy, Vol. 30, No. 113 pp. 112-130. Cambridge University Press.

Brand, Peg Zeglin. 1999. Beauty Matters. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, Vol. 57, No. 1, pp. 1-10. Wiley

Doherty, Sandra Beth. 2008. Cosmetic Surgery and the Beauty Regime in Lebanon. Middle East Report, No. 249, Shrinking Capital: The US in the Middle East, pp. 28-31. MERIP

Dunbar, Howard. Jackson. 1972. Free clinics for young people. Social Work, Vol. 17, No. 5, pp. 27-34. Oxford Journals.

English, Basil G. Michael R. Solomon, Richard D. Ashmore. 1994. Beauty before the Eyes of Beholders: The Cultural Encoding of Beauty Types in Magazine Advertising and Music Television. Journal of Advertising, Vol. 23, No. 2, pp. 49-64. Tylor & Francis, Ltd.

Fitryarini, Inda. 2009. Iklan dan Budaya Popular: Pembentukan Identitas Ideologis Kecantikan Perempuan oleh Iklan di Televisi. Vol. 6, No. 2, pp. 119-136. Jurnal Komunikasi.

Hearne, Brian. 1990. Beauty Is Truth, Truth Beauty. The Furrow, Vol. 41, No. 1, pp. 9-14

Millard, Jennifer. 2009. Performing Beauty: Dove's "Real Beauty" Campaign. Symbolic Interaction, Vol. 32, No. 2, pp. 146-168. Wiley.

Pearson, Gerald H. 1924. A Clinic for Women and Children. The Public Health Journal, Vol. 15, No. 10, pp. 452-455. Canadian Public Health Association.

Sontag, Susan. 2005. An Argument about Beauty. Daedalus, Vol. 134, No. 4, 50 Years, pp. 208-213. The MIT Press.

Starr, G. Gabrielle. 2002. Ethics, Meaning, and the Work of Beauty. Eighteenth- Century Studies, Vol. 35, No. 3, Aesthetics and the Disciplines, pp. 361-378. The Johns Hopkins University Press.

Syata, Novitalista. 2012. Makna Cantik di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Fenomenologi. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanudin. Makasar.

Toelken, Barre. 2004. Beauty Behind Me; Beauty Before. The Journal of American Folklore, Vol. 117, No. 466 pp. 441-445. University of Illinois Press.

Wiasti, Ni Made. Redefinisi Kecantikan Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Perempuan Bali, di Kota Denpasar. Fakultas Sastra Universitas Udayana Denpasar.

Wuori, G. K. 1994. Beauty. The Massachusetts Review, Vol. 35, No. 1, pp. 27-42. The Massachusetts Review, Inc




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga.v1i1.2221

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

View My Stats

Google ScholarGaruda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.