Islamic Banking and Its Contribution Toward Disparity Income in Indonesia

Syawaluddin S

Abstract


This study focused on the Islamic banking role in mitigating income disparity in Indonesia. The facts show that the financing held by Sharia-Based Commercial Banks  and Sharia Business Units provides a positive and significant correlation with the level of disparity (inequality) of people's income, namely the probability value of 0.027 < 0.005. Meanwhile, the financing carried out by the Islamic People's Financing Bank also has a positive effect on the level of disparity in people's income with a probability value of 0.0193 <0.05. The cause of the increasing disparity in people's incomes is due to the distribution of financing which is dominated by the consumptive sector such as financing with murabahah contracts, rather than other financing based on profit sharing. In Islamic commercial banks and sharia business units, financing with murabahah contracts from 2014 to 2018 will be totaled Rp. 6,573,270,000 and in Islamic people financing banks it is worth Rp. 26,356,152,000. However, if you look at the Gini ratio from 2014 to 2018, it has decreased gradually, this is because the government, in this case the Ministry of Agriculture, is trying to improve people's welfare through various mechanization programs and massive infrastructure development. This effort is made to reduce the number of poor people and reduce income inequality. The population living in rural areas reaches 60%, where most of them are farmers with 70% of their main income coming from the agricultural sector.

 

Penelitian ini mengungkapkan peranan perbankan umum yang berbasis syariah dalam menurunkan disparitas pendapatan. Fakta menunjukkan bahwa pembiayaan yang diselenggarakan oleh Bank Umum berbasis Syariah dan Unit Usaha Syariah memberikan korelasi yang positif dan signifikan dengan tingkat disparitas pendapatan  masyarakat yakni nilai probabilitas 0.027 < 0,005. Sedangkan untuk pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Pembiayaan Rakyat Syariah  juga berpengaruh positif terhadap tingkat disparitas pendapatan masyarakat dengan nilai probabilitas 0.0193 < 0,05. Adapun penyebab meningkatnya disparitas pendapatan masyarakat yaitu disebabkan oleh penyaluran pembiayaan yang lebih banyak didominasi oleh sektor konsumtif seperti pembiayaan dengan akad murabahah, dari pada pembiayaan lain yang berbasis bagi hasil. Pada bank umum syariah dan unit usaha syariah pembiayaan dengan akad murabahah dari tahun 2014 hingga tahun 2018 jika ditotalkan akan bernilai Rp.6.573.270.000 dan pada bank pembiayaan rakyat syariah bernilai Rp.26.356.152.000. Namun, jika diihat pada nilai rasio gini dari tahun 2014 hingga tahun 2018 telah mengalami penurunan secara bertahap hal ini dikarenakan pihak pemerintah yang dalam hal ini merupakan Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program mekanisasi dan pembangunan infrastruktur secara masif. Upaya ini dilakukan untuk menurunkan jumlah penduduk miskin dan mengurangi ketimpangan pendapatan masyarakat. Penduduk yang tingggal di pedesaan jumlahnya mencapai 60%, dimana sebagian besar dari mereka merupakan petani dengan 70% pendapatan utamanya berasal dari sektor pertanian.


Keywords


Islamic banking; disparity; income.

Full Text:

PDF

References


A. Karim, Adiwarman, Bank Islam Analisis Figh dan Keuangan, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. 2007.

Antonio, M. Syafi’I, Bank Syariah Dari Teori Kepratik, Jakarta: Gema Insani. 2001.

Anwar, Syahrul, Aden Rosadi, and Fauzan Fauzan. “Retracing The Position of Sharia Science in The Formulation of Laws and Regulations.” Madania: Jurnal Kajian Keislaman 24, no. 2, 2020. https://doi.org/10.29300/madania.v24i2.3001.

Djayadiningrat, Achil R, ”Kualifikasi Sumber Daya Manusia (Insani) untuk Perbankan Masa Depan”. Mukaddimah. Jurnal Studi Islam, Yogyakarta: Kopertais Wilayah III dan PTAIS DIY, No. 71999.

Firdaus NH, Muhammad, et.al., Konsep & Implentasi Bank Syariah, Jakarta: Renaisan, 2005.

Hidayat, Yayat Rahmat, “Analisis Pencapaian Tujuan Bank Syariah Sesuai UU No. 21 Tahun 2008”, Jurnal Amwaluna, vol. I, no. 1, 2017.

Hasyim, Linda Tamin Umairoh, “Peran Perbankan Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Sektor Rill Di Indonesia”, vol. II, no. 2, 2016.

Ismail, Perbankan Syariah. Jakarta: Kencana Prenada, 2011.

Kasmir, Manajemen Perbankan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.

Mhd. Assad, Peningkatan Peranan Perbankan Syariah Untuk Pembiayaan Usaha Pertanian, Jurnal Ekonomi, vol. XXXV, no. 1, 2011.

Muhammad, Manajemen Bank Syariah, Yogyakarta: Ekonisia, 2005

.................., Manajemen Dana Bank Syariah, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

................., Manajemen Pembiayaan Bank Syariah, Yogyakarta: PT. UPP AMP YKPN.,2005.

Purwanto, “Kontribusi Pembiayaan Perbankan Syariah Terhadap Disparitas Pendapatan Di Indonesia Tahun 2015-2016”, Cakrawala: Jurnal Studi Islam, vol. XII, no. 1, 2017.

Rahardja, Prathama, Pengantar Ilmu Ekonomi Edisi Ketiga. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas

Rahmadani, Ika, Analisis Penerapan Dan Perlakuan Akuntasi Murabahah Untuk Pembiayaan Konsumtif, Jurnal Ekonomi, 2010.

Ridwan, Muhammad, Manajemen Baitul Maal Wa Tamwil. Yogyakarta: UII PRESS, 2004.

Sjafrizal, Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: Niaga Swadaya, 2008.

Sub Direktorat Analisis Statistik, Analisis Kemiskinan, Ketenagakerjaan, Dan Distribusi Pendapatan. Badan Pusat Statistik.

Sudarsono, Heri, Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah Deskripsi Dan Ilustrasi Cetakan Pertama, Yoqyakarta: EKONESIA. 2003.

Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2014.

.............., Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. ‎2013.

Syamsuddin, H.M, “Perhitungan Indeks Gini Ratio Dan Analisis Kesenjangan Distribusi Pendapatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2006-2010”, Jurnal Paradigma Ekonomika Vol.1, No.4, 2011.

Penulis, Tim DSN-MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional edisi kedua, Jakarta: BI-MUI, 2003.

Todaro, Michael P, stephen C. Smith, Pembangunan ekonomi dunia ketiga, Jakarta: Erlangga, 2003.

Umam, Khotibul. Trend pembentukan Bank Umum Syari’ah Pasca UndangUndang Nomor 21 Tahun 2008 (Konsep, Regulasi, dan Implementasi), Yogyakarta : BPFE Yogayakrta, 2009.

Wangsawidjaja, Pembiayaan Bank Syariah, Jakarta: PT Gramedia Pustaka utama, 2010.

Yusuf, ayus ahmad, abdul aziz, Manajemen Operasional Bank Syariah, Cirebon: Stain Press, 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v25i2.5647

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 Lihat Statistik

View MyStat