Analisis Putusan Hakim Terhadap Perceraian Akibat Murtad Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif

Yusmita yusmita, Iwan Romadhan Sitorus, Andika Setiawan Andika

Abstract


This study discusses how to analyze the judge's decision on divorce due to apostasy at the Bengkulu Religious Court. Then analyze the judge's decision on divorce due to apostasy at the Bengkulu Religious Court from the perspective of Islamic law and positive law. The research method used is a normative juridical research method. This type of research is library research. This study uses the documentation method, namely the Bengkulu Religious Court decision number 0604/Pdt.G/2017/PA.Bn and the Bengkulu Religious Court decision letter number 0246/Pdt.G/2014/PA.Bn as a divorce case. The results of this study reveal the analysis of the judge's decision on divorce due to apostasy in the Bengkulu Religious Court, namely the Bengkulu Religious Court Judge's decision letter number 0604/Pdt.G/2017/PA.Bn and 0246/Pdt.G/2014/PA.Bn, The Panel of Judges, did not make apostasy the main reason for divorce. However, there must be disharmony and discord first. Analysis of the judge's decision on divorce due to apostasy at the Bengkulu Religious Court from the perspective of Islamic Law and Positive Law, it was concluded that according to Islamic law, if a husband and wife leave Islam (apostasy), then the marriage is fasakh and legally positive that the law in Indonesia strictly prohibits different marriages. Religion, not letting the judge ignore by making apostasy, is not the main problem in the case.

 

Penelitian ini membahas tentang bagaimana analisis putusan hakim terhadap perceraian akibat murtad di Pengadilan Agama Bengkulu. Kemudian menganalisis putusan hakim terhadap perceraian akibat murtad di Pengadilan Agama Bengkulu  perspektif hukum Islam dan hukum positif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research. Penelitian inii menggunakan metode dokumentasi, yaitu surat putusan Pengadilan Agama Bengkulu nomor 0604/Pdt.G/2017/PA.Bn dan surat putusan Pengadilan Agama Bengkulu nomor  0246/Pdt.G/2014/PA.Bn sebagai perkara perceraian. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa analisis putusan hakim terhadap perceraian akibat murtad di Pengadilan Agama Bengkulu, yaitu pada surat putusan Hakim Pengadilan Agama Bengkulu nomor 0604/Pdt.G/2017/PA.Bn dan 0246/Pdt.G/2014/PA.Bn, Majelis Hakim tidak menjadikan murtad sebagai alasan utama dalam perceraian. Namun,  harus ada ketidak rukunan dan perselisihan terlebih dahulu. Analisis terhadap putusan hakim terhadap perceraian akibat murtad di Pengadilan Agama Bengkulu perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif, disimpulkan bahwa secara hukum Islam apabila suami istri keluar dari agama Islam (murtad) maka pernikahannya difasakh, dan secara hukum positif bahwa hukum di Indonesia sangat melarang pernikahan beda agama, jangan sampai hakim abai dengan menjadikan murtad bukan masalah utama dalam kasus tersebut.


Keywords


analisis putusan hakim, pengadilan Agama, perceraian, murtad

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Boedi dan Beni Ahmad Saebani. Perkawinan dan Perceraian Keluarga Muslim, Bandung: Pustaka Setia. 2017.

Abidin , Slamet dan Aminudin, Fiqih Munakahat 2, Bandung: Pustaka setia, 1999.

Al-bugha, Musthafa dib, fikih islam lengkap penjelasan hukum-hukum islam madzhab syafii, Solo: media zikir, 2010.

Azzam , Abdul aziz muhammad dan Abdul wahab sayyed hawwas, Fiqh Munakahat, Jakarta: sinar grafika offset , 2009

Ahmad Robian, Putus Pernikahan Dengan Alasan Murtad (Analisis Putusan Pengadilan Agama Jakarta Pusat No. 967/Pdt.G/2010/PA. JP). syariah dan hukum, UIN Syarif Hidayatullah, jakarta ,2016.

Afianto, Ahda Bina, “Status Perkawinan Ketika Suami Atau Istri Murtad Dalam Kompilasi Hukum Islam”, Jurnal Humanity, Vol 9, No 1, tahun 2013.

Basyir, Ahmad Azhar, Hukum Perkawinan Islam, Yogyakarta: UII press, 2010.

Djawas, Mursyid & Amrullah, ”Fasakh Nikah dalam Teori Maṣlaḥah Imām Al-Ghazālī”, El-usrah Vol. 2 No.1 Januari-Juni, 2019.

Ghozali, Abdul Rahman. Fiqh Munakahat, Jakarta: Kencana, 2008.

Isnaini, Moch, Hukum Perkawinan Indonesia, Bandung : PT Refika Aditama 2016.

Jassin , Suparman, sejarah peradilan Islam, Bandung : CV pustaka setia , 2015.

Mahkamah Agung RI, Himpunan Peraturan Perundang-undangan Yang Berkaitan Dengan Kompilasi Hukum Islam Serta Pengertian Dalam Pembahasannya, Jakarta : Mahkamah Agung RI 2011.

Mardani, Hukum keluarga Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media group, 2016.

Moleong, Lexy J., Metode penelitian kualitatif, Rosdakarya: Bandung, 1995.

Mughniyah, Muhammad Jawad, Fikih Lima Mazhab (Ja’fari, Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hambali), Terj. Masykur A.B, Afif Muhammad, dan Idrus Al Kaff Jakarta: Lentera, 2011. Muslim, Bandung: Pustaka Setia. 2017.

Nastangin. Perceraian Karena Salah Satu Pihak Murtad (Studi Putusan di Pengadilan Agama Salatiga), (Syari’ah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga, Salatiga, 2012)

Nasution, Muhammad Arsad, ”Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) Dan Fiqh”, Jurnal El-qanuny, Vol 4, No 2, tahun 2018.

Rusli, Tami, “Pembatalan Perkawinan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan”, Jurnal Ilmiah PRANATA HUKUM , Vol. 8, No. 2, Juli, 2013.

Saebani, Beni Ahmad, Fiqh Munakahat 2, Bandung: CV Pustaka Setia 2001.

Soemitro, Ronny hanitijo, metodologi penelitian hukum dan jurimentri, Ghia Indonesia: Jakarta, 1994.

Sudirman, pisah demi sakinah, Jember: CV Pustaka Radja, 2018.

Sulistiani, Siska Lis, Hukum Perdata Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 2018.

Syaifudin, Muhammad, Sri utami & Analisa yahanan, hukum perceraian, Jakarta: Sinar Grafika, 2014.

Syaitu, Mahmud, Fiqih 7 madzhab, Bandung: CV PUSTAKA SETIA, 2000.

Syarifuddin , Amir, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan), Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006.

“Sejarah Pengadilan”, https://www.pa-bengkulukota.go.id/tentang-pengadian/proril-pengadilan/sejarah-pengadilan (10 April 2017).

Sumardi Matrais, “Kemandirian Peradilan Agama Dalam Perspektif Undang-Undang Peradilan Agama”, JURNAL HUKUM VOL 1, JANUARI , 2008.

Sutomo , Moh, Syarifah Marwiyah, dan Nur Mawaddah Warohmah, ”Akar Historis Pengadilan Agama Masa Orde Baru”, YUDISIA, Vol. 7, No. 2, Desember 2016, 2013.

Tihami, H.M.A dan Sohari Sahrani, Fiqih Munakahat:Kajian Fiqih Nikah Lengkap, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

“Tugas dan Fungsi”, https://www.pa-bengkulukota.go.id/tentang-pengadian/proril-pengadilan/sejarah-pengadilan (08 August 2017).

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, Surabaya: SinarSindo utama, 2015.

“Visi Misi Pengadilan”, https://www.pa-bengkulukota.go.id/tentang-pengadian/proril-pengadilan/sejarah-pengadilan (10 April 2017).

Wahyudi, Tri Abdullah. Hukum Acara Peradilan Agama, rev.ed., Bandung: Mandar Maju, 2019

Zulkifli, Suhaila,”Putusnya Perkawinan Akibat Suami Menikah Tanpa Izin Dari Istri”,Jurnal Hukum Kaidah Vol. 18 2019.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.






Indexing by :

_______________________________________________

Creative Commons License

Jurnal Mu'asyarah ini diterbitkan oleh Fakultas Syariah, UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

__________________________________________________

MU'ASYARAH: JURNAL KAJIAN HUKUM KELUARGA ISLAM
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra Indonesia