Ulama and Umara in Government of Indonesia: A Review Relations of Religion and State

Doli Witro

Abstract


Indonesia is well-known as a Muslim majority. However, this does not make Indonesia as an Islamic country. The relationship between religion and state in Islam is fairly interpretive and it nowadays still becomes a debate. The government system applied in this country is democratic. Besides, there has to freedom for the ulama in preaching without being limited by space and time. A number of ulama are currently being persecuted and intimidated that impacts to the lecture to be either stopped, postponed, or even canceled. At this part, the role of the umara (government) is required in enforcing the applicable law and also maintaining security and order in society. This paper aims to highlight the relationship between religion and state in Indonesian by observing the position of the ulama and the role of the umara in terms of Indonesian government. This paper used a qualitative approach to literature research. The data in this study was obtained from library materials. Data analysis methods used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the analysis showed that in Indonesia there is a separation between religion and state as the secularistic paradigm. However, it is not completely secularistic because in national legal system there is also a transformation of Islamic law. Religious and state affairs are not able to be separated, so are ulama and umara. It is because the state will experience a crisis in religious knowledge without ulama. Otherwise, without umara, religion cannot be implemented correctly within the country.

Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas Islam. Namun bukan berarti Indonesia adalah negara Islam. Hubungan agama dan negara dalam Islam cukup banyak penafsiran. Dalam Islam, hal ini masih menjadi perdebatan sampai saat ini. Sistem pemerintahan yang diterapkan di Indonesia saat ini adalah sistem demokrasi. Terlepas dari sistem tersebut, tentu harus memberikan kebebasan para ulama dalam berdakwah tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Saat ini, ada ulama yang dipersekusi dan diintimidasi sehingga ceramah yang hendak dilaksanakan terpaksa dihentikan, ditunda, bahkan dibatalkan. Disinilah diperlukan peran umara (pemerintah) dalam menegakkan hukum yang berlaku dan juga menjaga keamanan serta ketertiban di masyarakat. Tulisan ini bertujuan menyoroti relasi agama dan negara dalam konteks Indonesia dengan melihat kedudukan ulama dan peran umara dalam pemerintahan Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang bersifat penelitian pustaka. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dari bahan-bahan yang bersifat pustaka Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan di Indonesia terjadi pemisahan antara agama dan negara sebagaimana paradigma sekuleristik. Tetapi disini tidak sepenuhnya sekularistik karena pada hukum nasional Indonesia juga terjadi transformasi hukum Islam. Urusan agama dan negara tidak dapat dipisahkan. Begitu juga dengan ulama dan umara tidak dapat dipisahkan karena tanpa ulama maka negara akan mengalami krisis ilmu agama dan tanpa umara maka agama tidak bisa diterapkan secara sempurna dalam suatu negara.


Keywords


ulama; umara; religion; state

Full Text:

PDF

References


Aakvaag, Gunnar C, “3 A Democratic Way of Life: Institutionalizing Individual Freedom in Norway.” Democratic State and Democratic Society, 2018. https://doi.org/10.1515/9783110634082-004.

Abdillah, Masyukuri, Demokrasi Di Persimpangan Makna; Respon Intelektual Muslim Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi 1966-1930. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1999.

Abdullah, “Hubungan Agama Dan Negara: Konteks Ke-Indonesiaan.” Jurnal Politik Profetik, vol. 4, no. 2 2014. https://doi.org/10.24252/profetik.v2i2a5.

Abyhara, Abu Bakar, Pengantar Ilmu Politik, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2010.

Albab, Ulil, “Studi Pemikiran Mohammad Natsir Tentang Islam Sebagai Dasar Negara.” UIN Walisongo Semarang, 2016.

Arief, Abd. Salam, “Relasi Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam,” Hermeneia: Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, vol. 2, no. 2, 2003. http://digilib.uin-suka.ac.id/8422/.

Arifin, Ahmad Zainal, “Charisma and Rationalisation in a Modernising Pasantren: Changing Values in Traditional Islamic Education in Java,” University of Western Sidney, 2013.

Arnold, Denis G, “Corporations and Human Rights Obligations.” Business and Human Rights Journal, vol. 1, no. 2, 2016. https://doi.org/10.1017/bhj.2016.19.

Azra, Azyumardi, Pergolakan Politik Islam. Jakarta: Paramadina, 1996.

Chirzin, Muhammad. “Ulama Dan Umara Dalam Perspektif Al-Qur’an,” accessed February 9, 2020. http://malang.muhammadiyah.or.id/content-133-sdet-ulama-dan-umara-dalam-perspektif-alqur’an.html.

Daradjat, Zakiyah, Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 2005.

Departemen Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahnya, Bandung: Syaamil Qur’an, 2010.

Edge, Matt, “A Theory of Freedom.” European Journal of Political Theory, vol. 12, no. 4, 2013. https://doi.org/10.1177/1474885112473721.

Effendy, Bahtiar, “Islam and the State in Indonesia: Munawir Sjadzali and the Development of Anew Theological Underpinning of Political Islam.” Studia Islamika, vol. 2, no. 2, 1995. https://doi.org/10.15408/sdi.v2i2.836.

———, Politisasi Islam, Pernah Islam Berhenti Berpolitik? Bandung: Mizan, 2000.

Efrinaldi, “Spektrum Fikih Siyasah Dan Dinamisasi Politik Islam Di Indonesia.” Madania,vol. 17, no. 1, 1991. https://doi.org/10.29300/madania.v17i1.2839.

Farizi, Mudrik Al, “Konfigurasi Pemikiran Relasi Islam Dan Negara Di Indonesia.” Al Mabsut: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, vol, 10, no. 2, 2016. https://ejournal.iaingawi.ac.id/index.php/almabsut/article/view/158.

Fikri, Sholeh, “Posisi Ulama Dalam Pemerintahan Kota Padangsidimpuan,” TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Dan Keislaman, vol. 2, no. 1, 2016. https://doi.org/10.24952/tazkir.v2i1.402.

Ghazali Al-, Intisari Ihya ’Ulumiddin, (Penerjemah) Junaidi Ismaiel, Jakarta: Serambi Semesta Distribusi, 2016.

———, Abu Hamid, Fadail Al-Batiniyah, Beirut: Maktabah al-‘Ashriyah, 2001.

———, Ihya ’Ulumuddin, Beirut: Dar Kutub al-Ilmiyah, n.d, Juz. II.

Hamka, Lembaga Hidup. Jakarta: Republika Penerbit, 2016.

Hasib, Kholili, “Konsep Siyasah Dan Adab Bernegara Menurut Imam Al-Ghazali.” Falasifa, vol. 1, no. 1, 2017. https://doi.org/10.36835/falasifa.v8i1.35.

Ilyas, Yunahar, Kuliah Akhlaq, Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengalaman Islam (LPPI), 1999.

Ishak, Muhammad, “Hubungan Antara Agama Dengan Negara Dalam Pemikiran Islam.” Jurnal Tahkim, vol. 10, no. 2, 2014. http://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/THK/article/download/54/pdf.

Ismail, Ahmad Nur, “Ulama Dan Pendidikan Islam Klasik (Kajian Ulama, Status Sosial, Kekuasaan, Pendidikan, Dan Gerakan Intelektual).” Jurnal Media Pendidikan Agama Islam, vol. 1, no. 1, 2014. http://ejournal.kopertais4.or.id/susi/index.php/jmpai/login.

Ismail, Faisal, Paradigma Kebudayaan Islam: Studi Krisis Dan Refleksi Historis, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997.

Katadata.co.id, “Jumlah Penduduk Indonesia Menurut Agama (2010-2050),” 2019. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/09/24/berapa-jumlah-penduduk-muslim-indonesia?utm=viva43v3r.

Kiblat.net, “Evaluasi 2017, Persekusi Ulama Hingga Pembubaran Pengajian Jadi Sorotan,” 2017. https://www.kiblat.net/2017/12/31/evaluasi-2017-persekusi-ulama-hingga-pembubaran-pengajian-jadi-sorotan/.

Lubis, Ali Akhbar Abaib Mas Rabbani, “Religious Nation State: Bahtiar Effendy and Islamic Political Thought.” Millah, vol. 19, no. 2, 2020. https://doi.org/10.20885/millah.vol19.iss2.art1.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), “Sejarah MUI,” accessed on February 11, 2020. https://mui.or.id/sejarah-mui/.

Malik, Dedy Djamaluddin, and Idy Subandy Ibrahim, Zaman Baru Islam Indonesia: Pemikiran & Aksi Politik Abdurrahman Wahid, M. Amien Rais, Nurcholish Madjid, Jalaluddin Rakhmat, Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998.

Mauk, Marlene, “Disentangling an Elusive Relationship: How Democratic Value Orientations Affect Political Trust in Different Regimes,” Political Research Quarterly, vol. 73, no. 2, 2020. https://doi.org/10.1177/1065912919829832.

Menzies, Allan, Sejarah Agama-Agama, Yogyakarta: Forum, 2014.

Merdeka.com, “Ustaz Abdul Somad Sebut Diintimidasi & Batalkan Ceramah Di Jawa, Ini Kata Polisi,” 2018. https://www.merdeka.com/peristiwa/ustaz-abdul-somad-sebut-diintimidasi-batalkan-ceramah-di-jawa-ini-kata-polisi.html.

Miles, Matthew B., and A. Michael Huberman, Qualitative Data Analysis (a Source Book of New Methods), Beverly Hills: Sage Publications, 1984.

Mohammad, Ibnu Manzur Jamal al-Din, Lisan Al-Arab, Kairo: al-Dar al-Misriyah, n.d, Juz 15.

Mawardi, Al-, Al-Ahkam Al-Sulthaniyah, Kuwait: Maktabah Dar Ibnu, 1989.

Nasution, Nurseri Hasnah, “Komunikasi Dakwah Ulama Sumatera Selatan (Studi Terhadap Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah K. H. Muhammad Zen Syukri),” Jurnal Komunikasi Islam Dan Kehumasan (JKPI), vol. 2, no. 1, 2018. https://doi.org/10.19109/jkpi.v2i1.2750.

Razy, Al-, Fakhruddin, Tafsir Mafatih Al-Ghaib, Libanon: Dar Kutub al-Ilmiyah, Juz. 20, 1990.

Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1995.

———. Tafsir Al-Misbah, Jakarta: Lentera Hati, Volome 7, 2002.

Sjadzali, Munawir, Islam Dan Tata Negara. Jakarta: Universitas Indonesia, 1993.

Supriadi, Yogi, “Hubungan Agama Dan Negara Dalam Perspektif Aksi Bela Islam.” Jaqfi: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, vol. 1, no. 2, 2017. https://doi.org/10.15575/jaqfi.v1i2.1713.

Tribunnews.com, “Ustaz Abdul Somad Tampil Sebagai Penceramah Dalam ‘“MPR RI Bersholawat,”’” 2018. https://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/29/ustaz-abdul-somad-tampil-sebagai-penceramah-dalam-mpr-ri-bersholawat?page=all.

Wahid, Abd, “Pola Peran Ulama Dalam Negara Di Aceh,” Madania, vol. 17, no. 1, 2013. https://doi.org/10.29300/madania.v17i1.2845.

Zaman, Muhammad Qasim, The Ulama in Contemporary Islam, Custodians of Change, Princeton & Oxford: Princeton University Press, 2002.

Zaprulkhan, “Relasi Agama Dan Negara Dalam Perspektif Islam, ” Walisongo, vol. 22, no. 1, 2014. https://doi.org/10.21580/ws.22.1.261.

Zionis, Rijal Mumazziq, “KONSEP KENEGARAAN DALAM ISLAM: Perdebatan Relasional Yang Tak Kunjung Tuntas.” Falasifa, vol. 1, no. 2. 2010. https://jurnalfalasifa.files.wordpress.com/2012/11/8-rijal-mumazziq-zionis-konsep-kenegaraan-dalam-islam-perdebatan-relasional-yang-tak-kunjung-tuntas.pdf.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v24i2.3778

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 Lihat Statistik

View MyStat