Corak dan Warna-warni Islam Nusantara: Awal, Tengah dan Modern

Nicodemus Boenga

Abstract


Abstract

Substantially, Islam is not restricted as a belief that appeared in the first century Hijri in the Arabian Peninsula. Islam itself has existed long before Islam formally became a religion. It exists and is manifested in many forms. It is intertwined with a variety of customs, cultures, and traditions before Qur’an was orally revealed by God to the final prophet, Muhammad. In fact, at that time, the substantive values of Islam had not strongly yet influenced the Arab region or the world. It was considered to already existed. That is why Adam, Abraham, Moses and another figure born before Muhamad were considered to be Prophets of Islam. Similarly with the presence of “Islam of the Archipelago (Islam Nusantara)” in Indonesia. This kind of Islam is neither something out there that comes nor something that just exists in Indonesia but it is the real nature of Islam. Thus, Islam of the Archipelago became a model of thought, understanding, and experience that promotes how local culture, wherever it may be, can interact positively with Islamic beliefs and practices substantially which is reflected in Rahmatan Lil Alamin’s Islam.

Abstrak

            Sejatinya substansi Islam bukanlah temuan yang baru muncul pada abad pertama Hijriah di mana agama Islam lahir di Jezirah Arab. Substansi Islam sudah ada sebelum Islam secara formal menjadi sebuah agama. Substansi itu ada dan terjelma dalam berbagai konteks, lokus dan masa. Islam berkelindan dengan ragam adat, budaya dan tradisi keyakinan sebelum turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhamad, walaupun kenyataannya nilai-nilai substantif Islam belum dominan menggarami konteks Arab atau dunia pada waktu itu. Itulah sebabnya Adam, Abraham, Musa dan nama-nama lainnya yang lahir sebelum Muhamad dianggap sebagai Nabi Islam. Demikian halnya dengan Islam Nusantara. Kehadirannya bukanlah dari luar dan kebetulan ada di Indonesia tetapi itulah wajah Islam di Indonesia. Islam Nusantara membawa corak dan warna-warni tersendiri sesuai konteksnya. Islam Nusantara menjadi model pemikiran, pemahaman, dan pengalaman ajaran-ajaran Islam yang dikemas secara kontekstual melalui budaya dan tradisi lokal yang berkembang di Nusantara sehingga tetap mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

 

 


 


Keywords


Islam; Kontekstual; Islam Nusantara;Wajah Islam Indonesia;Rahmatan Lil Alamin.

Full Text:

PDF

References


_____,Nalar Islam Nusantara;Studi Islam Ala Muhammadiyah, al-Irsyad,Persis dan

Nu,(Jakarta:Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Depertemen Agama Republik Indonesia,2007),1-2.

Ali. Mohammad, Islam Muda Liberal, Post Puritan, Post Tradisional (Yogyakarta: Apeiron Philates, 2006),10.

Armahedi Mahzar, “Dari Reformasi ke Transformisme Islam: Refleksi Integritas Tentang

Angkatan 80-an” dalam ‘Kontroversi Pemikiran Islam di Indonesia’(Bandung:PT.Remaja Rosdakarya:1990),219

Azra. Azyumardi, Jaringan Global dan Lokal Islam Nusantara, (Bandung:Mizan,2002),33.

Azra. Azyumardi, “Jaringan Islam Nusantara”, dalam Akhmad Sahal (eds),171-172

Bizawie. Zainul Milal, “Islam Nusantara Sebagai Subjek dalam Islamic Studies: Lintas Diskursus dan Metodologi”, dalam Akhmad Sahal (eds.), 239.

Duryat.Masduki, Islam Majemuk: Pengejawantahan Pendidikan, Intrepretasi dan Model Islam Keindonesiaan,(Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2019)

Fuad Fanani.Ahmad, Islam Mazhab Kritis Menggagas Keberagamaan Liberatif (Jakarta: Kompas, 2004),116.

Ghozali. Abdul Moqsith, “Metodologi Islam Nusantara”. Dalam Akhamad Sahal (eds),Islam Nusantara dari ushul fiqh hingga paham kebangsaan(Bandung: Mizan,2015),98

http://www.gunromli.com/2018/07/akar-akar-historis-dan-geografis-islam-nusantara/

Karim. M, Abdul,Islam Nusantara, (Yogyakarta:2007),156-159

Kurniawan.Syamsul, & Mahrus. Erwin, Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam, (Yogyakarta:Ar Ruzz Media, 2013)

Maarif.Ahmad Syafii, Islam dalam Bingkai Keindonesiaan dan Kemanusiaan Sebuah refleksi Sejarah (Bandung,:Mizan,2009),62

Muhammad Luthfi, Khabibi, “Islam Nusantara: Relasi Islam dan Budaya Lokal” dalam Shahih Vol I, No.I, Januari-Juni 2016: LP2M IAIN Surakarta.

Muhammad. Husein, “Hukum Islam yang Tetap dan yang Berubah”, dalam Sahal. Akhmad, (eds.), Islam Nusantara dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan (Bandung: Mizan, 2015), 98.

Nurhakim. Moh, Sejarah dan Peradaban Islam, (Malang:UMM Pres,2015,148

Qomar. Mujamil,Ragam identitas Islam di Indonesia dari perspektif kawasan, (Episteme, Vol.10,No,2 Desember 2015),318.

Rahmat. M. Imdadun, “Islam Pribumi, Islam Indonesia”, dalam M. Imdadun

Rahmat et.al., Islam Pribumi Mendialogkan Agama Membaca Realitas (Jakarta: Erlangga, 2003), xx-xxi.

Sobarna. Ayi, Islam Positif Spirit Wacana Solusi Refleksi (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008), v.

Syam. Nur,Islam Pesisir,(Yogyakarta: LkiS,2005),165




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/nuansa.v13i1.2833

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Indexing by :
   

free web stats

Nuansa's Visitors

Creative Commons License
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan is published by IAIN Bengkulu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.