Pola Peran Ulama dalam Negara di Aceh

Abd. Wahid

Abstract


Di negara-negara Islam, politik tidak dapat dipisahkan dengan komponen-komponen latar belakang agama. Hal itu merupakan kebutuhan sejak Islam memiliki konsep yang jelas mengenai negara. Salah satu konsep yang penting dalam negara-negara yang bernuansa Islam adalah hubungan antara komponen-komponen yang ada di negara tersebut, yakni hubungan antara umara (pemerintah) dengan ulama. Masing-masing negara selalu memiliki pola yang tidak sama dalam hal bidang politik. Semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap agama, maka semakin tinggi keberagamaan yang dipraktikkan oleh para pemimpin negara. Bahkan, kadang-kadang ulama menjadi figur utama dalam perjuangan politik di suatu negara. Akan tetapi, tidak sedikit yang tidak setuju dengan pendapat tersebut. Kelompok berikutnya memiliki konsep sekuler yang miring dan berhak mendapat proporsi diskusi khusus dari para intelektual muslim.

Keywords


Negara Islam, ulama, pemerintah, politik

Full Text:

PDF

References


Abubakar, Al Yasa’, Tanya Jawab Pelaksanaan Syari’at Islam di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh: Dinas Syari’at Islam Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, 2003.

Afian, Ibrahim, Perang di Jalan Allah: Perang Aceh 1873-1912, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1987.

Amiruddin, M. Hasbi, Konsep Negara Islam menurut Fazlur Rahman, Yogyakarta: UII Press, 2006.

Arkoun, Mohammad, Nalar Islam dalam Nalar Modern; Berbagai Tantangan dan Jalan Baru, Jakarta: INIS, 1994.

Ash-Shiddieqiy, TM. Hasbi, Ilmu Kenegaraan Islam dalam Fiqh Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1991.

Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung: Mizan, 1998.

Hasimi dan Yulhanis, Kedudukan dan Peranan Ulama dalam Masyarakat (Kajian Salah Satu Aspek Naskah Kuno Tajul Muluk), Banda Aceh: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional – Pemerintah Provinsi NAD, 2002.

Ismuha, “Ulama Aceh dalam Perspektif Sejarah” dalam Agama dan Perubahan Sosial, Jakarta: Rajawali Press, 1983.

Mahfud MD, Ulama, Ilmuwan, dan Keadaan Negara, Harian Kompas, 24 Maret 2012.

Muchsin, Misri A., “Kosmopolitanisme Aceh di Masa Kesultanan; Repleksi pada Pasca Tsunami dan Mou Helsinki”, dalam Jurnal Adabia, Vol. 7, No. 14, Februari 2006, Banda Aceh: Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry, 2006.

Nasution, Harun, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta: UI Press, 1986.

Shihab, M. Quraish, Secercah Cahaya Ilahi, Hidup Bersama Al-Qur’an, Bandung: Mizan, 2007.

Suyanta, Sri, “Ulama, Institusi Pendidikan dan Transisi Nilai”, dalam Jurnal Ar-Raniry Nomor 84, Banda Aceh: IAIN Ar-Raniry, 2004.

Suyanta, Sri, Dinamika Peran Ulama Aceh, Banda Aceh: Arraniry, 2008




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v17i1.2845

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 Lihat Statistik

View MyStat