Analisis Filosofi Ungkapan Bere Secupak, Ikan Sejerek, Madar Pada Masyarakat Pesisir Bengkulu.

Atdi Maseta Prones

Abstract


 Dalam tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk mengetahui bagaimana penerapan filosofi bere secupak, ikan sejerek, madar pada masyarakat pesisir kota Bengkulu. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana makna filosofi dari ungkapan bere secupak, ikan sejerek madar? Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian lapangan (field research) dengan berdasarkan pada data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Penerapan metode penelitian ini dimulai sejak melakukan persiapan penelitian, pelaksanaan pengumpulan data, serta analisis data. Pengumpulan data dilakukan dengan observative partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian kualitatif secara umum dimulai sejak pengumpulan data, reduksi data, pemusatan perhatian, pengabstrakkan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan di lapangan. Display data dilakukan dengan menggunakan bentuk teks naratif, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hakekat makna filosofi ungkapan bere secupak, ikan sejerek, madar melambangkan karakter orang Bengkulu yang memiliki etos kerja yang tinggi, tidak pemalas, berprinsip dan bertanggung jawab. Filosofi tersebut juga mengandung makna kesederhanaan, melambangkan konsep syukur, konsep tawakal, serta konsep keseimbangan dalam rangka menggapai kehidupan dunia dan akhirat. Adapun penerapan filosofi tersebut masih terdapat dualisme makna yang berkembang di kalangan masyarakat, masyarakat yang beranggapan positif tentang makna tersebut, lebih melihat konteks yang tersirat di dalam filosofi tersebut.Sedangkan mereka yang beranggapan negatif tentang filosofi tersebut cenderung memaknai filosofi tersebut secara tekstual, sehingga masyarakat terkecoh kepada teks ungkapan dari pada makna yang tersirat dalam ungkapan tersebut.


Full Text:

PDF

References


Japarudin, “Sejarah Dakwah Di Bengkulu”, Tsaqofah & Tarikh Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam, Jurusan Adab IAIN Bengkulu, Volume 1, Juli-Desember 2016

Rasyid Muhammad, Pendobrak Kebodohan dan Kemiskinan, Jakarta; PT Geramedia, 2015.

Kaelan, Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat, Yogyakarta: Pradigma, 2005.

Akhyar Yusuf Lubis, Filsafat Ilmu: Klasik Hingga Kontemporer, Cet. Ke-2, Depok: PT Rajagrafindo Persada. 2015.

Imam Suprayogo dan Tobroni, Metode Penelitian Sosial-Agama, Cet. Ke- 2, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.

Sudarwan Danim, Menjadi Penelitian Kualitatif, Bandung: CV Pustaka Setia, 2002.

Tantawi Jauhari, Dkk, Sejarah Melayu Bengkulu, Bengkulu: CV. Nala Persada, 2006.

Agus Setianto, Gerakan Sosial Masyarakat Bengkulu Abad XIX, Yogyakarta: Ombak, 2015.,

Ismail, Masuk dan Berkembangnya Islam di Bengkulu Abad XVI-XX, Cet. pertama, Cirebon: CV. ELSI PRO, 2019.

Dwi Yanti, A. Naashir, M Tuah Lubis, Identifikasi Etnomatematika Yang Terdapat Pada Masyarakat Bengkulu “Ikan sejerek, Bere secupak”, Makalah Seminar Nasional Universitas PGRI Palembang, Mei 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v4i2.3513

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

 

        

 

 

_______________________________________________

 


_______________________________________________

Creative Commons License
Jurnal Manthiq ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

MANTHIQ: JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 

View My Stats