The Understanding of Religious and Multicultural Culture in Manado City Society from Maqâshid al-Syarî`ah Perspective

Rizal Darwis, Abdullah Abdullah, Nazar Husain Hadi Pranata Wibawa, Arhjayati Rahim

Abstract


Religion and culture are two inseparable things. Grounded religious values require traditions and culture that develop in society. This article aims to analyze the religious and cultural understanding of multiculturalism in the people of Manado City. This research is a qualitative descriptive study with data sources coming from the literature and interviews. The data were analyzed using the maqâshid al-syarî`ah approach. The results of the study show that the city of Manado as an area with a multicultural population strongly adheres to the religious understanding that every religion in principle loves, respects, and respects each other. The philosophy of sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, democracy, anti-discrimination and friendship are believed and guided in carrying out all social activities in Manado society. If viewed from the perspective of maqâshid al-syarî`ah, then it is included in the category of maslahat al-‘ummah.


Agama dan budaya adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai agama yang membumi membutuhkan tradisi dan budaya yang berkembang di masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis paham keagamaan dan budaya multikulturalis pada masyarakat Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepustakaan dan hasil wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan maqâshid al-syarî`ah. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kota Manado sebagai daerah yang berpenduduk multikulturalis sangat berpegang pada pemahaman keagamaan bahwa setiap agama pada prinsipnya saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai. Falsafah sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, demokrasi, antidiskriminasi dan silaturrahim diyakini dan dipedomani dalam melakukan segala aktifitas sosial dalam masyarakat Manado. Jika ditinjau dari perspektif maqâshid al-syarî`ah, maka masuk dalam kategori maslahat al-‘ummah.



Keywords


paham keagamaan; budaya multikulturalis; kota Manado; maqâshid al-Syarî`ah; maslahat al-‘Ummah.

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Anna Christina, “Multicultural Education in Early Childhood: Issues and Challenges.” Journal of International Cooperation in Education, vol. 12, no. 1, 2009.

Ahmad, Afrizal, “Reformulasi Konsep Maqashid Syar’Iah ; Memahami Kembali Tujuan Syari’ At Islam.” Hukum Islam, vol. 14, no. 1, 2014.

AP, Abdullah. Kerukunan Hidup Umat Beragama: Studi Kasus Di Kota Manado, Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Institut Pluralisme Indonesia, 2005.

Azra, Azyumardi, Konteks Berteologi Di Indonesia: Pengalaman Islam, Jakarta: Paramadina, 1999.

Basyar, Hamdan, Konflik Poso: Pemetaan Dan Pencarian Pola-Pola Alternatif Penyelesaiannya, Jakarta: P2P LIPI, 2003.

Consortium for Assistance to Refugees and Displaced in Indonesia, Bulletin, Edisi I, Manado: Mei 2002.

Dedi, Syahrial, “Perluasan Teori Maqashid Al-Syari’ah: Kaji Ulang Wacana Hifdz Al-’Ummah A. Djazuli, ” Al Istinbath: Jurnal Hukum Islam, vol. 1, no. 1, 2016. http://journal.iaincurup.ac.id/index.php/alistinbath/article/view/72.

Djakaria, Salmin, “Sekelumit Tentang Kampung Jawa Tondano,” In Niyaku Toudano Maulud Tumenggung Sis Dan Orang Jaton, edited by Alex Jhon Ulaen and Nasrun Sandiah, Manado: BKSNT dan Laboratorium Antropologi FISIP Unsrat, 2003.

Djamil, Fathurrahman, Filsafat Hukum Islam, Ciputat: Logos Wacana Ilmu, 1997.

Driyarkara. Driyarkara Tentang Pendidikan. Jakarta: Kanisius, 1980.

Fatah, Abdul, “Kebijakan Pembinaan Kerukunan Hidup Umat Beragama Dalam Masyarakat Pluralis Indonesia,” In Pengembangan Kerukunan Umat Beragama Di NTT, edited by Philipus Tule and Maria Maltildis Banda, Maumere: Ledarero, 2007.

Haryati, Tri Astutik, “Islam Dan Pendidikan Multikultural,” Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, vol. 4, no. 2, 2009.

https://saatnyayangmuda.wordpress.com/2009/01/28/sejarah-konflik-poso/, accessed September 9, 2016

Idris, Zahara, Dasar-Dasar Kependidikan, Padang: Angkasa Raya, 1987.

Kamali, Mohammad Hashim, Maqāṣid Al-Sharīʿah Made Simple. Edited by Anas S. Al Shaikh Ali and Shiraz Khan, London-Washinton: The International Institute of Islamic Thought, 2019.

Maslikhah, Quo Vadis Pendidikan Multikultural: Reconstruksi Sistem Pendidikan Berbasis Kebangsaan, Surabaya: JP Books, 2007.

Mulia, Siti Musdah, “Menuju Pendidikan Multikultural Berbasis Tauhid,” Paper, presented in International Conference on Multicultural Education in Indonesia, with Special Reference to Islamic Education System di Mercure Regency, Makassar, 23-25 Oktober 2009.

Naim, Ngainum, Teologi Kerukunan: Mencari Titik Temu Dalam Keragaman, Yogyakarta: Teras, 2011.

Naim, Ngainum, and Achmad Sauqi, Pendidikan Multikultural Konsep Dan Aplikasi. Edited by Ilyyan Muhsin, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2008.

Nata, Abuddin, Peta Keragaman Pemikiran Islam Di Indonesia. 1st ed, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2001.

Nuh, Nuhrison M, Aliran-Aliran Keagamaan Aktual Di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, 2010.

Nurwendahsari, Asri and Fena Meisara, Konflik Agama di Ambon Tahun 1999, http://kontensara.blogspot.com/2017/04/konflik-agama-di-ambon-tahun-1999.html, tanggal 9 September 2018.

Pratiknjo, Maria Heny, “Kedudukan Wanita Manado dalam Masyarakat,” Paper in Diseminasi Modul Pendidikan Karakter dan Pekerti Bangsa, Manado 30 Juli - 2 Agustus 2007.

Redaksi, “Sisi Lain “Dumoga”,” in https://suarautara.com/sisi-lain-dumoga/, 17 Mei 2022.

Ropi, Ismatu, Fragile Relation: Muslim and Christians in Modern Indonesia. Jakarta: Logos, 2000.

Sis, Maulud Tumenggung, “Tradisi Ba’do Ketupat Masyarakat Jaton Di Sulawesi Utara.” In Niyaku Toudano Maulud Tumenggung Sis Orang Jaton, edited by Alex Jhon Ulaen and Nasrun Sandiah. Manado: BKSNT dan Laboratorium Antropologi FISIP Unsrat, 2003.

Sugiyarto, Wakhid, Direktori Kasus-Kasus Aliran, Pemikiran, Paham, Dan Gerakan Keagamaan Di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, 2010.

Sumampouw, Nono S. A, Menjadi Manado: Torang Samua Basudara, Sable Aer, Dan Pembentukan Identitas Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2018.

Supit, Bert Tua’, “Quo Vadis Tou Minahasa,” Buletin Tou Nga’asaan, Edisi II Agustus. Manado, 2005.

Swazey, Kelli, “From the City of Brotherly Love: Observations on Christian-Muslim Relations in North Sulawesi.” Explorations: a Graduate Student Journal of Southeast Asian Studies: Special Edition: Islam in Southeast Asia, vol. 7, no. 2, 2007.

Thoha, Chatib, Membiarkan Berbeda: Kerukunan Hidup Beragama Dalam Perspektif Keindonesiaan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Wibowo, Fred, Kebudayaan Menggugat: Menuntut Perubahan Atas Sikap, Perilaku, Serta Sistem Yang Tidak Berkebudayaan, Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/madania.v26i1.6730

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Madania ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MADANIA: JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 Lihat Statistik

View MyStat