Priest’s Ijtihâd Method in Solving Legal Problems in Indonesia

Wahidin Wahidin

Abstract


The modernization of Science and Technology with various innovations is a real challenge to Islamic law This study aims to analyze the methodology of ijtihâd and the resolution of legal issues in Indonesia. The method used is a qualitative method with a case study approach of the ijtihâd methodology conducted by the Fatwa Commission of Majelis Ulama Indonesia, the Persis Hisbah Council and the Bahsul Masail Nahdhatul Ulama Institute, which explains Ijtihâd as a methodology in solving legal problems in Indonesia. The research data collection method uses the documentation method and various articles and books. Then analyzed using the content analysis method, which is analyzing library data that is scientific analysis of a premium message. The result of this research is that in conducting Priest’s ijtihâd Method in Solving legal problems in Indonesia, one should adhere to three principles of thinking, namely adhârah nash (bayânî text), ḥadhârah al-‘ilm (burhânî ratio) and ḥadhârah al-falsafah. We cannot separate these three principles from each other.

 

Modernisasi IPTEK dengan berbagai inovasi merupakan tantangan nyata bagi hukum Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis metodologi ijtihâd Ulama dalam menyelesaikan masalah hukum di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus metodologi ijtihâd yang dilakukan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Dewan Hisbah Persis dan Lembaga Bahsul Masail Nahdhatul Ulama yang menjelaskan ijtihâd sebagai metodologi dalam menyelesaikan permasalahan hukum di Indonesia. Metode pengumpulan data secara dokumentasi dari berbagai artikel dan buku. Kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis), yaitu menganalisis data perpustakaan secara ilmiah dari sebuah pesan premium. Temuan penelitian ini adalah dalam melakukan ijtihâd dalam menyelesaikan isu hukum di Indonesia hendaknya berpegang teguh tiga prinsip berpikir yaitu ḥadhârah nash (teks bayânî), ḥadhârah al-‘ilm (rasio burhânî ) dan ḥadhârah al-falsafah. Ketia prinsip ini tidak boleh terpisahkan satu sama lain. 


Keywords


methodology of ijtihâd; legal problems; Indonesia; Islamic studies

Full Text:

PDF

References


Anshârî, ‘Abî Yaḥyâ Zakariyâ Al-, Lubb Al-Ushûl Syarḥ Ghâ yah al-Wushûl. Surabaya: Al-Hidayah, t.th.

Ayyûbî, Muḥammad Hisyâm Al-,Al-Ijtihâd wa Muqtadhayât al-Ashr, Amman: Dâr al-Fikri, 1986.

Amin, Ma’ruf, et.al, Himpunan Fatwa MUI Sejak Tahun 1975, Jakarta: Emir, 2015.

Asmuni, Jamal Ma’mur, Madzhab Manhaji: Masa Depan Madzhab NU, Yogyakarta: Aswaja Presinndo, 2019.

Ghazâlî, ‘Abû Ḥâmid Muḥammad bin Muḥammad, Al-, Al-Mustasyfâ min ‘Ilmi al-Ushûl, Beirut: Mu’assasah al-Risâlah, 1997.

Hak, Abdul, et.al, Formulasi Nalar Fiqh: Telaah Kaidah Fiqh Konseptual, Surabaya: Khalista, 2005.

Hâsyim, Aḥmad ‘Umar, Al-Sunnah al-Nabâ wiyyah wa ‘Ulû muhâ . Kairo: Maktabah Gharib, t.t.

Jannah, Tutik Nur and Umdah el Bararah, Fiqh Sosial: Fiqh Masa Depan Indonesia, Pati: Pusat FISI, 2016.

Jum‘ah, ‘Alî, Sejarah Usyul Fiqh: History Ilmu Usyul Fiqh dari Masa Nabi hingga Sekarang, Translated by Adi Maftuhin. Depok: Keira, 2017

Khalâf, ‘Abd al-Wahab, Ilmu Usyul al-Fiqh, Surabaya: Al-Haramain, 2004.

LTN PBNU, Hasil Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU, Jakarta: LTN PBNU, 2012.

Mahsun, Madzhab NU Madzhab Kritis: Bermadzhab secara Manhajiy dan Implementasinya dalam Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama’, Depok: Nadi Pustaka, 2015.

Maulidizen, Ahmad, “The Urgency of Islamic Law Sources Knowledge Masadir al-Ahkam al-Mukhtalaf fiha: Istisab, Sadd al-Dzariah and Qaul al-Sahabi”, Jurnal Hukum Islam, vol 18, no 2, 2018.

_________________, “The Concept of Qath’I Dalalah: Definition, laws and Perceived Conflict”, Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies. vol 10, no 1, 2020.

________________ and Ashilah Raihanah, “The Technique of Determining Ijtihâd and Its Application in life: Analysis of Istihsan, Maslahah, ‘Urf and Syar’u Man Qablana” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, vol 4, no.1, 2019.

Mua’allim, Amir and Yusdani, Ijtihâd Suatu Kontroversi antara Teori dan Fungsi, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997.

Muhajir, Afifuddin, Membangun Nalar Islam Moderat Kajian Metodologis, Situbondo, Tanwirul Afkar, 2018.

Muzammil, Muhammad Faesyal. Menyegarkan Fiqh Sosial Kiai Sahal, dalam Metodologi Fiqh Sosial: Dari Qauli Menuju Manhaji.

Pedoman Penyelenggaraan Organisasi Majelis Ulama Indonesia, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia, 2018.

Sholeh, Asrarun Niam, Metodologi Penetapan Fatwa Mejelis Ulama Indonesia. Jakarta: Emir, 2016.

Syabûnî, Muḥammad ‘Alî Al-, Al-Tibyân fî ‘ulum al-Quran, Beirut: Dâr al-Kutub al-Islâmiyyah, 2003.

Syâtibî, Al-, Al-Muwafaqât fî Ushul al-Syarî‘ah. Beirut: Dâr Rasyad al-Ḥadîtsah, t.th.

Syiddiqiey, Hasbi Al-, Falsafah Hukum Islam. Jakarta: PT Bulan Bintang, 1993.

Zahra, Ahmad, Lajnah Bahtsul Masail 1926-1999: Tradisi Intelektual NU. Yogyakarta: LKis, 2004.

Zahrah, Muḥammad ‘Abû, Ushûl al-Fiqh. Damaskus, Dâr- al-FIkr al-‘Arabî , 1958




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v26i1.6604

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 Lihat Statistik

View MyStat