Sufisme dalam Perspektif Alexander Rossken Gibb

Yoka Zulfiqor Zulfiqor

Abstract


Dari beberapa pendapat di atas dapatlah diambil suatu gambaran bahwa pemikiran atau hasil gerakan diperoleh dari sebagian pemikir Orientalis telah membuka jalan pengembangan ilmu-ilmu pengetahuan agama Islam yang sangat bermanfaat. Akan tetapi di sisi lain sebagian pemikir oreintali spemikirannya dapat menimbulkan keragu-raguan terhadapnilai-nilai ajaran Islam sekaligus dapat membawa perpecahan dalam Islam itu sendiri. Rumusan masalah dalam penelitian adalah : a) Apa pengertian tasawuf dalam perspektif  H.A.R. Gibb? b). Darimanakah sumber tasawuf dalam perspektif  H.A.R. Gibb? c) Apa pengertian tarekat dalam perspektif  H.A.R. Gibb? d) Apa saja macam-macam tarekat dan bagaimana ajaran-ajaran yang terdapat dalam tarekat-tarekat tersebut dalam perspektif  H.A.R. Gibb? Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dan Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Kualitatif Deskriptif”. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa, pertama: Istilah sufi dalam perspektif H.A.R. Gibb, pada umumnya bertalian dengan pemakaian pakaian dari bulu domba (suf) yang belum dicat, yang merupakan suatu tanda penebusan dosa perseorangan dalam pertapaan Kristen. Pakaian dari bulu domba ini telah menjadi lencana biasa bagi para sufi (sebutan bagi semua ahli mistik dalam Islam).. Kedua: Mengenai sumber sufisme, H.A.R. Gibb mengatakan bahwa dasar-dasar pertapaan dalam Quran sesuai dengan pertapaan kekristenan di Timur. Selain dari Kristen, sufisme juga bersumber dari ajaran-ajaran agama lain, diantaranya; aneka warna sumber dongeng Arab kuno, hikayat-hikayat Kristen, Majusi, dan Budha, bahan-bahan dari Injil dan Haggadah Yahudi, dan semua pelajaran lama dari Siria dan Babilonia.Ketiga: Tarekat dalam perspektif H.A.R. Gibb merupakan pergerakan populer pertama-tama karena pergerakan Sufi jemu akan doktrin kaku dari ahli kalam, dan memudahkan jalan bagi orang yang ingin masuk Islam (karena pendapat umum bahwa "kesederhanaan" Islam dengan sendirinya merupakan daya tarik untuk menyebarluaskan agama Islam)”. Keempat: Macam-macam tarekat dalam perspektif H.A.R. Gibb sangat banyak. Secara garis besar H.A.R Gibb membaginya ke dalam dua bagian, yakni tarekat desa dan tarekat kota. Diantara tarekat-tarekat yang ada, baik dari tarekat kota atau tarekat desa, ada beberapa tarekat yang berlebih-lebihan dalam melakukan ritual yang ada dalam tarekat terkait.

 

 


Keywords


tasawuf, HamiltonAlexander Rossken Gibb

Full Text:

PDF

References


Anwar, Rosibon dan Mukhtar, Solihin, Ilmu Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia.

Badawi Abdurrahman. 2003. Ensiklopedi Tokoh Orientalis, Terj Amroeni Drajat, Yogyakarta: LKiS.

Badrudin.2015. Pengantar Ilmu Tasawuf, Serang:Puri Kartika Banjarsar .

Dewan Redaksi Inseklopedi Islam. 1999. Inseklopedi Islam Jilid IV, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Dhavamony Mariasusai. 1973. Fenomenologi Agama, Terj. Anggota IKAPI, Yogyakarta; Kanisius.

Emroni. 2014. Historitas Dan Normativitas Tasawuf Dan Tarekat, Kalimantan Selatan: Comdes Kalimantan.

Gibb, H.A.R. 1962. Mohammedanism An Historical Survey, New York: Oxford University Press.

Hafiun, Muhammad.2012. Jurnal Dakwah: Teori Asal-Usul Tasawuf, Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Husain, Sayyid. 2003. William C. Chittick. Leonard lewisohn. Warisan sufi, terj. Yogyakarta: Pustaka Sufi.

Iqbal, Mashuri Sirojuddin. 1984. Ringkasan dan Kritik terhadap Buku Mohammedanism, Bandung: Sinar Baru.

Ismail, Asep Usman, dkk.2005. Tasawuf, Jakarta: Pusat Studi Wanita.

Ismail, Asep Usman. 1999. Masalah al-Walâyah dalam Tasawuf: Pandangan Hakîm al-Tirimdzî dan Ibn Taymiyyah,” Paramadina, Jurnal Pemikiran Islam, Volume I, Nomor, 2.

Ka’bah Rifyal. 1994. Islam dan Serangan Pemikiran, Jakarta: Granada.

Khoiri, Alwan. 2005. Akhlak/Tasawuf, Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga, 2005.

Madkour, Manan. 2006. Menyingkap Tabir Orientalisme, Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Moleong , Lexy. J, 2002. Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Rosdakarya.

Munawwir, A.W.. 1997. Kamus Al-Munawwir, Surabaya: Pustaka Progressif.

Nasution, Harun. 1983. Falsafah dan Mistisisme dalam Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Nurbaiti, Islam dan Orientalis, hal. 84.

Permadi. K. 2004. Pengantar Ilmu Tasawuf, Jakarta: Bulan Bintang.

Rusli Ris’an, Tasawuf dan Tarekat (Studi Pemikiran dan Pengalaman Sufi), Jakarta: PT Grafindo Persada.

Said, Edward W. 2010. Orientalisme: Menggugat Hegemoni Barat dan Mendudukkan Timur Sebagai Subjek, (Pen.) Ahmad Fawaid, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Souyb, Joesoep. 1982. Peranan Aliran Iktizal Dalam Perkembangan Pikiran Islam, Jakarta: Pustaka Al-Husna.

Souyb, Joesoep. 1985. Orientalisme dan Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Surachman, Winarno. 1990. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode, Teknik, Bandung: Tarsita.

Yunus, Mahmud. 1990. Kamus Arab Indonesia, Jakarta: Hidakarya.

Zuhdi, Achmad. 2004. Pandangan Orientalis Barat tentang Islam: Antara yang Menghujat dan yang Memuji, Surabaya: Karya Pembina Swajaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/mtq.v6i1.5183

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexing by :

 

        

 

 

_______________________________________________

 


_______________________________________________

Creative Commons License
Jurnal Manthiq ini diterbitkan oleh IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License..

__________________________________________________

MANTHIQ: JURNAL FILSAFAT AGAMA DAN PEMIKIRAN ISLAM
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia

 

View My Stats