Pendekatan Ekologi Dalam Studi Islam

As'ad Taufiqurrahman, Mawaddatul Ulfa

Abstract


Konflik pertambangan di Indonesia terus mengalami peningkatan, aktivitas produksi komoditas di sektor pertambangan menggunakan mesin ekstraktif semakin masif, tingginya produksi menyebabkan terjadinya eksploitasi alam secara besar-besaran sehingga konflik pertambangan di Indonesia semakin meningkat. konflik yang terjadi pada periode 2014 hingga 2019 tercatat sebanyak 71 konflik, maka jika dijumlahkan dengan konflik pertambangan pada tahun 2020 sebanyak 45 konflik, maka total terdapat 116 konflik pertambangan yang terjadi sepanjang tahun 2014 hingga 2020. Jika dirinci pada tahun 2020 dari 45 kasus, konflik terbanyak 22 kasus terjadi perusakan lingkungan, 13 kasus perampasan lahan, 8 kasus kriminalisasi warga penolak tambang, 2 kasus pemutusan hubungan kerja. Masalah ini membutuhkan respon yang serius dari seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh-tokoh agama. Untuk menyorot permasalahan ini kajian Islam secara normatif tidak cukup memadai, sehingga perlu dilakukan kajian secara multiperspektif, holistik. Pendekatan ekologi dalam studi Islam akan menjadi pisau analisis dalam menganalisis konflik pertambangan di Indonesia.


Keywords


Konflik Pertambangan, Ekologi, Studi Islam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.29300/njsik.v14i1.4332

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Indexing by :
   

free web stats

Nuansa's Visitors

Creative Commons License
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan is published by IAIN Bengkulu. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.