SASTRA ARAB DAN PENGARUHNYA TERHADAP SYAIR-SYAIR HAMZAH FANSURI

Bobbi Aidi Rahman

Abstract


Abstrak: Sastra Arab dan Pengaruhnya terhadap Syair-syairHamzah Fansuri. Sejarah telah mencatat bahwa pada abad ke-16 dan ke-17, kerajaan Aceh Darussalamtelah mencapai puncak keemasan peradaban dan ilmu pengetahuan. Pada masa keemasan ini, banyak karya intelektual yang ditulis dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Ulama-ulama pada masa ini sangat kreatif dan inovatif untuk melahirkan karya-karya mereka, sehingga telah memberikan kontribusi dalam khazanah ilmu pengetahuan di nusantara Melayu ini. Sebagai seorang sastrawan besar, Hamzah Fansuri telah melahirkan karya-karya monumental sebagai warisan intelektual dan budaya yang sangat berharga untuk generasi sesudahnya.Ia dianggap sebagai pelopor kesusteraan Melayu klasik yang terpengaruh dengan sastra Arab. Namun, sejauh mana dan dalam hal apa saja ia terpengaruh, perlu ditelusuri secara mendalam, sebagai bukti bahwa sastra Arab pernah mewarnai kesusasteraan Melayu klasik.


Keywords


Hamzah Fansuri, Islam, Sastra Arab, Melayu.

Full Text:

PDF

References


Edwar Djamaris dan Saksono Prijanto, Hamzah Fansuri dan Nuruddin al-Raniri (Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, 1996), 1.

A. Hasymi, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh (Jakarta: Lotkala, 1984), 14.

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (Bandung: Mizan, 1998), cet. ke-4, 167.

Sri Mulyani, Tasawuf Nusantara Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka (Jakarta: Kencana, 2006), 73.

A. Hasymi, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh, 7.

Azyumardi Azra, Jaringan Ulama, 168

Busta>n al-Sala>t}i>n judul lengkapnyaBusta>n al-Sala>t}i>n fi> Zikr al-Awwalin wa al-Akhirin (kebun segala raja-raja dan menyatakan permulaan segala kejadian dan kesudahannya) kitab ini merupakan sebuah hasil karya yang paling besar di dalam bahasa Melayu. Kitab ini terdiri dari tujuh bab dan lebih dari 1250 halaman, yang menguraikan kejadian alam, sejarah dunia dan Nusantara, raja-raja yang adil dan raja-raja yang pertapa. Liaw Yock Fang, Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik (Jakarta: Pustaka Obor Indonesia, 2011), 392.

Abdul Hadi WM,. Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik Terhadap Karya-Karya Hamzah Fansuri (Jakarta: Paramadina, 2001), 116.

Edwar Djamaris, Hamzah Fansuri dan Nuruddin al-Raniri, hlm. 3.

Syeikh Nurudin al-Raniri, ia dilahirkan di Ranir (Rander) kota pelabuhan di Gujarat, berdarah campuran Arab-India, dari keluarga sufi dan ulama yang telah lama mempunyai hubungan dengan dunia melayu. Lihat V.I. Braginsky, Yang Indah, Berfaedah dan Kamal : Sejarah Sastra Melayu Dalam Abad 7-19. (Jakarta: INIS, 1998), 335.

Ajaran Wah}dat al-Wuju>d mereka yakni bahwasanya zat segala yang maujud ini pada hakikatnya tidaklah ada, yang ada hanyalah Tuhan, hanyalah semata-mata seumpama zhill atau bayang-bayang saja dari Tuhan. Atau seumpama ombak dengan lautan, perpaduan antara besi yang dibakar dengan api. Syeikh Nuruddin al-Raniri dalam salah satu fatwanya sebagai sanggahan atas ajaran Hamzah Fansuri dan pengikutnya berkata: alam semesta ini bukanlah bayang-bayang Allah, tetapi adalah ciptaan Allah. Alam semesta tercipta setelah Tuhan mengucapkan “kun!” (jadilah), Allah itu qadim dan alam semesta tidak qadim tetapi hadis. Menurut al-Raniri kepercayaan wujudiyyah tidak bersumber dari sunnah Nabi, kebudayaan wujudiyyah itu adalah tidak lain dari luar kalangan Islam dan mencampur adukan antara ajaran Islam dengan berbagai bid’ah dari agama lain. Lihat Marwan Suridjo, Sastra dan Agama Tinjauan Kesusastraan Indonesia Modern Bercorak Islam (Jakarta: Penamadani, 2006), cet. ke-1, 27-29.

A. Hasymi, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh,13.

Sri Mulyani, Tasawuf Nusantara Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka, 75.

Marwan Suridjo, Sastra dan Agama, 29.

Abdul Hadi WM, Tasawuf Yang Tertindas, 206.

Abdul Hadi WM, Hamzah Fansuri : Risalah Tasawuf dan Puisi-Puisinya(Bandung: Mizan, , 1995), cet. ke-1, 14.

A. Hasymi, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh, 7-8.

A. Hasymi, Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh, 8.

Edwar Djamaris, Hamzah Fansuri dan Nuruddin al-Raniri,3.

V.I. Braginsky, Sejarah Sastra Melayu Dalam Abad 7-19, 454

Abdul Hadi WM, Tasawuf Yang Tertindas, 205-206.

V.I. Braginsky, Sejarah Sastra Melayu Dalam Abad 7-19, 458.

Liaw Yock Fang, Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik, 604.

Jama>l al-Di>n Muh}ammad Ibn Manz}u>r, Lisa>n al-‘Arab (Beirut: Da>r al-Fikr, 1990), jilid IV, cet. ke-1, 409. Bagi orang Arab, kata al-Syi’r berati pengetahuan atau kepandaian (‘ilm/fathanah), dan penyair itu sendiri disebut dengan al-Fat}in (cerdik pandai). Pendapat ini memiliki kemiripan dengan kata poet di dalam bahasa Yunani, yang berarti membuat, mencipta.Poet berarti orang yang mencipta melalui imajinasinya, orang yang hampir menyerupai dewa atau yang amat suka kepada dewa-dewa.Dia adalah orang yang berpenglihatan tajam, orang suci, sekaligus seorang filosof, negarawan, guru, dan orangyang dapat menebak kebenaran yang tersembunyi.Lihat Henry Guntur Tarigan, Prinsip-Prinsip Dasar Sastra (Bandung: Angkasa, 1993).Louis Ma’lu>f dalam kamusnya al-Munjid fi> al-Lughah wa al-A’la>m memberikan pengertian bahwa puisi atau syair itu sebagai ungkapan yang disertai dengan rhytme(wazan) dan sajak (qa>fiyah) atau kesesuaian huruf akhir setiap bait syair.

Ah}mad al-Iskandari> dan Mus}ht}afa> ‘Ina>ni>, al-Wasi>t} fi> al-Adab al-‘Arabi> wa Ta>ri>khihi (Kairo: Da>r al-Ma‘a>rif, 1978), cet. ke-17, 42.

Akhmad Muzakki, Kesusastraan Arab Pengantar Teori dan Terapan (Jakarta: al-Ruzz Media, 2006), 65.

Panuti Sudjiman, Filologi Melayu (Jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1992), 36.

Akhmad Muzakki, Kesusastraan Arab Pengantar Teori dan Terapan, 71.

Ah}mad al-Sha>yib, Us}u>l al-Naqd al-Adabi> (Kairo: Maktabah al-Nahd}ah al-Mis}riyyah, 1964), cet. ke-7, 242.

Akhmad Muzakki, Kesusastraan Arab Pengantar Teori dan Terapan, 86-90.

Males Sutiasumarga, Kesusastraan Arab Asal Mula dan Perkembangannya (Jakarta: Zikrul Hakim, 2001), 76.

Cahya Buana, Pengaruh Sastra Arab Terhadap Sastra Indonesia Lama Dalam Syair-Syair Hamzah Fansuri (Yogyakarta: Mocopatbook, 2008), 65.




DOI: http://dx.doi.org/10.29300/ttjksi.v1i1.862

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 TSAQOFAH & TARIKH

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Index By:

 Google ScholarIndonesia One Search

Garuda ROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources 

      

Creative Commons License 


Tsaqofah & Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam ini diterbitkan oleh Jurusan Adab IAIN Bengkulu dan Disebarluaskan dengan perijinan dibawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211
Bengkulu, Sumatra, Indonesia

View My Stats