JEJAK DAN OTORITAS PENCETAKAN MUSHAF AL-QURAN DI INDONESIA

Rohimin Rohimin Rohimin

Abstract


Al-Quran sebagai kalamullah ditransfer dan diabadikan dalam bentuk teks tulis, dikodifikasi, dan di­ cetak dalam cetakan yang variatif. Fokus dan tujuan utama dari tulisan ini menelusuri otoritas dan jejak sejarah berdirinya Lembaga Percetakan mushaf al-Quran (LPQ) Kementerian Agama dan dinamikanya di era reformasi. Sejak tahun 1953 M. Kementerian Agama telah memiliki lembaga percetakan mushaf al-Quran. Baru kemudian selanjutnya pada tahun 2008 Kementrian Agama di bawah kepemimpinan menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni, mendirikan Lembaga Percetakan Al Quran (LPQ) yang terletak di Ciawi Bogor, Jawa Barat. Untuk cetakan pertama secara operasional mulai berproduksi pada bulan Mei 2009. Lembaga Percetakan al-Quran ini kemudian berubah menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 27/2013 tertanggal 28 Maret 2013 dengan nama Unit Percetakan al-Quran (UPQ). Di Indonesia otoritas percetakan dan penerbitan Al-Qur’an harus mendapat persetujuan dari pemerintah melalui Kementerian Agama RI. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pengontrolan dan pemeriksaan terhadap mushaf al-Qur’an yang terbit dan beredar di Indonesia. Untuk menangani masalah ini, Kementerian Agama membentuk lembaga khusus bersama Lajnah Pentashih Al-Qur’an agar terjaga dari segala kekeliruan dan kesalahan, baik segaja ataupun tidak disengaja.


Keywords


otoritas, jejak, pencetakan, mushaf al-Quran, dan Indonesia

Full Text:

PDF

References


Ali Akbar, Pencetakan Mushaf al-Quran di Indonesia, dalam suhuf, vol 4, No. 2, 2011.

Departemen Agma RI. Al-Quran dan Terjemahnya.

Bandung, PT Syaamil Cipta Media, 2005.

McAuliffe, Jane Dammen dkk. Encyclopedia of the Qur’an. Brill. Leiden-Bostom, 2004.

Muhammad Shohib dan Zainal Arifin Madzkur (ed), Sejarah Penulisan Mushaf Al -Qur’an Standar Indonesia, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama RI, 2013.

Dijk, Arjan Van. Early Printed Qur’ans, The Dessimmination of the Qur’an in the west, d alam Journal of Qur ’anic Studies, Vol. 7 No: 2, 25 oktober 2005.

Asy-Ayaikh, Syekh Shalih Bin Abdul Aziz Bin Muhammad Ali.Tathawwur Al-Kitab Al-Mushaf Asy-Syarif wa Thiba’ati. Di akses dari http:// www. Qurancomplex.org.

Hamam Faizin, Sejarah Pencetakan Al-Quran, Era Baru Pressindo, Yogyakarta, 2012.

Taufik Adnan Amal, Rekonstruksi Sejarah al-Quran, Yogyakarta, FKBA, 2009.

Ash Shiddieqy, Hasbi M, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an/Tafsir, Bulan Bintang, Jakarta, 1992.

Az-Zarkoni, Muhammad abdul azim, Manahilul Urfan, (Dar al-Fikr, t.th)

As-Suyuti, Jalaluddin, Al-Itqan fi ‘ulum Al-Quran, (Bairut: Dar al-fikr, 1399 H)

NUANSA Vol. IX, No. 2, Desember 2016

Musthofa Hadnan, Ahmad, Problematika Menafsirkan Alquran, (Semarang: Toha Putra, 1993)

Nata Abuddin, Metodologi Studi Islam, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2004

Mustaqim Abdul, Madzahibut Tafsir, Nun Pustaka Yogyakarta, Yogyakarta, 2003.

_____, Pergeseran Epistimologi Tafsir, (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2008),

Muhammad Abd. Azim Az-Zarqani, Manahilul’irfan fi ulum Al-Qur’an Khadim al Haramain asy Syarifain, Alquran dan Terjemahnya, (Saudi Arabia, 1971)

Verdiansyah Very, Islam Emansipatoris Menafsir Agama Untuk Praksis Pembebasan, P3M, Jakarta, 2004.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/nuansa.v9i2.615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Indexing by :
   
 

 

 Google ScholarIndonesia One Search

indexing by :

  

 

free web stats

Nuansa's Visitors