Peran dan Tugas Dukun Bayi dalam Penanganan Kesehatan di Desa Talang Perapat, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma

Meddyan Heriadi

Abstract


Abstrak: Peran dan Tugas  Dukun Bayi dalam Penanganan Kesehatan di Desa Talang Perapat,  Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma. Kematian ibu dan bayi, aborsi, dan prosesi pengobatan yang tidak sejalan dengan nilai agama menjadi momok negatif yang disematkan pada dukun bayi selama ini. Namun, meskipun demikian masyarakat masih tetap mempercayakan pengobatan pada dukun tersebut, dengan alasan biaya yang terjangkau, obat-obatan alami, serta ketidakmampuan bidan dalam mengobati penyakit tertentu, khususnya yang berhubungan dengan penyakit supranatural. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji tugas dukun bayi khususnya di Desa Talang Perapat, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma. Permasalahan yang akan dibahas nantinya yakni, bagaimana tugas dukun bayi dalam memberikan pengobatan terhadap warga setempat. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan instrumen wawancara terhadap dukun bayi setempat, yaitu Ibu Patelawati. Tugas dukun bayi di Desa Talang Perapat Kecamatan Seluma Barat mencakup beberapa hal: Pertama tugas yang berkenaan dengan wanita dan anak. Pada bagian ini tugas dukun merujuk pada tugas sebelum persalinan yang meliputi mendeteksi kehamilan; memijat rahim yang mengalami goncangan; dan  memimpin syukuran kehamilan 8 bulan. Tugas berikutnya yaitu membantu proses persalinan. Selanjutnya, tugas dukun bayi pun berlajut ke fase pasca-persalinan. Yang mana  meliputi: perawatan terhadap ibu pasa-melahirkan; membasuh ari-ari bayi; memimpin upacara maling aiak; mengobati penyakit nonmedis yang berhubungan dengan supranatural; mengobati penyakit medis  seperti turunnya rahim pada ibu yang telah melahirkan dan demam pada bayi dan anak.  Selain itu, pengobatan pada wanita remaja juga dilakukan seperti pengobatan pada nyeri buang air kecil dan nyeri saat menstruasi. Kemudian, pengobatan juga dilakukan pada pria, seperti susah mendapat keturunan, Peghut Telulugh, dan demam. 


Full Text:

PDF

References


Anggorodi, Rina. 2009. Dukun Bayi dalam Persalinan oleh Masyarakat Indonesia. Makara, Kesehatan, Vol. 13, No. 1, Juni 2009: 9-14: Universitas Indonesia.

Dharmastuti, Hestiana. 2018. ‘Fakta-Fakata Mengejutkan Mbah Yam Si Dukun Aborsi Puluhan Janin’. https://news.detik.com/berita/d-4075610/fakta-fakta-mengejutkan-mbah-yam-si-dukun-aborsi-puluhan-janin. Diakses 9 Januari 2011.

Diana, Nur Ilfi. 2012. “Fenomena Aborsi dan Hak Hidup Anak dalam Perspektif Islam,” dalam Jurnal Egalita Volume 2 Edisi 2 (Hal. 5). Malang: UIN Maulana Malik Ibrahim.

Kasnodihardjo, Lusi Kristiana , Tri Juni Angkasawati. 2014. ‘Peran Dukun Bayi dalam Menunjang Kesehatan Ibu dan Anak.’ Media Litbangkes Vol. 24 No. 2, Juni 2014, 57-66: Jakarta.

Mayasaroh , Rina. 2013. ‘Peran Dukun Bayi dalam Penanganan Kesehatan Ibu dan

Anak di Desa Bolo Kecamatan Demak Kabupaten Demak.’ Solidarity: Journal of Education, Society and Culture. Vol II Edisi 1.

Nurmalasari, Risma. 2018. Pengaruh Pembinaan Bidan Tehadap Dukun bayi Untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi. OSF Preprints.

Sidoretno , Wahyu Margi dan Ira Oktaviani. 2018. ‘Edukasi Bahaya Bahan Kimia Obat yang Terdapat dalam Obat Tradisional.’ Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 2018: Unibrav.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/hawapsga.v2i1.2787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

View My Stats

Google ScholarGaruda

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.