Komparasi Yield Nata De Tomato Dengan Nata De Coco Berdasarkan Durasi Fermentasi

Efri Gresinta, Rosa Dewi Pratiwi, Fitri Damayanti, Erik Perdana Putra

Abstract


Nata adalah bahan menyerupai gel yang terapung pada medium yang mengandung gula dan asam hasil bentukan mikroorganisme Acetobacter xylinum. Secara mikroskopik berupa massa fibril tidak beraturan yang menyerupai benang. Supaya hasil Nata berkualitas, media disesuaikan dengan syarat tumbuh (sifat fisik-kimia media) bakterinya A.xylinum. Nata de coco tanpa ZA dengan lama fermentasi 10 hari menghasilkan yield paling baik dengan ketebalan 1,1 cm dan berat 600 gram. Sedangkan pada nata de tomato dengan ZA memberikan yield terbaik dengan ketebalan0,5 cm pada lama fermentasi 10 hari. Hal ini menunjukkan bahwa ketebalan nata de coco dengan nata de tomato berbeda. Dipengaruhi oleh variasi substrat dan komposisi bahan. Pada nata de tomato, ekstrak nata tomato dicampurkan dengan air dengan perbandingan 1:4. Hal inilah yang menyebabkan yield nata de tomato dan coco berbeda. Kandungan nutrient atau glukosa pada sari buah tomat lebih sedikit dibandingkan dengan kandungan glukosa pada nata de coco.  Hasil uji organoleptik menyimpulkan bahwa : 1) Panelis lebih menyukai nata dengan tekstur kenyal yang diperoleh dari nata de coco pada hari ke-10, 2) Panelis lebih menyukai nata de coco maupun tomato dengan aroma tidak asam karena pada saat dipanen, nata  dicuci lalu direbus selama 20 menit pada suhu 100°C sehingga aroma asam pada nata hilang pada saat pencucian dan perebusan.3) Panelis lebih menyukai nata dengan rasa enak karena perbedaan lama fermentasi menghasilkan citarasa nata enak yang relatif sama.

Abstract

Nata is a gel-like material that floats on a medium containing sugar and acid formed by the microorganism Acetobacter xylinum. Microscopically an irregular mass of fibrils that resemble threads. In order for the quality Nata results, the media are adjusted to the growth requirements (physical-chemical properties of the media) of the bacteria A.xylinum. Nata de coco without ZA with 10 days fermentation time produces the best yield with a thickness of 1.1 cm and a weight of 600 grams. Whereas the nata de tomato with ZA gives the best yield with a thickness of 0.5 cm at 10 days fermentation time. This shows that the thickness of nata de coco with nata de tomato is different. Influenced by variations in substrate and material composition. In nata de tomato, nata tomato extract is mixed with water in a ratio of 1: 4. This is what causes the yield of nata de tomato and coco to be different. Nutrient or glucose content in tomato juice is less than the glucose content in nata de coco. Organoleptic test results concluded that: 1) Panelists preferred nata with a chewy texture obtained from nata de coco on the 10th day, 2) Panelists preferred nata de coco or tomato with a non-sour aroma because when harvested, nata was washed and then boiled for 20 minutes at 100 ° C so that the acid aroma of the nata disappears during washing and boiling.3) Panelists prefer nata with good taste because the difference in fermentation time produces relatively similar delicious nata flavors..


Keywords


Nata De Tomato; Nata De Coco; Durasi Fermentasi

Full Text:

PDF

References


Ani, dkk. 2012. Membuat Aneka Nata. Jakarta: Naga Swadaya.

Anastasia. N, Eddy A., 2008. Mutu Nata de Seaweed dalam Berbagai Konsentrasi Sari Jeruk Nipis. Prosiding. Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Bandung.

Devi, R. 2007. Kajian Variasi Kadar Glukosa dan Derajat Keasaman (pH) Pada Pembuatan Nata de Citrus Dari Jeruk Asam (Citrus limon. L). Jurnal Gradien Vol. 3 (2): 257.

Indah, P. 2013. Mutu Fisik, Kadar Serat, dan Sifat Organoleptik Nata de Cassava Berdasarkan Lama Fermentasi. Jurnal Pangan dan Gizi Vol 4 No. 07 Th. 2013. Universitas Muhammadiyah Semarang.

Jagannath, A. et al. 2008. The effect of pH, sucrose, and ammonium sulphate concentrations on the production of bacterial cellulose (Nata-de-coco) by Acetobacter xylinum. World Journal of Microbiology and Biotechnology, 24:2593.

Kadir, S. 2003. Karakteristik Nata de Coco Dari Starter Ampas Nenas Melalui Penambahan Sukrosa Dan Keasaman Medium. Journal Agroland 10(2):145-150.

Nainggolan, J. 2009. Kajian Pertumbuhan Bakteri Accetobacter sp. Dalam Kombucha-Rosela Merah (Hibiscus sabdariffa) pada Kadar Gula dan Lama Fermentasi yang Berbeda. (Tesis). Medan: Universitas Sumatera Utara.

Niarda, A., Sani, T.A. Utami, A.S. 2015. Peningkatan Kualitas Nata de Cane dari Limbah Nira Tebu Metode Budchips dengan Penambahan Ekstrak Tauge Sebagai Sumber Nitrogen. Jurnal Bioteknologi vol.12 (2): 29-33.

Nilawati; K. Hariyanto; L. Halimah. 1997. Pengaruh Lama Penyimpanan Limbah Cair Tahu Dan Konsentrasi Asam Asetat Terhadap Mutu Nata De Soya. Buletin HPI Balai Industri Banda Aceh. Vol. X: 01-02.

Pelczar, M. J., Chan, ECS. 1989. Dasar-dasar Mikrobioogi. Jilid 1. Terjemahan. UI Press, Jakarta.

Priyantini., W., 2013. Evaluasi Sifat Fisik Nata dengan Ekstrak Kecambah Sebagai Pengganti Sumber Nitrogen. Universitas Negeri Semarang. ISBN: 978-602-61599-6-0

Souisa, M.G., Sidharta, & F. Sinung. 2006. Pengaruh Acetobacter xylinum dan Ekstrak Kacang Hijau (Phaseolus radiatus) Terhadap Produksi Nata dari Substrat Limbah Cair Tahu. Biota Fakultas Biologi, Universitas Atmajaya, Yogyakarta.

Susanti, L. 2006. Perbedaan Penggunaan Jenis Kulit Pisang Terhadap Kualitas Nata. (Skripsi). Semarang. Universitas Negeri Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/ijisedu.v1i2.2248

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

IJIS Edu: Indonesian Journal of Integrated Science Education
ijis.edu@iainbengkulu.ac.id

 

Lantai 2 Fakultas Tarbiyah dan Tadris
Institut Agama Islam Negeri ( IAIN ) Bengkulu
Jl. Raden Fatah Kel. Pagar Dewa Kec. Selebar Kota Bengkulu

 

  Creative Commons License
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.  

Google ScholarBielefeld Academic Search Engine (BASE)GarudaIndonesia One SearchROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources