Nilai-nilai Filosofis dalam Memperingati Upacara Hari Kematian dalam Tradisi Jawa Ditinjau dari Aspek Sosial (STUDI DI AIR BANAI KECAMATAN HULU PALIK KABUPATEN BENGKULU UTARA).

Satimin Satimin

Abstract


 Nilai Filosofis yang terkandung dalam setiap tahapan ritual untuk memperingati hari kematian dalam tradisi jawa apabila dilihat dari aspek sosial, adat, kebudayan dan syari’at Islam di desa Air Banai kecamatan Hulu Palik Kabupaten Bengkulu Utara masih sangat kental, masyarakat saling berkontribusi untuk menjaga budaya dengan baik. rumusan masalah yang menjadi pokok pembahasan dalam karya tulis ini ialah, sebagai berikut:a). Bagaimana Kajian nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam upacara hari kematian pada tradisi jawa ditinjau dari aspek sosial? b). Bagaimana akulturasi nilai nilai filosofis budaya Jawa berkembang dalam upacara hari kematian ditinjau dari aspek sosial? Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a). Untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam upacara hari kematian pada tradisi jawa ditinjau dari aspek sosial; b). Untuk mengetahui bagaimana proses akulturasi nilai nilai filosofis budaya Jawa berkembang dalam upacara hari kematian ditinjau dari aspek social. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu: a). Observasi ). Metode dokumentasi c). Intervie. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam upacara hari kematian pada tradisi jawa ditinjau dari aspek sosial merupakan wujud terima kasiah kepada Tuhan Yang Maha Esa, perwujudan sikap hormat, perwujudan sikap keseimbangan sosial, Selain itu terdapat nilai filosofis yang terkandung dalam simbol yang dibutuhkan dalam ritual yaitu: Kembang tujuh rupa, bunga jutuh rupa melambangkan agar kehidupan manusia senantiasa mendapat pitulungan (pertolongan) dari Allah SWT. minyak wangi ialah melambangkan permohonan dari keharuman, filosofi minuman ini ialah bahwa air sebagai sumber kehidupan manusia, jadi manusia harus bisa irit dalam menggunakan air secara arif dan bijak, kinangan ialah menciptakan kehidupan yang bahagia, kemantapan dalam bertindak dan bubur merah dan bubur putih ialah jenang itu sebagai gambaran asal mulanya manusia. Sehingga Masyarakat dalam memperingati hari kematian, agar keluarga yang ditinggalkan hidup aman, bahagia dan tenteram.

               

 


Keywords


Nilai Filosofis, Hari Kematian, Tradisi Jawa

Full Text:

PDF

References


A. Fauzie Nurdin. (2010). Integralisme Islam dan Budaya Lokal Relevansi Nilai-Nila Filosofis Kebudayaan Bagi Pembangunan Daerah. Yogyakarta: Gama Media. h. 40

Abdurrahman al-Maliki. (2002). As-Siyâsah al-Iqtisadiyah al-Musla (Politik Ekonomi Islam). Bangil: Al-Izzah, alih bahasa Ibnu Sholah

Abi Aufa, A. (2017). Memaknai Kematian Dalam Upacara Kematian Di Jawa. An-Nas, 1(1), 1-11.

Ahmad Munif Suratmaputra. (2002). Filsafat Hukum Islam Al-Ghazali. Jakarta: Pustaka Firdaus

Ash-Shufi, Mahir Ahmad. (2007). Misteri Kematian dan Alam Barzakh. (terj.). Solo: Serangkai

Damayanti, T. (2019). Tradisi Brobosan Dalam Upacara Kematian Masyarakat Jawa Di Kelurahan Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Kota Bandarlampung. 98-109

Dhewi, R. F. (2016). Mantra Dalam Kenduri Kematian Masyarakat Jawa Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Hal 21-30

Fadhilah, N. (2016). Nilai-Nilai Pendidikan Sosial Dalam Tradisi Sedekah Kematian Di Dusun Pekodokan Desa Wlahar Kecamatan Wangon Banyumas (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).

Fadillah, M. N., Anwar, H., & Zainab, S. (2020). Tradisi Kenduri Kematian di Desa Kampung Baru, Kabupaten Katingan. Syams, 1(2), 1-9.

Fauzi. (2017). Akulturasi Dalam Penyelenggaraan Kenduri Kematian Di Desa Pondok Beringin Kabupaten Kerinci Satu Kajian Deskriptif. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum, 15.1: 22-27.

Hari Poerwanto. (2008). Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektip Antropologi. Cet. IV; Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Hendrajaya, J., & Almu’tasim, A. (2019). Tradisi Selamatan Kematian Nyatus Nyewu: Implikasi Nilai Pluralisme Islam Jawa. Jurnal Lektur Keagamaan, 17(2), 431-460.

Indana, S. (2019). Nilai Teologi Dalam Tradisi Upacara Kematian Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Islami, M. Z., & Putri, Y. R. (2020). Nilai-Nilai Filosofis Dalam Upacara Adat Mongubingo Pada Masyarakat Suku Gorontalo. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 186-197.

Karim, A. (2017). Makna ritual kematian dalam tradisi Islam Jawa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(2), 161-171.

Koentjaraningrat. (1989). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. h. 181

Layungkuning, Bendung. (2013). Sangkan Paraning Dumadi Orang Jawa dan Rahasia Kematian. Yogyakarta : Penerbit Narasi

Lexy J. Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: R emaja Rosdakarya

Mansyur, M. Dkk. (2007). Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadis. TH- Press.

Muawwir, Abmad Warson. (1997). Al- Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku Ilmiah Pondok Pesantren Al- Munawwir Krapyak

Muhammad Idrus Ramli. (2010). Membedah Bid’ah Tradisi dalam Perspektif ahli Hadits dan Ulama Salafi, Surabaya: Khalista, h. 39

Mursal Esten. (1992). Tradisi dan Modernitas dalam Sandiwara, Jakarta: Intermasa, h. 14

Noeng Muhadjir. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin

Ris’an, Rusli. (2013). Tasawuf Dan Tarekat. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,

S. Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta

Shihab, M. Quraish, (1996). Wawasan Al- Quran: Tafsir Maudhu‟i atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: Mizan Pustaka

Sholikhin, Muhammad. (2010). Ritual Kematian Islam Jawa. Pengaruh Tradisi Lokal Indonesia dalam Ritual Kematian Islam, Yogyakarta: Penerbit Narasi

Sugira Wahid. (2007). Manusia Makassar. Cet. I; Makassar: Pustaka Refleksi

Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta

Suriasumantri, J. S. (2007). Filsafat ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), 115-129.

Zulkarnain, (2009) Tradisi Upacara Kematian : Suatu Studi Antropologis Pada Masyarakat Jawa Di Tebing Tinggi. Masters Thesis, Unimed.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v6i1.5180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

 

        

 

 

_______________________________________________

 


_______________________________________________

Creative Commons License
Jurnal Manthiq ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

MANTHIQ: JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 

View My Stats